Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran bantuan sosial dan kepuasan masyarakat sama-sama berada dalam kategori sangat baik. Analisis statistik juga menemukan hubungan positif dan signifikan antara efektivitas penyaluran bantuan sosial dan kepuasan penerima. Koefisien korelasi tercatat sebesar 0,604, sedangkan nilai koefisien determinasi mencapai 36,5 persen.
Artinya, semakin efektif proses penyaluran bantuan sosial, semakin tinggi pula kepuasan yang dirasakan masyarakat penerima. Namun, efektivitas penyaluran bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kepuasan. Sebanyak 63,5 persen variasi kepuasan dalam model statistik berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Bantuan Sosial Tidak Hanya soal Penyaluran
Bantuan sosial merupakan salah satu instrumen kebijakan publik untuk membantu rumah tangga rentan memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi kerentanan sosial. Dalam praktiknya, keberhasilan bantuan tidak hanya ditentukan oleh apakah bantuan sampai kepada penerima.
Penyaluran juga perlu memperhatikan ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pemahaman masyarakat terhadap program, pencapaian tujuan bantuan, serta perubahan nyata yang dirasakan penerima. Kelima aspek tersebut digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur efektivitas penyaluran bantuan sosial.
Di tingkat desa, aspek tersebut menjadi penting karena penerima bantuan berinteraksi langsung dengan pemerintah desa. Informasi mengenai program, proses verifikasi, persyaratan, jadwal, hingga distribusi bantuan menjadi bagian dari pengalaman pelayanan masyarakat.
Penyaluran yang tepat tetapi terlambat, misalnya, tetap dapat mengurangi manfaat bantuan. Begitu pula prosedur yang sebenarnya sudah sesuai aturan dapat menimbulkan ketidakpuasan apabila informasi mengenai jadwal atau persyaratan tidak disampaikan dengan jelas.
51 Penerima Bantuan Menjadi Responden
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap penerima bantuan sosial di Desa Alausalo. Dari 105 rumah tangga penerima bantuan yang menjadi populasi, sebanyak 51 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi.
Kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Efektivitas penyaluran bantuan sosial diukur melalui 12 pernyataan yang mencakup lima dimensi, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata.
Sementara itu, kepuasan masyarakat diukur melalui 10 pernyataan yang mencakup prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kecepatan pelayanan, dan keadilan pelayanan. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, koefisien determinasi, serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 32.0.
Manfaat Bantuan Dinilai Sangat Terasa
Dari 51 responden, efektivitas penyaluran bantuan memperoleh skor rata-rata 50,51 dengan total skor 2.576 dari skor ideal 3.060. Berdasarkan kategori yang digunakan dalam penelitian, hasil tersebut masuk dalam kategori sangat baik.
Aspek dengan skor individual tertinggi mencapai 238 dan berkaitan dengan persepsi bahwa bantuan yang diterima sangat membantu masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat nyata bantuan menjadi salah satu aspek yang paling kuat dalam penilaian penerima.
Namun, terdapat pula bagian yang masih relatif lemah. Skor terendah, yakni 194, berkaitan dengan pemahaman penerima terhadap informasi mengenai jadwal penyaluran bantuan. Dengan demikian, meskipun keseluruhan efektivitas dinilai sangat baik, penyampaian informasi mengenai waktu distribusi masih menjadi ruang untuk perbaikan.
Kepuasan masyarakat juga memperoleh penilaian sangat baik. Total skor kepuasan mencapai 2.188 dari skor ideal 2.550. Aspek keadilan memperoleh penilaian paling tinggi, sementara penjadwalan proses pendaftaran dan verifikasi menjadi bagian yang relatif lebih rendah.
Efektivitas dan Kepuasan Memiliki Hubungan Positif
Analisis Pearson menghasilkan koefisien korelasi 0,604 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara efektivitas penyaluran bantuan sosial dan kepuasan masyarakat.
Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 13,425 + 0,584X. Koefisien efektivitas sebesar 0,584 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit skor efektivitas berkaitan dengan kenaikan sekitar 0,584 unit pada skor kepuasan masyarakat dalam model penelitian. Nilai signifikansinya juga berada di bawah 0,001.
Bagi administrasi pemerintahan desa, temuan ini menempatkan penyaluran bantuan sosial bukan sekadar sebagai proses transfer bantuan, tetapi sebagai bagian dari pelayanan publik. Ketepatan data penerima, kejelasan informasi, ketepatan jadwal, prosedur yang mudah dipahami, serta perlakuan yang adil menjadi bagian dari pengalaman masyarakat.
Yudi Rafial Hadi dan tim dari Universitas Puangrimaggalatung menekankan pentingnya mempertahankan aspek pelayanan yang sudah dinilai positif sekaligus memperbaiki titik lemah yang ditemukan dari respons masyarakat. Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah memperbarui data penerima secara berkala dan menyampaikan jadwal distribusi lebih awal melalui berbagai saluran informasi.
Implikasi bagi Pemerintah Desa
Temuan penelitian memberikan sejumlah masukan praktis bagi pengelolaan bantuan sosial di tingkat desa. Pemerintah desa dapat meningkatkan akurasi data penerima untuk mengurangi kesalahan sasaran, memperjelas informasi mengenai persyaratan dan prosedur, serta memastikan jadwal pendaftaran, verifikasi, dan distribusi dikomunikasikan secara konsisten.
Aspek keadilan juga perlu dipertahankan karena menjadi salah satu komponen dengan penilaian kuat dari penerima. Mekanisme umpan balik masyarakat dapat diperkuat agar penerima memiliki ruang menyampaikan kendala selama proses pelayanan.
Meski demikian, hasil penelitian perlu dibaca sesuai cakupannya. Studi hanya dilakukan di satu desa dengan 51 responden dan menggunakan satu variabel independen. Nilai R² sebesar 36,5 persen menunjukkan masih terdapat faktor lain yang berhubungan dengan kepuasan masyarakat, seperti kualitas pelayanan, transparansi informasi, responsivitas, penanganan keluhan, aksesibilitas, fasilitas, dan karakteristik penerima.
Profil Penulis
Yudi Rafial Hadi merupakan penulis korespondensi dan bagian dari Department of Public Administration, Faculty of Social Sciences, Universitas Puangrimaggalatung. Penelitian ini juga ditulis bersama Ichsan Kasnul Faraby, dari Graduate Program in Public Administration, Universitas Puangrimaggalatung, serta Jaya Alam dan Husna Fadillah, dari Department of Public Administration, Faculty of Social Sciences, Universitas Puangrimaggalatung.
Sumber Penelitian
Judul: The Effectiveness of Social Assistance Distribution Effectiveness on The Level of Public Satisfaction in Alausalo Village, Gilireng District, Wajo Regency
Penulis: Yudi Rafial Hadi, Ichsan Kasnul Faraby, Jaya Alam, Husna Fadillah
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 8
Tahun: 2026, halaman 835–846
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i8.39
URL Jurnal: https://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar