Secara nasional, angka stunting atau tengkes di Indonesia memang mengalami penurunan, namun distribusinya belum merata, di mana wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur masih mencatatkan prevalensi yang tergolong tinggi
Dalam riset yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini, peneliti menggunakan metode analitis observasional dengan pendekatan cross-sectional
Temuan utama penelitian ini menunjukkan:
- Distribusi Kehamilan Berisiko: Dari total 200 ibu yang diteliti, separuhnya (50% atau 100 orang) berada pada kelompok usia berisiko, dengan rincian 25,5% hamil di usia kurang dari 20 tahun dan 24,5% hamil di atas usia 35 tahun
. - Kejadian Stunting: Tercatat sebanyak 81 anak (40,5%) mengalami stunting, sementara 119 anak (59,5%) berada pada status gizi normal
. - Korelasi Usia Ibu: Dari 81 kasus stunting, sebanyak 61 kasus terjadi pada anak yang lahir dari ibu kelompok usia berisiko (<20 atau >35 tahun)
. Sedangkan dari kelompok ibu usia 20–35 tahun, hanya 20 anak yang mengalami stunting . - Tingkat Risiko (Odds Ratio): Uji statistik chi-square menghasilkan p-value sebesar 0,001 dengan nilai Odds Ratio (OR) 6,256 (95% CI: 3,320–11,791)
. Ini mengonfirmasi bahwa ibu di kelompok usia berisiko memiliki peluang 6,256 kali lebih tinggi untuk memiliki anak stunting dibandingkan dengan ibu usia 20–35 tahun .
Peneliti menjelaskan bahwa kehamilan di bawah usia 20 tahun rawan memicu kompetisi nutrisi antara tubuh ibu yang masih tumbuh dan janin yang dikandungnya
"Hasil temuan ini menunjukkan bahwa usia ibu saat hamil merupakan salah satu faktor maternal penting yang berhubungan dengan pertumbuhan anak," ujar tim peneliti dalam laporannya
Profil Penulis
- Wiradi Suryanegara, S.Ked., M.Si. — Dosen dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (SKI). Memiliki keahlian di bidang ilmu kedokteran dasar, kesehatan masyarakat, dan nutrisi maternal.
- Audrye Henderikha Keke Liu, S.Ked. — Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (SKI) yang berfokus pada kajian kesehatan ibu dan anak serta epidemiologi gizi.
- Nia Reviani, dr., MAPS. — Dosen dan akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (SKI) dengan keahlian dalam bidang manajemen kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, serta perlindungan anak dan ibu.
Sumber Penelitian
Suryanegara, W., Liu, A. H. K., & Reviani, N. (2026). The Association between Maternal Age During Pregnancy and the Incidence of Stunting among Children Under Five at Noebeba Public Health Center, Noebeba District, South Central Timor, 2022-2024. Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR), Vol. 5, No. 9, hal. 1699-1714.
0 Komentar