Kebutuhan Pengakuan dan Kecerdasan Emosional Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kecamatan

Ilustrasi by AI

Pebi Eryanti dan Nopi Oktavianti dari Universitas Pamulang melakukan penelitian pada periode Oktober 2025 hingga Agustus 2026 untuk mengkaji pengaruh kebutuhan pengakuan serta kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Studi ini memegang peranan krusial bagi administrasi publik karena kualitas pelayanan di tingkat kecamatan berdampak langsung pada kepuasan masyarakat dan tingkat kepercayaan terhadap institusi pemerintah.

Pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Teluknaga sering kali menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara target kinerja utama instansi dan tingkat penyelesaian dokumen harian di lapangan. Meskipun capaian indikator secara agregat terlihat tinggi, penyelesaian layanan spesifik seperti KTP dan Kartu Keluarga belum selalu mencapai target seratus persen secara konsisten. Fenomena ini menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap aspek manajemen sumber daya manusia, khususnya faktor kompensasi penghargaan dan kapasitas psikologis pegawai.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh populasi pegawai Kantor Kecamatan Teluknaga yang berjumlah 46 orang menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert, yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik regresi linier serta uji hipotesis untuk mengukur pengaruh parsial maupun simultan.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, temuan utama penelitian ini meliputi:

  • Kebutuhan pengakuan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta menyumbang 71,3% variasi kinerja secara parsial.
  • Kecerdasan emosional memberikan pengaruh positif yang sangat kuat terhadap kinerja dengan kontribusi sebesar 88.9% secara mandiri.
  • Secara bersama-sama, kebutuhan pengakuan dan kecerdasan emosional mampu menjelaskan 90% perubahan pada kinerja pegawai di lingkungan kantor kecamatan.

Pebi Eryanti dan Nopi Oktavianti dari Universitas Pamulang menegaskan bahwa instansi pemerintah perlu mengintegrasikan strategi manajemen sumber daya manusia melalui peningkatan transparansi sistem insentif, pemberian pujian yang tepat waktu, serta pelatihan regulasi emosi bagi pegawai. Pendekatan komprehensif ini dinilai sangat efektif untuk mendongkrak produktivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik di tingkat daerah.

Profil Penulis: Pebi Eryanti dan Nopi Oktavianti adalah peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia, yang memiliki keahlian di bidang manajemen sumber daya manusia dan kinerja organisasi publik.

Sumber Penelitian: The Influence of Esteem Needs and Emotional Intelligence on Employee Performance in Teluknaga District, Tangerang Regency, International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 8, August 2026, halaman 1285-1296, DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i8.88

Posting Komentar

0 Komentar