Kualitas dan Pelayanan Jadi Penentu Utama Keputusan Pelanggan Bengkel Las

Created by AI

FORMOSA NEWS - SURABAYA — Kualitas produk dan pelayanan terbukti menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pelanggan dalam memilih jasa bengkel las. Temuan ini berasal dari penelitian Nina Triolita dan Erwin Eko Priyanto dari Politeknik NSC Surabaya yang menganalisis keputusan pembelian pelanggan pada Modern Welding Workshop. Penelitian yang diterbitkan pada 2026 tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan pelayanan memberikan pengaruh signifikan secara individual, sementara harga tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara bersama-sama, kualitas, harga, dan pelayanan tetap berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Temuan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berbasis konstruksi. Pertumbuhan pembangunan rumah, ruang usaha, kawasan industri, serta kebutuhan berbagai produk berbahan besi ikut mendorong permintaan terhadap jasa pengelasan.

Artikel tersebut mencatat bahwa kebutuhan terhadap pagar, kanopi, teralis jendela, dan berbagai konstruksi berbahan besi terus berkembang seiring pertumbuhan properti dan infrastruktur. Kondisi ini sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha bengkel las masuk ke pasar, baik dalam skala mikro maupun menengah. Persaingan yang semakin ketat membuat pemahaman terhadap alasan pelanggan memilih suatu bengkel menjadi semakin penting.

Pelanggan Tidak Hanya Melihat Harga

Dalam praktiknya, pelanggan tidak mengambil keputusan secara spontan. Mereka mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum memilih produk atau jasa, termasuk kualitas bahan dan hasil pekerjaan, harga yang ditawarkan, serta pengalaman pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa.

Penelitian Triolita dan Priyanto menggunakan tiga faktor utama untuk melihat keputusan pelanggan, yakni kualitas, harga, dan pelayanan. Kualitas dalam konteks ini mencakup kemampuan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan. Sementara itu, pelayanan berkaitan dengan bagaimana penyedia jasa berinteraksi, merespons kebutuhan, dan memenuhi harapan konsumen.
Kualitas pelayanan juga dilihat melalui beberapa aspek, seperti keandalan dalam memenuhi kesepakatan, kecepatan merespons pelanggan, kemampuan memberikan rasa percaya, perhatian kepada pelanggan, serta kondisi fasilitas dan peralatan yang digunakan.

Artinya, bengkel las tidak cukup hanya menghasilkan pekerjaan yang secara teknis dapat digunakan. Cara melayani pelanggan, ketepatan pekerjaan, komunikasi, dan kemampuan memenuhi harapan juga dapat menentukan apakah pelanggan akhirnya memilih menggunakan jasa tersebut.

Melibatkan 57 Pelanggan Modern Welding Workshop

Untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap pelanggan Modern Welding Workshop di Surabaya.

Populasi yang digunakan mencakup 57 pelanggan aktif. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk mengetahui hubungan kualitas, harga, dan pelayanan dengan keputusan pembelian.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa model statistik yang digunakan memenuhi sejumlah asumsi dasar. Pengujian normalitas menunjukkan data berada dalam pola distribusi normal. Pengujian lainnya juga tidak menunjukkan masalah heteroskedastisitas maupun autokorelasi, sementara pengujian multikolinearitas menunjukkan tidak terdapat masalah yang mengganggu model regresi.

Kualitas Menjadi Faktor dengan Pengaruh Terbesar

Hasil regresi memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai posisi masing-masing faktor.

Persamaan regresi yang diperoleh adalah:

Keputusan Pembelian = 4,277 + 0,874 Kualitas + 0,072 Harga + 0,589 Pelayanan + e.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas memiliki koefisien sebesar 0,874, sedangkan pelayanan memiliki koefisien 0,589. Harga memiliki koefisien jauh lebih kecil, yakni 0,072. Ketiga koefisien memiliki arah positif, tetapi tingkat signifikansinya berbeda.

Ketika diuji secara parsial, kualitas menghasilkan nilai signifikansi 0,012, lebih rendah dari batas 0,05. Artinya, kualitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Pelayanan juga menunjukkan hasil signifikan dengan nilai signifikansi 0,025. Dengan demikian, semakin baik pelayanan yang diterima pelanggan, semakin kuat kecenderungan keputusan pembelian.

Sebaliknya, harga menghasilkan nilai signifikansi 0,832. Nilai tersebut berada jauh di atas 0,05 sehingga harga tidak terbukti memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian dalam konteks Modern Welding Workshop.

Kualitas, Harga, dan Pelayanan Tetap Penting Secara Bersama-sama

Meskipun harga tidak menunjukkan pengaruh signifikan ketika diuji sendiri, ketiga faktor tersebut memberikan pengaruh yang signifikan ketika dianalisis secara bersama-sama.

Uji F menghasilkan nilai sebesar 50,399 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas, harga, dan pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pelanggan Modern Welding Workshop.

Model penelitian juga menghasilkan nilai R Square sebesar 0,740 atau 74 persen. Ini berarti kualitas, harga, dan pelayanan secara bersama-sama mampu menjelaskan 74 persen variasi keputusan pembelian pelanggan dalam model yang digunakan. Sementara itu, 26 persen lainnya berasal dari faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian tersebut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi bisnis bengkel las tidak dapat hanya berfokus pada penetapan harga. Kualitas pekerjaan dan pelayanan justru menjadi dua aspek yang terbukti lebih kuat ketika masing-masing diuji terhadap keputusan pembelian pelanggan.

Pelajaran bagi Pelaku Usaha Bengkel Las

Bagi pengusaha bengkel las, hasil penelitian Nina Triolita dan Erwin Eko Priyanto memberikan gambaran praktis mengenai area yang perlu diperhatikan dalam menghadapi persaingan.

Peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui ketepatan pengerjaan, ketahanan produk, kesesuaian hasil dengan kebutuhan pelanggan, serta penggunaan peralatan yang mendukung pekerjaan. Di sisi lain, pelayanan dapat diperkuat melalui respons yang cepat, komunikasi yang jelas, sikap ramah, dan kemampuan memenuhi kesepakatan dengan pelanggan.

Harga tetap menjadi bagian dari strategi bisnis karena pelanggan tentu mempertimbangkan biaya. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa harga bukan faktor yang secara statistik menentukan keputusan pembelian secara individual pada objek penelitian ini. Karena itu, perang harga bukan satu-satunya strategi yang dapat digunakan untuk memenangkan persaingan.

Peneliti merekomendasikan agar pelaku usaha bengkel las menjadikan faktor-faktor keputusan pembelian sebagai referensi dalam menyusun strategi bisnis dan menjaga keberlanjutan usaha. Penelitian selanjutnya juga disarankan mempertimbangkan faktor lain, seperti waktu pengerjaan dan customer relationship management (CRM), serta menggunakan periode dan metode penelitian yang berbeda.

Profil Penulis

Nina Triolita merupakan penulis utama artikel dan berafiliasi dengan Politeknik NSC Surabaya. Ia meneliti isu yang berkaitan dengan manajemen, pemasaran, inovasi, dan perilaku konsumen. Dalam artikel ini, Triolita bersama Erwin Eko Priyanto, juga dari Politeknik NSC Surabaya, mengkaji faktor kualitas, harga, dan pelayanan dalam kaitannya dengan keputusan pembelian pelanggan jasa bengkel las.

Artikel tersebut juga mencantumkan penelitian sebelumnya oleh Nina Triolita dan Budiyanto mengenai pengaruh modal sosial terhadap inovasi pemasaran yang dimediasi oleh peran komunitas virtual.

Sumber Penelitian

Judul: Analysis of Factors that Influence Customers in Determining Purchasing Decisions in the Contruction Industry
Penulis: Nina Triolita dan Erwin Eko Priyanto
Afiliasi: Politeknik NSC Surabaya
Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI)
Volume: 4, Nomor 4
Tahun: 2026
Halaman: 1085–1096
ISSN-E: 3025-5589

Posting Komentar

0 Komentar