Riset Sastra Indonesia Ungkap Ekstraksi Alam Berakar dari Dominasi Pengetahuan dan Kewenangan Politik
Sebelum eksploitasi material seperti penebangan hutan atau penambangan batu kapur terjadi, lanskap alam terlebih dahulu diubah secara kognitif dan legal menjadi komoditas yang sah untuk dikeruk
Secara mendasar, krisis lingkungan sering kali hanya dilihat dari dampak fisiknya, seperti banjir bandang atau gundulnya hutan
Untuk membedah fenomena ini, tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks mendalam (close reading) dan pengodean tematik
Riset ini menghasilkan empat temuan utama terkait bagaimana ekstraktivisme dan pengetahuan ekologis beroperasi
- Ekstraksi Didahului Legitimasi Kognitif: Penebangan dan penambangan selalu diawali oleh legitimasi administratif, hukum, dan wacana publik yang mengisolasikan alam dari keterikatan sosial serta budayanya
. - Sifat Pengetahuan yang Fleksibel: Ilmu pengetahuan modern tidak selalu merusak, dan sains lokal tidak selalu melestarikan
. Dalam teks yang diteliti, pemantauan teknis dan analisis geologi dapat mendukung konservasi . Sebaliknya, ritual adat atau klaim lokal bisa dikutip dan dimanfaatkan oleh korporasi untuk memuluskan penambangan . - Peran Entitas Non-Manusia: Elemen alam seperti batuan karst, aliran air bawah tanah, hingga figur penjaga hutan (Inyiak) hadir dalam narasi sebagai pembentuk pengetahuan dan batasan etis tindakan manusia
. - Konflik Ontologis: Sengketa lingkungan berubah menjadi konflik ontologis ketika para aktor tidak hanya berdebat soal keuntungan ekonomi, tetapi menolak definisi tentang apa itu alam dan siapa yang berhak mengelolanya
.
Dampak dan implikasi dari penelitian ini sangat signifikan bagi masyarakat, pengambil kebijakan, dan akademisi
Profil Penulis Utama
Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum. adalah akademisi dan peneliti di Departemen Sastra Indonesia, Universitas Jember
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Making Landscapes Extractable: Epistemic Politics and Relational Ecologies in Ayu Welirang's Jejak Balak and Ayu Utami's Bilangan Fu
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 8, 2026, hal. 2107–2128
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/djb1k109 URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar