Tantangan Modernisasi Terhadap Tradisi Pertanian dan Budaya Lokal
Perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat globalisasi, digitalisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi telah mengubah pola hidup masyarakat dunia, termasuk komunitas Hindu di Bali
Sederhana dan Fleksibel: Metode Penelitian Lintas Generasi
Untuk memahami bagaimana nilai-nilai etika dipelihara, para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif constructivist grounded theory
- Generasi Muda (18–30 tahun): 10 orang.
- Generasi Dewasa (31–59 tahun): 8 orang.
- Generasi Tua (60 tahun ke atas): 6 orang.
- Tokoh Agama dan Adat: 4 orang.
Tiga Pilar Utama Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi identitas etis Hindu tidak terjadi melalui penolakan tradisi maupun pemaksaan praktik yang kaku, melainkan melalui tiga mekanisme utama
- Retensi Selektif (Selective Retention): Masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai inti Dharma yang dianggap mendasar, seperti kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat kepada orang tua, dan kepedulian sosial
. Prinsip-prinsip ini tidak berubah meskipun bentuk pelaksanaan ritualnya dapat disesuaikan . - Reinterpretasi (Reinterpretation): Generasi muda cenderung mengedepankan pemahaman makna etis di balik suatu tradisi daripada sekadar kepatuhan tanpa alasan
. Mereka menekankan bagaimana nilai Dharma diterapkan dalam perilaku sehari-hari, seperti bertindak adil dan bertanggung jawab di tempat kerja maupun lingkungan sosial . - Adaptasi (Adaptation): Pelaksanaan kewajiban keagamaan disesuaikan dengan situasi kehidupan modern
. Ketika kesibukan kerja atau studi menghalangi partisipasi fisik penuh dalam seluruh rangkaian upacara, masyarakat menemukan cara alternatif untuk tetap menunaikan tanggung jawab etis mereka .
Dampak Nyata Bagi Masyarakat dan Kebijakan Publik
Temuan ini memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, lembaga adat, pendidik, dan pembuat kebijakan
Profil Penulis
I Made Wiguna Yasa, M.Pd.: Penulis korespondensi dan peneliti di Universitas Negeri Hindu I Gusti Bagus Sugriwa, berfokus pada bidang pendidikan agama Hindu dan sosiologi agama
Dr. I Wayan Darna: Dosen dan peneliti di Universitas Negeri Hindu I Gusti Bagus Sugriwa, berpengalaman dalam kajian hukum adat, etika komunitas, dan dinamika sosial-budaya
Luh Dewi Pusparini, M.Pd.: Akademisi dan peneliti di Universitas Negeri Hindu I Gusti Bagus Sugriwa, menaruh perhatian pada bidang pedagogi keagamaan dan studi antar-generasi
Sumber Penelitian
I Made Wiguna Yasa, I Wayan Darna, Luh Dewi Pusparini. Intergenerational Dharma Negotiation and Hindu Ethical Identity Reconstruction in Rapidly Transforming Social Environments. Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET). Vol. 5, No. 3, Agustus 2026 (Hal. 341–354)
DOI / URL:
URL: https://journalijcet.my.id/index.php/ijce/Index

0 Komentar