Peneliti dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mempublikasikan hasil studi yang mengungkap bagaimana inovasi kemasan pangan tradisional berfungsi sebagai sistem komunikasi visual untuk melestarikan identitas budaya sekaligus memajukan ekonomi daerah
Langkah Dodol Picnic Garut memodernisasi kemasannya menjadi angin segar bagi industri pangan lokal
Untuk membedah makna di balik kemasan tersebut, tim peneliti menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif berbasis studi kasus pada dua varian modern Dodol Picnic Garut, yaitu varian Aneka Buah dan Aneka Rasa
- Observation langsung terhadap elemen grafis, bentuk kemasan, material kertas, hingga mekanisme buka-tutup
. - Documentation dokumentasi foto, katalog produk, dan arsip sejarah
. - Literature review atas teori komunikasi visual serta kajian representasi budaya
.
Seluruh data dianalisis menggunakan teori semiotika triadik Charles Sanders Peirce yang mengkaji hubungan antara wujud fisik tanda (representamen), konsep budaya yang diwakili (object), serta pemahaman atau persepsi yang terbentuk pada diri konsumen (interpretant)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan Dodol Picnic Garut bekerja sebagai satu kesatuan sistem tanda yang harmonis antara aspek grafis dan struktur fisik
- Representasi Geografis dan Alam: Warna hijau dominan dan ilustrasi buah-buahan pada varian Aneka Buah menjadi tanda visual yang menggambarkan keasrian alam pegunungan Garut yang subur serta kaya akan produk pertanian
. - Keberlanjutan Sejarah dan Gastronomi: Logo klasik Picnic dan pita merah yang khas bertindak sebagai tanda keaslian merek, memperkuat citra produk sebagai warisan kuliner legendaris yang terpercaya
. - Ergonomi Fisik sebagai Tanda Budaya Oleh-Oleh: Varian Aneka Rasa memiliki struktur ringkas berukuran $11\times5,5\times13$ cm yang dilengkapi pegangan (handle) terintegrasi
. Fitur ini mempermudah konsumen membawa produk saat bepergian, sekaligus menegaskan fungsinya sebagai oleh-oleh khas (gift culture) . - Transparansi Produk: Hadirnya jendela transparan pada bagian depan kemasan memungkinkan konsumen melihat langsung dodol di dalamnya
. Fitur ini membangun kepercayaan dan kepastian atas keaslian produk . - Kemudahan Efisien Tanpa Perekat: Kemasan dibuat dari kertas karton tebal dengan sistem pengunci lipat (locking-tab)
. Struktur ini memungkinkan kemasan dibuka dan ditutup berulang kali dengan rapi tanpa membutuhkan perekat tambahan .
Temuan ini membawa dampak praktis yang signifikan bagi para pelaku industri kreatif, desainer grafis, dan UMKM
"Penggabungan desain grafis dan struktur kemasan membentuk sistem semiotika yang utuh, tempat tanda visual dan material saling berinteraksi untuk menyampaikan identitas budaya Garut. Struktur kemasan memiliki peran semiotik yang sama pentingnya dengan elemen grafis dalam menyampaikan makna budaya dan memosisikan produk tradisional sebagai oleh-oleh khas daerah yang autentik."
— Rinkapati Swatriani et al., Indonesia Institute of the Arts (ISI) Denpasar
Profil Penulis
Rinkapati Swatriani merupakan peneliti dan akademisi dari Indonesia Institute of the Arts (ISI) Denpasar, Bali, Indonesia
Informasi Sumber Penelitian
Judul Artikel: Cultural Representation in Aneka Rasa and Aneka Buah Dodol Picnic Packaging DevelopmentNama Jurnal: Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026
DOI :
0 Komentar