Temuan tersebut menunjukkan bahwa dalam transaksi ponsel bekas, konsumen tidak hanya mempertimbangkan kondisi perangkat atau harga yang ditawarkan. Cara penjual melayani calon pembeli justru menjadi pertimbangan yang paling kuat.
Facebook Marketplace Jadi Kanal Perdagangan iPhone Bekas
Pertumbuhan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia melakukan jual beli. Platform digital memungkinkan penjual menjangkau konsumen tanpa harus mengandalkan toko fisik. Facebook Marketplace menjadi salah satu kanal perdagangan antarkonsumen karena memiliki basis pengguna yang besar, fitur komunikasi langsung, dan biaya transaksi yang relatif rendah.
iPhone bekas menjadi salah satu produk yang menarik perhatian di platform tersebut. Popularitas iPhone di Indonesia berkaitan dengan sejumlah karakteristik produk, termasuk kamera, performa prosesor, daya tahan, harga jual kembali, serta ekosistem perangkat Apple.
Namun, transaksi iPhone bekas memiliki tantangan tersendiri. Konsumen dapat menemukan produk yang kondisi fisiknya tidak sesuai dengan deskripsi, pelayanan penjual yang kurang profesional, atau harga yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi perangkat.
Sistem COD memberikan keuntungan karena pembeli dapat bertemu langsung dengan penjual dan memeriksa perangkat sebelum melakukan pembayaran. Kondisi tersebut membuat karakter transaksi iPhone bekas di Facebook Marketplace berbeda dari perdagangan melalui platform yang menggunakan sistem pembayaran dan pengiriman berbasis perantara.
230 Konsumen iPhone Bekas Jadi Responden
Anwar dan Utama menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hubungan antara harga, kualitas produk, pelayanan, dan keputusan pembelian. Responden merupakan konsumen yang pernah membeli iPhone bekas melalui transaksi COD di Facebook Marketplace Jakarta.
Sebanyak 230 responden dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan metode PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0.
Kelompok responden terbesar berusia 22–30 tahun, yakni 62,17 persen. Sebanyak 74,78 persen responden merupakan laki-laki dan 44,35 persen berstatus mahasiswa. Komposisi tersebut menunjukkan dominasi konsumen muda yang aktif menggunakan platform digital dalam transaksi iPhone bekas.
Model penelitian mampu menjelaskan 68,4 persen variasi keputusan pembelian. Artinya, harga, kualitas produk, dan pelayanan secara bersama-sama menjelaskan sebagian besar perubahan keputusan konsumen dalam model tersebut. Sebanyak 31,6 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian.
Pelayanan Menjadi Faktor Paling Dominan
Hasil pengujian menunjukkan tiga temuan utama.
Pertama, harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien sebesar 0,261 dengan nilai t-statistik 4,094 menunjukkan bahwa konsumen lebih mungkin membeli ketika harga dianggap sesuai dengan kondisi dan manfaat iPhone yang ditawarkan.
Kedua, kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hubungannya memang positif, tetapi secara statistik belum cukup kuat. Nilai koefisien tercatat 0,106, dengan t-statistik 1,645 dan nilai p 0,100.
Ketiga, pelayanan menjadi faktor paling kuat. Pengaruh pelayanan terhadap keputusan pembelian memiliki koefisien 0,545, t-statistik 7,237, dan nilai p 0,000. Ukuran pengaruhnya juga paling besar, dengan nilai f² sebesar 0,364.
Dengan kata lain, konsumen dalam transaksi COD iPhone bekas lebih sensitif terhadap bagaimana penjual melayani mereka dibandingkan sekadar klaim mengenai kualitas perangkat.
Mengapa Kualitas Produk Tidak Menjadi Faktor Utama?
Hasil ini terlihat berbeda dari anggapan umum bahwa kualitas merupakan pertimbangan utama ketika membeli smartphone bekas. Namun, karakter transaksi COD dapat menjelaskan temuan tersebut.
Dalam transaksi COD, konsumen memiliki kesempatan memeriksa langsung kondisi iPhone sebelum membayar. Mereka dapat melihat kondisi fisik dan melakukan pengecekan terhadap perangkat. Karena informasi mengenai kondisi produk dapat diverifikasi secara langsung, kualitas produk yang ditampilkan dalam informasi penjualan mungkin tidak lagi menjadi faktor penentu utama keputusan pembelian.
Sebaliknya, pelayanan penjual berlangsung sepanjang proses transaksi. Respons yang cepat, informasi yang jelas, sikap yang konsisten, serta kesediaan memenuhi kesepakatan menjadi sinyal penting bagi konsumen.
Pelajaran bagi Penjual iPhone Bekas
Fachri Sakil Anwar dan Andyan Pradipta Utama dari Universitas Mercu Buana menyarankan agar penjual iPhone bekas tidak hanya berfokus pada promosi kondisi perangkat.
Strategi yang lebih efektif adalah memberikan respons cepat, informasi produk yang jelas, pelayanan yang konsisten, dan komitmen pengiriman yang dapat dipercaya. Harga juga perlu ditetapkan secara wajar dan sebanding dengan kondisi perangkat.
Bagi konsumen, temuan ini juga memperlihatkan pentingnya mengevaluasi penjual, bukan hanya produk. Respons penjual, kejelasan informasi, kesesuaian kesepakatan, dan kesediaan memberikan kesempatan untuk memeriksa perangkat dapat menjadi bagian penting sebelum transaksi dilakukan.
Meski demikian, hasil penelitian memiliki batasan. Analisis hanya mencakup transaksi iPhone bekas berbasis COD di Facebook Marketplace Jakarta sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk produk, platform, atau wilayah lain. Peneliti menyarankan penelitian berikutnya memasukkan faktor seperti kepercayaan, risiko yang dirasakan, reputasi penjual, electronic word-of-mouth (e-WOM), dan citra merek.
Profil Penulis
Fachri Sakil Anwar — penulis pertama dan corresponding author, Universitas Mercu Buana, Jakarta, Indonesia. Bidang kajian dalam artikel ini berkaitan dengan perilaku konsumen, keputusan pembelian, pemasaran digital, transaksi COD, dan perdagangan iPhone bekas melalui Facebook Marketplace.
Andyan Pradipta Utama, S.E., M.M. — penulis kedua dari Universitas Mercu Buana. Dalam artikel ini, Andyan Pradipta Utama berperan dalam penelitian dan memperoleh penghargaan akademik dari penulis sebagai pembimbing penelitian.
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Price, Product Quality, and Service on Purchase Decisions in Cash on Delivery (COD) Transactions for Used iPhones on Facebook Marketplace Jakarta
Penulis: Fachri Sakil Anwar dan Andyan Pradipta Utama
Afiliasi: Universitas Mercu Buana, Jakarta, Indonesia
Tahun: 2026
Status: Open access
0 Komentar