Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) Volume 4 Nomor 9 tahun 2026 menunjukkan bahwa Green Brand Image dan Brand Equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan Somethinc. Sementara itu, Green Marketing Strategy menunjukkan arah pengaruh positif, tetapi belum terbukti signifikan secara statistik.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa strategi pemasaran yang mengangkat isu lingkungan belum otomatis menjadi sumber utama keunggulan kompetitif. Persepsi konsumen terhadap citra hijau sebuah merek dan kekuatan merek secara keseluruhan justru memiliki hubungan yang lebih jelas dengan daya saing berkelanjutan.
Persaingan Skincare Mendorong Pentingnya Citra Merek
Industri skincare Indonesia berkembang dalam persaingan yang semakin ketat. Artikel tersebut mencatat posisi Somethinc dalam data Top Brand Index yang berada di peringkat keenam pada 2022, kemudian turun ke posisi ketujuh pada 2023 dan tetap berada di posisi tersebut hingga 2024.
Pada saat yang sama, perhatian konsumen terhadap isu lingkungan semakin berkembang. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan keamanan produk, tetapi juga dapat memperhatikan bahan, proses produksi, kemasan, serta dampak lingkungan dari produk yang mereka beli.
Dalam kondisi tersebut, green marketing menjadi salah satu pendekatan yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan komitmen terhadap keberlanjutan. Namun, komunikasi lingkungan yang tidak konsisten dapat menimbulkan keraguan konsumen terhadap klaim keberlanjutan sebuah merek.
Penelitian ini juga mencatat hasil pra-survei terhadap 22 konsumen. Sebanyak 81,8% responden mengetahui promosi Somethinc yang berkaitan dengan lingkungan, sementara 77,3% memandang Somethinc sebagai merek yang peduli terhadap lingkungan. Sebanyak 86,4% responden menyatakan loyalitas terhadap merek berdasarkan kualitas dan citranya.
Studi Melibatkan 130 Konsumen Somethinc
Aini dan Marlapa menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 130 konsumen Somethinc yang pernah membeli produk melalui platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Sociolla.
Responden dipilih menggunakan metode purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital dengan skala Likert lima tingkat.
Data kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Peneliti menguji hubungan antara tiga faktor utama—Green Marketing Strategy, Green Brand Image, dan Brand Equity—dengan Sustainable Competitive Advantage.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 34,1% variasi Sustainable Competitive Advantage, sedangkan 65,9% lainnya berkaitan dengan faktor lain di luar model penelitian.
Green Marketing Belum Menjadi Faktor Signifikan
Green Marketing Strategy memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,113 dengan nilai p 0,158. Karena nilai tersebut berada di atas batas signifikansi 0,05, pengaruhnya terhadap Sustainable Competitive Advantage tidak terbukti signifikan dalam penelitian ini.
Artinya, keberadaan strategi pemasaran yang mengangkat isu lingkungan belum cukup kuat untuk secara langsung menjelaskan keunggulan kompetitif berkelanjutan Somethinc dalam kelompok responden penelitian.
Nilai f-square Green Marketing Strategy juga hanya 0,015, yang menunjukkan kontribusi langsung yang sangat kecil dibandingkan dua variabel lainnya.
Temuan tersebut tidak berarti bahwa pemasaran hijau tidak memiliki manfaat. Para peneliti menjelaskan bahwa strategi tersebut dapat berfungsi sebagai faktor pendukung yang perlu diperkuat melalui citra hijau dan kekuatan merek yang lebih konsisten.
Green Brand Image Berpengaruh Signifikan
Berbeda dengan Green Marketing Strategy, Green Brand Image terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Competitive Advantage.
Koefisien jalurnya mencapai 0,324, dengan nilai t-statistic 3,929 dan p-value 0,000.
Dalam analisis deskriptif, pernyataan bahwa responden memandang Somethinc sebagai merek yang peduli terhadap lingkungan memperoleh skor rata-rata 2,900.
Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap kepedulian lingkungan sebuah merek memiliki hubungan dengan daya saing berkelanjutan. Citra hijau dapat menjadi bagian dari diferensiasi merek ketika konsumen melihat adanya komitmen terhadap isu lingkungan.
Brand Equity Menjadi Faktor dengan Pengaruh Terbesar
Brand Equity juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Competitive Advantage. Koefisien jalurnya sebesar 0,327, dengan t-statistic 3,925 dan p-value 0,000.
Angka koefisien tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan Green Brand Image dan Green Marketing Strategy dalam model penelitian.
Analisis f-square juga menunjukkan nilai 0,141 untuk Brand Equity, dibandingkan 0,126 untuk Green Brand Image dan 0,015 untuk Green Marketing Strategy.
Salah satu indikator Brand Equity yang memperoleh skor rata-rata tertinggi adalah kemampuan konsumen untuk mengenali produk Somethinc dibandingkan merek lain, dengan skor 3,108.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas konsumen tetap menjadi bagian penting dalam membangun daya saing jangka panjang.
Implikasi bagi Industri Skincare
Menurut Sifa Fitria Aini dan Eri Marlapa dari Universitas Mercu Buana, hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif berkelanjutan Somethinc tidak cukup dibangun hanya melalui kampanye pemasaran hijau.
Parafrasa temuan mereka menunjukkan bahwa Green Brand Image dan Brand Equity memiliki hubungan yang lebih kuat dengan Sustainable Competitive Advantage, sedangkan strategi pemasaran hijau masih perlu dikembangkan agar lebih nyata, transparan, dan konsisten.
Bagi industri skincare, temuan ini menunjukkan pentingnya menyelaraskan klaim keberlanjutan dengan pengalaman konsumen terhadap merek. Pesan mengenai lingkungan perlu didukung oleh identitas merek yang kuat dan komunikasi yang konsisten.
Penelitian ini juga memiliki keterbatasan. Responden hanya berasal dari konsumen Somethinc di wilayah Jabodetabek dan berjumlah 130 orang. Karena itu, penulis merekomendasikan penelitian berikutnya melibatkan konsumen dari berbagai wilayah Indonesia, kelompok usia yang lebih beragam, serta membandingkan beberapa merek skincare lokal.
Profil Penulis
Sifa Fitria Aini dan Eri Marlapa berasal dari Universitas Mercu Buana. Keduanya berafiliasi dengan bidang manajemen dan pemasaran, dengan penelitian ini berfokus pada green marketing, green brand image, brand equity, dan sustainable competitive advantage pada industri skincare.
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Green Marketing Strategy, Green Brand Image, and Brand Equity on Sustainable Competitive Advantage of Somethinc Skincare Products
Penulis: Sifa Fitria Aini, Eri Marlapa
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Publikasi: Volume 4, Nomor 9, 2026, hlm. 1149–1166
DOI: 10.59890/ijsas.v4i9.56
Jurnal resmi: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar