Kinerja karyawan di sektor perhotelan bintang lima sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja fisik maupun sosial di tempat kerja
Sektor pariwisata di Bali ditopang oleh ratusan hotel berbintang yang terkonsentrasi di kawasan Kabupaten Badung
Guna membedah persoalan tersebut, studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh populasi karyawan Hilton Bali Resort sebanyak 30 orang melalui metode sensus
Hasil analisis data lapangan memaparkan beberapa temuan utama yang signifikan:
- Lingkungan kerja fisik terbukti memberikan pengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan dengan nilai $t_{hitung}$ sebesar 2,201 yang melampaui ambang batas $t_{tabel}$ 2,052
. - Lingkungan kerja non-fisik memberikan kontribusi pengaruh yang jauh lebih kuat secara parsial dengan nilai $t_{hitung}$ mencapai 4,668 dan koefisien beta sebesar 0,627
. - Secara simultan, kedua dimensi lingkungan kerja tersebut secara bersama-sama berdampak signifikan terhadap kinerja dengan nilai $F_{hitung}$ 35,814 serta mampu menjelaskan 72,6% variasi pencapaian kinerja karyawan
.
Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi dunia usaha perhotelan bahwa kondisi psikologis, hubungan interpersonal yang harmonis antara atasan dan bawahan, serta fasilitas fisik yang memadai merupakan fondasi utama produktivitas kerja
Profil Penulis:
- I Nyoman Surya Abdi Wibawa: Peneliti dan akademisi di Politeknik Negeri Bali
. - Nyoman Indah Kusuma Dewi: Peneliti dan akademisi di Politeknik Negeri Bali
. - Yulia Tria Hapsari: Peneliti dan akademisi di Politeknik Negeri Bali
.
Sumber Penelitian:
Wibawa, I. N. S. A., Dewi, N. I. K., & Hapsari, Y. T. (2026). The Influence of Physical and Non-Physical Work Environment on Employee Performance at Hilton Bali Resort. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(4), 803–814.
0 Komentar