Dampak Pemasaran Komunitas Mikro dan Keterlibatan Merek terhadap Loyalitas Konsumen: Peran Moderasi Kepercayaan Merek pada Produk Perawatan Kulit Glad2Glow di Kota Medan

Gambar Ilustrasi AI

Kepercayaan Merek dan Komunitas Digital Kunci Utama Loyalitas Konsumen Skincare di Medan

Strategi pemasaran berbasis komunitas kecil dan interaksi digital yang erat terbukti menjadi pendorong utama dalam membangun loyalitas konsumen di industri perawatan kulit (skincare). Penelitian ilmiah yang dipublikasikan pada Juni 2026 oleh Nindya Azzahra, Endang Sulistya Rini, dan Beby Karina Fawzeea Sembiring dari Universitas Sumatera Utara mengungkapkan bahwa micro community marketing dan keterikatan merek (brand engagement) berpengaruh positif serta signifikan terhadap kepercayaan (brand trust) dan loyalitas konsumen produk skincare Glad2Glow di Kota Medan. Studi yang melibatkan 160 responden pengguna Glad2Glow ini menegaskan bahwa kepercayaan konsumen memegang peranan sentral sebagai jembatan psikologis yang menguatkan hubungan antara aktivitas pemasaran digital dan keputusan pembelian berulang.

Tingginya tingkat persaingan dalam industri kecantikan dan perawatan kulit di Indonesia menuntut para pelaku usaha untuk tidak sekadar mengandalkan promosi massal. Pergeseran perilaku konsumen modern menunjukkan bahwa pembeli kini lebih mempercayai ulasan jujur, diskusi komunitas digital, dan interaksi interaktif sebelum memutuskan untuk setia pada suatu produk. Fenomena pada produk Glad2Glow di Kota Medan sebelumnya memperlihatkan adanya kesenjangan, di mana aktivitas komunitas yang diminati belum sepenuhnya menghasilkan loyalitas yang optimal karena masih adanya keraguan konsumen terhadap konsistensi dan efektivitas produk. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai bagaimana komunitas micro dan keterikatan merek membentuk kepercayaan menjadi sangat krusial bagi keberlanjutan bisnis agribisnis dan manufaktur kecantikan lokal.

Secara metodologis, tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan pada periode Maret hingga Juni 2026. Data dihimpun melalui kuesioner terstruktur terhadap 160 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria telah menggunakan produk Glad2Glow minimal selama tiga bulan, berdomisili di Kota Medan, dan berusia minimal 17 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0 untuk menguji validitas indikator, keandalan konstruk, serta pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel.

Pengujian statistik dalam penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama terkait pembentukan loyalitas konsumen:

  • Pengaruh Pemasaran Komunitas Mikro: Aktivitas micro community marketing terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek ($\beta = 0,262$; $t = 3,101$; $p = 0,000$) dan loyalitas konsumen ($\beta = 0,270$; $t = 3,257$; $p = 0,001$). Diskusi interaktif dan edukasi dalam komunitas digital mampu meningkatkan keyakinan pembeli.
  • Peran Keterikatan Merek: Keterikatan konsumen terhadap merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek ($\beta = 0,402$; $t = 4,729$; $p = 0,000$) serta loyalitas konsumen ($\beta = 0,180$; $t = 2,155$; $p = 0,000$). Brand engagement menjadi prediktor paling dominan dalam membentuk kepercayaan merek dengan nilai f-square terbesar ($f^2 = 0,161$).
  • Dampak Kepercayaan Merek terhadap Loyalitas: Kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan paling kuat secara langsung terhadap loyalitas konsumen ($\beta = 0,320$; $t = 4,234$; $p = 0,000$).
  • Peran Mediasi Kepercayaan Merek: Kepercayaan merek terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara micro community marketing dan loyalitas konsumen ($\beta = 0,084$; $t = 2,333$; $p = 0,020$), serta memediasi hubungan antara keterikatan merek dan loyalitas konsumen ($\beta = 0,129$; $t = 3,145$; $p = 0,000$).
  • Kapasitas Prediksi Model: Model penelitian ini mampu menjelaskan 35,6 persen varians kepercayaan merek ($R^2 = 0,356$) dan 41,8 persen varians loyalitas konsumen ($R^2 = 0,418$), yang tergolong dalam kategori moderat.

Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen merek kecantikan, praktisi pemasaran digital, dan pelaku industri skincare. Pelaku usaha dituntut untuk memprioritaskan transparansi informasi bahan produk, pemeliharaan kualitas, dan manajemen komunitas yang responsif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Pembentukan loyalitas tidak dapat dicapai hanya dengan mendorong interaksi yang dangkal, melainkan harus dibarengi dengan konsistensi performa produk yang mampu membangun rasa aman dan percaya di kalangan pengguna.

Menjelaskan pentingnya kepercayaan dalam hubungan antara merek dan konsumen, tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara menegaskan bahwa kepercayaan merupakan faktor penentu utama yang mengubah keterlibatan konsumen menjadi tindakan nyata. "Aktivitas pemasaran berbasis komunitas dan keterikatan konsumen akan berdampak jauh lebih efektif terhadap pembentukan loyalitas yang bertahan lama apabila perusahaan mampu membangun kepercayaan merek secara konsisten melalui kualitas produk yang aman dan komunikasi yang jujur," ungkap Nindya Azzahra bersama tim peneliti.

Profil Penulis

  1. Nindya Azzahra, S.E.: Peneliti utama dan alumni Universitas Sumatera Utara, memiliki fokus keahlian pada bidang Manajemen Pemasaran, Pemasaran Digital, dan Perilaku Konsumen.
  2. Prof. Dr. Endang Sulistya Rini, S.E., M.Si.: Guru Besar dan dosen di Universitas Sumatera Utara, berkeahlian pada bidang Manajemen Pemasaran, Strategi Merek, dan Perilaku Konsumen.
  3. Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, S.E., M.Si.: Dosen dan peneliti senior di Universitas Sumatera Utara, dengan fokus kepakaran pada Manajemen Pemasaran, Manajemen Hubungan Pelanggan, dan Strategi Bisnis.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar