Meningkatkan Ketahanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pembuat Suvenir Kayu Melalui Peningkatan Manajemen Keuangan dan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Denpasar - Intervensi Manajemen Keuangan dan K3 Dorong Omzet UMKM Souvenir Kayu Bali Naik 30 Persen. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Ni Luh Anik Puspa Ningsih, Putu Nita Cahyawati, Ni Nyoman Hari Kesama Putri, dan Kadek Lavanya Pragya Paramitha dari Universitas Warmadewa dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa mencatat peningkatan pemahaman peserta minimal 20 persen yang berdampak langsung pada kenaikan target pendapatan usaha hingga 30 persen.

Perajin souvenir kayu memegang peranan penting dalam menopang sektor pariwisata Bali, menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan warisan budaya
. Namun, sebagian besar UMKM ini masih dikelola secara tradisional dengan kapasitas manajerial dan operasional yang sangat terbatas. Para perajin kerap menghadapi masalah seperti literasi keuangan yang rendah, pencatatan kas yang masih informal, hingga tidak adanya pemisahan antara uang pribadi dan modal usaha. Di sisi operasional, penggunaan alat-alat tajam, paparan bahan kimia (cat, lem, pernis), serta debu kayu kerap diabaikan tanpa perlindungan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Warmadewa menyelenggarakan program edukasi, pelatihan, dan pendampingan partisipatif bagi kelompok perajin souvenir kayu di Desa Peguyangan, Bali. Metode pengabdian dirancang praktis melalui penyuluhan langsung, pelatihan pembukuan kas harian, penggunaan APD, serta penyerahan bantuan alat produksi dan keselamatan kerja seperti mesin bor, gerinda, kipas angin snail, sarung tangan kerja, dan kotak P3K.

Temuan utama dari program pendampingan ini meliputi:

  • Peningkatan Pemahaman Keuangan dan K3: Pengetahuan perajin mengenai manajemen keuangan serta keselamatan kerja meningkat setidaknya 20 persen dibanding kondisi sebelum pelatihan.
  • Penerapan Pembukuan Sederhana: Perajin mulai mencatat arus kas masuk dan keluar secara rutin, menyusun laporan keuangan harian, serta menerapkan prinsip entitas bisnis dengan memisahkan keuangan usaha dari kantong pribadi.
  • Pertumbuhan Omzet Usaha: Rata-rata omzet bulanan mitra yang sebelumnya berada di kisaran Rp3–4 juta per bulan berhasil melonjak hingga Rp5–8 juta per bulan, atau mengalami kenaikan sekitar 30 persen.
  • Lingkungan Kerja Lebih Aman: Para perajin mulai terbiasa menggunakan APD dan menerapkan prosedur kerja aman untuk menekan risiko kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja.
Penerapan K3 yang konsisten bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan investasi strategis jangka panjang yang menjaga kelancaran proses produksi dan menekan beban biaya akibat kecelakaan. Ditambah dengan pembukuan yang tertib, perajin memiliki landasan data yang akurat untuk mengevaluasi keuntungan, mengoptimalkan modal, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat

Ke depan, program pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan, terutama integrasi sistem pembukuan digital, pemasaran digital, diversifikasi produk, hingga perluasan jejaring bisnis agar UMKM kerajinan daerah makin tangguh dan berdaya saing tinggi
.

Profil Penulis
Ni Luh Anik Puspa Ningsih, S.E., M.M. – Dosen dan Peneliti di Universitas Warmadewa; Ahli di bidang Manajemen Keuangan dan Pemberdayaan UMKM.
dr. Putu Nita Cahyawati, S.Ked., M.Sc. – Dosen dan Peneliti di Universitas Warmadewa; Ahli di bidang Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Farmakologi.
Ni Nyoman Hari Kesama Putri – Peneliti dan Pengabdi dari Universitas Warmadewa; Fokus pada pengembangan kapasitas usaha masyarakat.
Kadek Lavanya Pragya Paramitha – Peneliti dan Pengabdi dari Universitas Warmadewa; Fokus pada pendampingan operasional dan pemberdayaan komunitas.

Sumber Penelitian
Ni Luh Anik Puspa Ningsih, Putu Nita Cahyawati, Ni Nyoman Hari Kesama Putri, Kadek Lavanya Pragya Paramitha. Enhancing the Resilience of Wood Souvenir SMEs through Financial Management Improvement and Occupational Health and Safety (OHS) Implementation. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 8, Halaman 581–590
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.55
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar