Pemberdayaan Melalui Pembukuan dan Bantuan Manajemen Keuangan bagi Kelompok Usaha Rumahtangga Sari Rahayu di Banjar Negara, Sading, Mengwi, Badung

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bali - Pendampingan Pembukuan dan Manajemen Keuangan Tingkatkan Omzet Industri Rumah Tangga Sari Rahayu Bali. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Ketut Sudarmini, bersama anggota Gusti Ayu Sugiati dan I Dewa Ayu Eka Pertiwi dari Universitas Warmadewa dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa inisiatif ini menjawab tantangan klasik pelaku usaha mikro yang kerap terkendala perencanaan keuangan saat menghadapi lonjakan permintaan musiman.

Latar Belakang dan Tantangan Usaha Mikro

Desa Tradisional Sading di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dikenal sebagai sentra industri rumah tangga, di mana sekitar 12% penduduknya menggantungkan hidup dari sektor perdagangan dan industri kecil. Salah satu pelaku usahanya adalah Kelompok Industri Rumah Tangga Sari Rahayu di Banjar Negara Kelod, yang telah berdiri sejak tahun 1998 dan memproduksi berbagai jajanan upacara keagamaan seperti jaje begine, jaje uli, jaje bolong, jaje kiping, dan jaje maco. Meskipun memiliki pasar yang stabil—terutama mengalami lonjakan permintaan yang signifikan saat hari raya keagamaan seperti Galungan dan Kuningan—usaha ini menghadapi hambatan klasik dalam hal tata kelola keuangan. Praktik pencatatan keuangan sebelumnya masih sangat terbatas pada omzet penjualan harian saja, sementara biaya bahan baku dan kapasitas produksi belum terkelola secara sistematis. Akibatnya, kelompok seringkali kekurangan modal kerja saat pesanan melonjak, yang membuat sebagian pelanggan terpaksa tidak terlayani.

Metode Pendekatan Praktis dan Terapan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Universitas Warmadewa merancang program pemberdayaan partisipatif yang memadukan edukasi teori sederhana, pelatihan langsung, serta dukungan fasilitas produksi. Metode yang digunakan berfokus pada lima tahapan terintegrasi: sosialisasi, pelatihan pencatatan keuangan sederhana, penerapan teknologi manajerial, pendampingan langsung (mentoring), serta evaluasi keberlanjutan program. Para pelaku usaha diajarkan cara memisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan bisnis, mencatat transaksi harian melalui buku kas masuk dan keluar, serta menyusun laporan posisi keuangan dan laba rugi sederhana. Selain itu, program ini juga memfasilitasi akses permodalan melalui kerja sama strategis dengan lembaga keuangan lokal, seperti Koperasi Mas Sedana Merta di Sempidi, guna mengantisipasi kebutuhan modal kerja mendadak saat permintaan pasar meningkat. Tim pengabdian juga memberikan bantuan fisik berupa tabung gas untuk menjamin kelancaran proses produksi tanpa hambatan pasokan energi.

Temuan Utama dan Dampak Signifikan
Hasil pendampingan menunjukkan adanya lonjakan kinerja bisnis yang sangat positif pada kelompok Sari Rahayu:

  • Peningkatan Aset Usaha: Nilai aset kelompok meningkat sebesar 25%, dari sekitar Rp200.000.000 pada tahun 2025 menjadi Rp250.000.000 pada tahun 2026.
  • Pertumbuhan Omzet Penjualan: Rata-rata penjualan tahunan melonjak hingga 55%, naik dari sekitar Rp550.000.000 menjadi Rp850.000.000 pada tahun 2026.
  • Penguatan Kapasitas Manajerial: Kelompok kini mampu menyusun pembukuan keuangan secara mandiri, merencanakan kebutuhan modal kerja secara terukur, serta membangun jaringan kerja sama dengan sesama produsen lokal demi menjaga ketersediaan produk di pasaran.
Menurut Ketut Sudarmini dan tim dari Universitas Warmadewa, keberhasilan ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan tidak selalu membutuhkan teknologi canggih, melainkan sistem manajemen yang sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan aktivitas harian pelaku usaha.

Implikasi bagi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan
Program ini tidak hanya berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi anggota kelompok Sari Rahayu melalui penciptaan lapangan kerja lokal dan peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs):
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Memperkuat kapasitas usaha mikro agar lebih mandiri, tangguh, dan mampu memperluas partisipasi ekonomi lokal.
  • SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mengoptimalkan efisiensi produksi dan memanfaatkan kembali produk jajanan yang kurang sempurna (cacat goreng) menjadi produk bernilai tambah tinggi guna meminimalisir limbah.
Profil Penulis
Ketut Sudarmini. Ketua Tim Pengabdian, Dosen dan Peneliti di Universitas Warmadewa, dengan bidang keahlian manajemen keuangan dan akuntansi.
Gusti Ayu Sugiati. Anggota Tim Pengabdian, Dosen Universitas Warmadewa, ahli dalam bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.
I Dewa Ayu Eka Pertiwi. Anggota Tim Pengabdian, Dosen Universitas Warmadewa, spesialis bidang sistem informasi akuntansi dan tata kelola keuangan mikro.

Sumber Penelitian
Ketut Sudarmini, Gusti Ayu Sugiati, I Dewa Ayu Eka Pertiwi. Empowerment through Accounting Records and Financial Management Assistance for the Sari Rahayu Household Industry Group in Banjar Negara, Sading, Mengwi, Badung. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, hlm. 697-710.
DOI : 
https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i9.69

Posting Komentar

0 Komentar