Analisis Keuangan Menunjukkan Usaha Purse Seine di Mamuju Layak Dikembangkan

 Illustration by Ai


Usaha penangkapan ikan menggunakan purse seine atau pukat cincin di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kasiwa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan kinerja keuangan yang positif dan dinilai layak untuk dijalankan serta dikembangkan. Temuan tersebut dilaporkan oleh Padrul, Kamaruddin, Hardianti Nur, Femiliani Novitasari, dan Widya Utami dari Universitas Muhammadiyah Mamuju dalam artikel yang diterbitkan pada 2026. Kajian dilakukan di PPI Kasiwa pada April hingga Juni 2026 untuk melihat besarnya investasi, biaya operasional, pendapatan, keuntungan, serta kelayakan finansial usaha perikanan purse seine.

Purse seine merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan untuk menangkap ikan pelagis, termasuk tuna, cakalang, layang, dan kembung. Bagi masyarakat pesisir, kegiatan perikanan tangkap tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan. Di Mamuju, PPI Kasiwa menjadi salah satu pusat pendaratan ikan sekaligus lokasi operasi kapal purse seine.

Namun, usaha ini membutuhkan modal yang besar. Kapal, mesin, jaring, lampu, alat bantu navigasi, hingga perangkat pendukung penangkapan membutuhkan investasi awal. Di sisi lain, biaya bahan bakar, perawatan kapal, es, kebutuhan awak kapal, dan biaya operasional lainnya terus menjadi bagian penting dalam struktur pengeluaran. Kondisi tersebut membuat analisis keuangan diperlukan sebelum usaha diperluas atau mendapatkan tambahan modal.

Investasi Awal Mencapai Rp822,6 Juta

Data penelitian menunjukkan kebutuhan investasi untuk satu unit usaha purse seine di PPI Kasiwa mencapai Rp822,6 juta. Komponen terbesar antara lain kapal sekitar 28 GT senilai Rp350 juta, mesin utama dan mesin bantu Rp180 juta, serta jaring purse seine senilai Rp210 juta.

Investasi tersebut juga mencakup lampu dan generator Rp40 juta, fish aggregating device (FAD) Rp30 juta, serta perangkat pendukung seperti GPS dan fish finder sebesar Rp12,6 juta. Total penyusutan seluruh komponen investasi diperkirakan mencapai Rp101,35 juta per tahun.

Dari sisi operasional, biaya tahunan mencapai Rp1,735875 miliar. Biaya tersebut terdiri atas biaya tetap sekitar Rp344,85 juta dan biaya variabel sekitar Rp1,391 miliar.

Bahan bakar diesel menjadi salah satu pengeluaran utama dengan nilai sekitar Rp340 juta per tahun. Sementara itu, upah atau sistem bagi hasil awak kapal mencapai sekitar Rp883,02 juta per tahun. Pengeluaran lainnya meliputi es dan garam, perbekalan, biaya lelang, pemeliharaan, perbaikan, serta administrasi dan perizinan.

Pendapatan Tahunan Rp2,25 Miliar

Dengan rata-rata produksi 90.000 kilogram ikan per tahun dan harga jual rata-rata Rp25.000 per kilogram, pendapatan usaha diperkirakan mencapai Rp2,25 miliar per tahun.

Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan usaha mencapai sekitar Rp514,125 juta per tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa penerimaan usaha masih berada di atas total biaya yang dikeluarkan.

Peneliti juga menggunakan sejumlah indikator untuk melihat kelayakan usaha. Rasio R/C tercatat 1,30. Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha menghasilkan penerimaan sekitar Rp1,30.

Return on Investment (ROI) mencapai 62,5 persen, sedangkan modal investasi diperkirakan dapat kembali dalam 1,6 tahun atau sekitar satu tahun tujuh bulan. Analisis titik impas menunjukkan produksi minimum sekitar 36.132 kilogram dan harga impas sekitar Rp19.288 per kilogram. Kedua angka tersebut berada di bawah produksi aktual 90.000 kilogram dan harga jual rata-rata Rp25.000 per kilogram.

Nilai Investasi Tetap Positif dalam Proyeksi 10 Tahun

Penilaian finansial juga dilakukan dengan memperhitungkan umur usaha selama 10 tahun dan tingkat diskonto 12 persen per tahun. Hasilnya menunjukkan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp2,655 miliar.

Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) tercatat 4,23, sedangkan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 74,5 persen. Dalam analisis yang digunakan penulis, nilai IRR tersebut berada jauh di atas tingkat diskonto 12 persen.

Ketiga indikator tersebut memberikan hasil yang konsisten bahwa usaha purse seine yang dianalisis memiliki kelayakan finansial berdasarkan kriteria investasi yang digunakan.

Efisiensi Bahan Bakar dan Rantai Dingin Jadi Perhatian

Meski indikator keuangan menunjukkan hasil positif, penulis menyoroti beberapa tantangan yang perlu diperhatikan agar keberlanjutan usaha tetap terjaga. Biaya bahan bakar dan sistem upah atau bagi hasil awak kapal merupakan bagian besar dari biaya operasional.

Kualitas ikan juga menjadi faktor penting karena hasil tangkapan merupakan produk yang mudah rusak. Penulis merekomendasikan peningkatan pengelolaan kualitas melalui sistem rantai dingin atau cold chain. Sistem tersebut dapat membantu menjaga mutu hasil tangkapan sejak ikan didaratkan hingga dipasarkan.

Dari perspektif pengembangan usaha, penulis juga merekomendasikan penguatan akses permodalan dan pendampingan bagi nelayan. Pemerintah daerah dan lembaga keuangan dinilai dapat berperan dalam memperluas akses modal sehingga usaha penangkapan ikan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Profil Penulis

Artikel ini ditulis oleh Padrul, Kamaruddin, Hardianti Nur, Femiliani Novitasari, dan Widya Utami, yang seluruhnya berafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju. Kamaruddin tercatat sebagai corresponding author. Naskah yang tersedia mencantumkan nama dan afiliasi universitas, tetapi tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis.

Terdapat satu perbedaan informasi internal dalam naskah yang perlu diperhatikan pembaca. Bagian abstrak menyebut kajian kasus pada 3 unit usaha purse seine, sedangkan bagian metode menyebut populasi 78 kapal dan sampel 65 unit usaha, dengan nilai yang disajikan sebagai rata-rata per unit usaha per tahun. Karena sumber tidak menjelaskan perbedaan tersebut lebih lanjut, angka tersebut tidak disatukan atau ditafsirkan ulang dalam artikel ini.

Sumber Penelitian

Judul: Financial Analysis of Purse Seine Fishery Business at the Kasiwa Landing and Fish Management Base (PPI), Mamuju Regency, West Sulawesi Province
Penulis: Padrul, Kamaruddin, Hardianti Nur, Femiliani Novitasari, Widya Utami
Afiliasi: Universitas Muhammadiyah Mamuju
Jurnal: International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR)
Volume: 4, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 749–756
DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i8.301

 


Posting Komentar

0 Komentar