Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Surakarta - Strategi Manajemen Krisis Promotor Mecimapro Pasjakonser DAY6 2025 Dinilai Lambat dan Kurang Transparan. Penelitian yang dilakukan oleh Liza Rizqi Ambarwati, Andrik Purwasito, dan Sri Hastarjo dari Universitas Sebelas Maret dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa langkah penanganan krisis promotor tersebut belum mampu mengembalikan kepercayaan publik secara optimal .
Persoalan muncul akibat serangkaian masalah operasional selama penyelenggaraan acara, seperti pemindahan lokasi konser DAY6 2025 tanpa penjelasan yang memadai, perubahan fasilitas tiket, hingga ketidakpastian hak-hak konsumen . Keluhan penonton yang meluap di media sosial dengan cepat membentuk sentimen negatif publik . Situasi tersebut semakin diperberat oleh rekam jejak krisis penanganan acara sebelumnya, yang membuat penggemar menyoroti profesionalisme serta standar prosedur operasional promotor .
Untuk mengkaji fenomena ini, tim peneliti menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, dokumentasi resmi, serta observasi media sosial . Analisis dilakukan secara komprehensif mulai dari fase prakrisis, fase krisis puncak, hingga fase evaluasi dan tindakan preventif pascakrisis . Evaluasi respon disesuaikan dengan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk mengukur tingkat tanggung jawab organisasi yang dipersepsikan oleh publik .
Berdasarkan analisis riset, terdapat sejumlah temuan kunci terkait implementasi manajemen krisis Mecimapro:
. Peneliti menegaskan bahwa pemulihan citra merek tidak dapat dicapai hanya melalui pernyataan maaf di media sosial, melainkan membutuhkan tindakan nyata yang konsisten untuk memenuhi hak-hak konsumen . Riset ini menjadi rujukan penting bagi regulator dan pelaku bisnis promotor untuk memperkuat perlindungan konsumen serta menyusun manajemen krisis yang berfokus pada transparansi .
Profil Penulis
Liza Rizqi Ambarwati, S.I.Kom.: Peneliti utama dan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret, dengan fokus keahlian pada manajemen komunikasi krisis, hubungan masyarakat, dan manajemen acara .
Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA: Guru Besar Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman dalam bidang kajian budaya, komunikasi lintas budaya, dan media .
Dr. Sri Hastarjo, S.Sos., Ph.D.: Dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret yang mendalami bidang riset media, komunikasi organisasi, serta komunikasi krisis .
Sumber Penelitian
Liza Rizqi Ambarwati, Andrik Purwasito, Sri Hastarjo. Crisis Management Implementation as a Brand Image Recovery Strategy: A Case Study of Mecimapro Promotor Following the 2025 DAY6 Concert. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 8, Halaman 1671–1680
DOI:https://doi.org/10.55927/fjas.v5i8.94
URL:https://journalfjas.my.id/index.php/fjas
Persoalan muncul akibat serangkaian masalah operasional selama penyelenggaraan acara, seperti pemindahan lokasi konser DAY6 2025 tanpa penjelasan yang memadai, perubahan fasilitas tiket, hingga ketidakpastian hak-hak konsumen
Untuk mengkaji fenomena ini, tim peneliti menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, dokumentasi resmi, serta observasi media sosial
Berdasarkan analisis riset, terdapat sejumlah temuan kunci terkait implementasi manajemen krisis Mecimapro:
- Respons Publik Tergolong Lambat: Langkah komunikasi krisis dan klarifikasi baru dilakukan setelah isu meluas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial
. - Klarifikasi Terlalu Formal: Permohonan maaf resmi di media sosial dinilai publik sekadar pemenuhan formalitas akuntabilitas organisasi, tanpa menunjukkan empati yang mendalam
. - Realisasi Pengembalian Dana Terhambat: Permohonan maaf tidak diimbangi dengan proses penyelesaian pengembalian dana (refund) yang cepat dan transparan, sehingga menghambat pemulihan kepercayaan
. - Kategori Krisis Dapat Dicegah (Preventable Cluster): Kegagalan mengantisipasi kendala operasional menempatkan krisis ini dalam kategori kesalahan internal yang seharusnya dapat diprediksi melalui manajemen risiko yang matang
. - Pergeseran Kepercayaan Konsumen: Walaupun loyalitas dan ikatan emosional penggemar terhadap artis (DAY6) tetap tinggi, tingkat kepercayaan dan penilaian kredibilitas mereka terhadap pihak promotor menurun signifikan
.
Profil Penulis
Liza Rizqi Ambarwati, S.I.Kom.: Peneliti utama dan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret, dengan fokus keahlian pada manajemen komunikasi krisis, hubungan masyarakat, dan manajemen acara
Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA: Guru Besar Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman dalam bidang kajian budaya, komunikasi lintas budaya, dan media
Dr. Sri Hastarjo, S.Sos., Ph.D.: Dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret yang mendalami bidang riset media, komunikasi organisasi, serta komunikasi krisis
Sumber Penelitian
Liza Rizqi Ambarwati, Andrik Purwasito, Sri Hastarjo. Crisis Management Implementation as a Brand Image Recovery Strategy: A Case Study of Mecimapro Promotor Following the 2025 DAY6 Concert. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 8, Halaman 1671–1680
DOI:
URL:

0 Komentar