Keanekaragaman Ikan Danau Burung Palangka Raya Tergolong Sedang, 12 Spesies Terdeteksi

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Palangka Raya - Danau Burung di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi habitat bagi sedikitnya 12 spesies ikan dari delapan famili dengan total 24 individu yang tercatat dalam penelitian yang dilakukan pada September hingga November 2025. Studi yang ditulis Budhi Ardani, Rosana Elvince, Enjelika Br Singarimbun, dan Rena Arinia Simamora dari Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya, menunjukkan bahwa keanekaragaman ikan di danau tersebut berada pada kategori sedang dan tidak ditemukan satu spesies yang mendominasi komunitas ikan.

Temuan ini penting karena Danau Burung merupakan danau banjiran yang dimanfaatkan masyarakat Petuk Katimpun sebagai salah satu lokasi penangkapan ikan. Sebelum penelitian tersebut dilakukan, informasi mengenai jenis dan sebaran ikan di Danau Burung masih terbatas. Data mengenai kondisi ikan dan kualitas air dapat menjadi informasi awal untuk mendukung pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi ekosistem danau.

Danau Burung Menjadi Habitat Beragam Jenis Ikan

Penelitian mencatat 12 spesies ikan yang berasal dari delapan famili. Ikan yang ditemukan antara lain Cyclocheilichthys heteronema atau puhing, Osteochilus melanopleura atau kalabau, Systomus rubripinnis atau brakas, Pristolepis grootii atau patung, Belontia hasselti atau kakapar, Trichopodus leerii, Mystus bocourti, Bagroides melapterus atau bapuntin, Oxyeleotris marmorata atau betutu, Pangasius conchophilus atau lawang, Macrognathus circumcinctus atau jajili, serta Clarias alluaudi atau pentet. Secara keseluruhan, peneliti memperoleh 24 individu ikan.

Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Belontia hasselti dengan lima individu atau sekitar 20,83 persen dari total tangkapan. Berikutnya adalah Cyclocheilichthys heteronema sebanyak empat individu atau 16,67 persen. Pristolepis grootii dan Bagroides melapterus masing-masing tercatat tiga individu atau 12,50 persen.

Peneliti menduga rendahnya jumlah ikan yang tertangkap berkaitan dengan kondisi lingkungan, kedalaman danau, perubahan ketinggian air, serta musim. Sebagai danau banjiran, Danau Burung mengalami perubahan kondisi ketika musim hujan. Naiknya permukaan air dapat membuat ikan bergerak menuju kawasan rawa atau area yang tergenang di sekitar danau untuk mencari makanan dan tempat berkembang biak.

Kondisi tersebut juga dapat menjelaskan perbedaan hasil tangkapan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian yang dikutip dalam jurnal mencatat 14 jenis ikan yang ditangkap nelayan pada 2018, tetapi hanya tujuh jenis yang sama dengan hasil penelitian terbaru. Perbedaan alat tangkap dan musim pengambilan sampel disebut sebagai faktor yang mungkin memengaruhi hasil tersebut.

Keanekaragaman Sedang dan Tidak Ada Spesies yang Mendominasi

Analisis menggunakan indeks Shannon-Wiener menunjukkan keanekaragaman ikan Danau Burung berada pada kategori sedang, dengan nilai indeks antara 1 dan 3. Sementara itu, indeks dominasi Simpson berada pada kisaran 0,0002 hingga 0,0280, jauh di bawah nilai 1 yang digunakan sebagai indikator dominasi tinggi.

Artinya, meskipun jumlah individu setiap spesies berbeda, tidak ada satu jenis ikan yang secara kuat mendominasi komunitas ikan di Danau Burung. Kondisi ini menunjukkan keberadaan komunitas ikan yang relatif beragam berdasarkan hasil pengambilan sampel penelitian.

Penelitian juga menemukan bahwa famili Cyprinidae merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan. Peneliti mengaitkan keberadaan kelompok tersebut dengan kemampuan anggotanya beradaptasi terhadap perubahan kualitas air dan ketersediaan makanan. Sementara itu, jumlah spesies dari famili lainnya relatif lebih sedikit dan dapat dipengaruhi oleh preferensi habitat, pola makan, serta pergerakan ikan.

Kualitas Air Menunjukkan Beberapa Masalah

Selain mengidentifikasi ikan, peneliti mengukur sejumlah parameter fisik dan kimia air di lima stasiun pengamatan. Suhu air berada pada kisaran 27,6–28,2 derajat Celsius, kedalaman 2,03–2,70 meter, dan total padatan tersuspensi atau TSS mencapai 35,67–79,1 mg/L.

Namun, beberapa parameter menunjukkan kondisi yang perlu diperhatikan. Tingkat kecerahan air hanya 11,7–14,25 sentimeter, sementara nilai yang disebut sebagai kecerahan tinggi dalam penelitian berada di atas 25 sentimeter. Nilai pH juga relatif rendah, yakni 4,53–5,55, dan seluruh stasiun disebut tidak memenuhi standar kelas 2 dan 3 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.
Kadar oksigen terlarut berada pada kisaran 2,57–2,80 mg/L. Sementara itu, kadar fosfat tercatat 0,046–0,061 mg/L, nitrat 0,046–0,061 mg/L, dan amonia kurang dari 0,050 hingga 0,072 mg/L. Konduktivitas listrik berada pada kisaran 1.043–1.522 µS/cm, dengan stasiun kelima mencapai 1.522 µS/cm. Penelitian mencatat bahwa nilai konduktivitas di atas 1.500 µS/cm dapat menimbulkan tekanan osmotik pada ikan dan mengganggu pertumbuhan spesies yang sensitif.

Data Awal untuk Pengelolaan Danau

Menurut Ardani, Elvince, Singarimbun, dan Simamora, hasil penelitian menyediakan informasi dasar mengenai komposisi spesies, kelimpahan, keanekaragaman, dominasi ikan, serta kondisi fisik dan kimia perairan Danau Burung. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami kondisi sumber daya ikan di kawasan yang juga dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan perikanan.

Peneliti juga menekankan perlunya penelitian lanjutan. Jumlah ikan yang berhasil dikumpulkan relatif sedikit dan periode pengamatan terbatas sehingga belum sepenuhnya menggambarkan perubahan komunitas ikan sepanjang musim. Penelitian berikutnya disarankan membandingkan kondisi pada musim hujan dan musim kemarau untuk melihat pola perpindahan ikan serta hubungan antara perubahan tinggi air dan penggunaan habitat.

Profil Penulis

Budhi Ardani — Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya.

Rosana Elvince — Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya. Rosana Elvince tercatat sebagai corresponding author penelitian.

Enjelika Br Singarimbun — Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya.

Rena Arinia Simamora — Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya.

Jurnal tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis secara individual, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan dalam profil.

Sumber Penelitian

Judul: Diversity and Distribution of Fish in Lake Burung Petuk Katimpun Village, Palangka Raya City
Penulis: Budhi Ardani, Rosana Elvince, Enjelika Br Singarimbun, Rena Arinia Simamora
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)
Volume: 5, Nomor 9
Tahun: 2026
Halaman: 3109–3124
Afiliasi: Universitas Palangka Raya.

Posting Komentar

0 Komentar