Ukuran Perusahaan Memperkuat Pengaruh Profitabilitas terhadap Harga Saham Energi di Indonesia

Created by AI

FORMOSA NEWS -  Profitabilitas perusahaan energi tidak selalu diikuti kenaikan harga saham. Temuan ini terlihat dalam penelitian Setya Aprilia dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dan Mukti Soma dari Telkom University, Bandung, yang menganalisis perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2020–2024. Studi yang diterbitkan pada 2026 ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan arah negatif, sedangkan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan. Menariknya, ukuran perusahaan memperkuat hubungan antara profitabilitas dan harga saham.

Temuan tersebut penting bagi investor karena menunjukkan bahwa menilai saham perusahaan energi tidak cukup hanya dengan melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Karakteristik perusahaan, terutama ukuran aset, juga dapat memengaruhi bagaimana informasi profitabilitas diterima oleh pasar.

Sektor Energi Berada dalam Perubahan Besar

Sektor energi memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia karena menyediakan sumber daya untuk kebutuhan rumah tangga, transportasi, hingga aktivitas industri. Namun, sektor ini menghadapi berbagai perubahan selama periode 2020–2024.

Pandemi COVID-19, fluktuasi harga komoditas energi global, pemulihan ekonomi, serta agenda transisi menuju energi yang lebih bersih menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan dan investor.

Situasi tersebut membuat investor tidak hanya memperhatikan kondisi keuangan perusahaan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan prospek bisnis, risiko, tata kelola, serta kemampuan perusahaan menghadapi perubahan industri.

Dalam konteks tersebut, profitabilitas dan kebijakan dividen menjadi dua indikator keuangan yang sering digunakan investor. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan, sementara kebijakan dividen menggambarkan keputusan perusahaan dalam membagikan laba kepada pemegang saham.

Namun, hasil penelitian Aprilia dan Soma menunjukkan bahwa kedua indikator tersebut memiliki pengaruh yang berbeda terhadap harga saham perusahaan energi.

Analisis Menggunakan Data 95 Observasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan perusahaan energi yang tercatat di BEI.

Perusahaan dipilih berdasarkan beberapa kriteria, antara lain tetap terdaftar di BEI selama periode 2020–2024, menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap, serta menyediakan data yang diperlukan untuk mengukur seluruh variabel penelitian.

Berdasarkan kriteria tersebut, penelitian menggunakan 95 observasi selama periode lima tahun.

Tiga indikator utama digunakan dalam analisis:

  • Profitabilitas diukur menggunakan Return on Equity (ROE), yaitu kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari modal pemegang saham.

  • Kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR), yaitu proporsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham.

  • Ukuran perusahaan dihitung berdasarkan logaritma natural total aset.

Sementara itu, harga saham digunakan sebagai variabel yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Data kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan mengubah hubungan antara profitabilitas, kebijakan dividen, dan harga saham.

Profitabilitas Berpengaruh Signifikan, tetapi Arahnya Negatif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan energi.

Namun, pengaruh tersebut justru berarah negatif. Hasil regresi mencatat koefisien sebesar −147.743,8 dengan nilai probabilitas 0,0006, lebih kecil dari batas signifikansi 5 persen.

Artinya, dalam sampel perusahaan dan periode yang dianalisis, peningkatan profitabilitas tidak otomatis membuat harga saham meningkat. Bahkan, hubungan yang ditemukan menunjukkan arah sebaliknya.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa investor di sektor energi kemungkinan tidak menjadikan laba perusahaan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan investasi.

Perubahan harga komoditas, kondisi ekonomi, risiko bisnis, prospek pertumbuhan, tata kelola perusahaan, dan perkembangan kebijakan energi dapat menjadi pertimbangan lain yang memengaruhi penilaian investor.

Dengan demikian, perusahaan yang mencatat profitabilitas tinggi belum tentu memperoleh respons positif dari pasar apabila investor menilai terdapat risiko atau ketidakpastian yang lebih besar terhadap prospek masa depannya.

Kebijakan Dividen Tidak Berpengaruh Signifikan

Berbeda dengan profitabilitas, kebijakan dividen tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga saham.

Hasil analisis menunjukkan koefisien sebesar 1.941,069 dengan nilai probabilitas 0,7412. Angka tersebut berada jauh di atas batas signifikansi 0,05.

Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya proporsi laba yang dibagikan sebagai dividen bukan faktor utama yang menjelaskan perubahan harga saham perusahaan energi selama periode pengamatan.

Investor tampaknya lebih mempertimbangkan potensi pertumbuhan perusahaan dan keuntungan jangka panjang dibandingkan hanya melihat pembayaran dividen saat ini.

Kondisi tersebut masuk akal dalam industri energi yang sedang menghadapi perubahan struktural. Perusahaan membutuhkan sumber daya untuk mempertahankan operasi, mengembangkan bisnis, dan beradaptasi dengan agenda transisi energi.

Perusahaan Besar Membuat Informasi Profitabilitas Lebih Berpengaruh

Temuan paling menarik dalam penelitian ini muncul ketika ukuran perusahaan dimasukkan sebagai variabel moderasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara signifikan memperkuat hubungan antara profitabilitas dan harga saham. Interaksi antara ROE dan ukuran perusahaan menghasilkan koefisien 6.590,714 dengan nilai probabilitas 0,0004.

Dengan kata lain, informasi mengenai profitabilitas dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap harga saham ketika informasi tersebut berasal dari perusahaan berukuran besar.

Perusahaan besar umumnya memiliki aset lebih banyak, sumber daya keuangan lebih kuat, akses pendanaan lebih luas, serta reputasi yang lebih dikenal di pasar. Kondisi tersebut dapat membuat investor menilai informasi keuangan perusahaan besar sebagai sinyal yang lebih kredibel.

Dalam perspektif Signaling Theory, informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat menjadi sinyal bagi investor mengenai prospek masa depan. Ukuran perusahaan dapat memperkuat kredibilitas sinyal tersebut.

Temuan ini menjadi salah satu kontribusi penting penelitian Setya Aprilia dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dan Mukti Soma dari Telkom University karena menunjukkan bahwa dampak profitabilitas terhadap pasar tidak berdiri sendiri.

Ukuran Perusahaan Tidak Memperkuat Pengaruh Dividen

Namun, efek moderasi ukuran perusahaan tidak berlaku pada kebijakan dividen.

Interaksi antara Dividend Payout Ratio dan ukuran perusahaan menghasilkan koefisien −105,6182 dengan nilai probabilitas 0,6690. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak secara signifikan memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara kebijakan dividen dan harga saham.

Dengan demikian, perusahaan besar tidak otomatis membuat informasi mengenai dividen menjadi lebih penting bagi investor.

Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara cara pasar merespons informasi profitabilitas dan informasi dividen.

Implikasi bagi Investor dan Manajemen Perusahaan

Bagi investor, hasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa keputusan investasi di sektor energi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tingkat laba atau besarnya dividen.

Investor perlu mempertimbangkan ukuran perusahaan, kondisi pasar energi, risiko bisnis, prospek pertumbuhan, tata kelola, serta kemampuan perusahaan menghadapi perubahan industri.

Bagi manajemen perusahaan, menjaga profitabilitas tetap penting, tetapi peningkatan laba harus disertai dengan penguatan fundamental dan kepercayaan pasar. Bagi perusahaan berukuran besar, informasi profitabilitas dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap penilaian investor.

Sementara bagi regulator pasar modal, penelitian ini menegaskan pentingnya transparansi laporan keuangan dan tata kelola perusahaan. Informasi yang transparan dapat membantu investor membuat keputusan berdasarkan kondisi perusahaan yang lebih jelas.

Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mencakup perusahaan sektor energi selama 2020–2024. Faktor lain seperti likuiditas, leverage, tata kelola perusahaan, serta kondisi makroekonomi juga berpotensi memengaruhi harga saham.

Penelitian berikutnya dapat memperpanjang periode pengamatan, memasukkan sektor industri lain, serta menambahkan variabel keuangan dan nonkeuangan agar pemahaman mengenai pembentukan harga saham menjadi lebih komprehensif.

Profil Penulis

Setya Aprilia merupakan penulis dan corresponding author yang berafiliasi dengan Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta. Fokus artikel yang ditulisnya berkaitan dengan keuangan perusahaan, profitabilitas, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan harga saham pada sektor energi.

Mukti Soma berafiliasi dengan Telkom University, Bandung. Kontribusinya dalam artikel berkaitan dengan kajian keuangan perusahaan dan pasar modal, khususnya hubungan karakteristik perusahaan dengan harga saham.

Informasi mengenai gelar akademik dan bidang keahlian khusus kedua penulis tidak dicantumkan dalam naskah yang diberikan, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi.

Sumber Penelitian

Judul: Profitability, Dividend Policy, and Energy-Sector Stock Prices: The Moderating Role of Firm Size in Indonesia, 2020–2024
Penulis: Setya Aprilia dan Mukti Soma
Afiliasi: Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta; Telkom University, Bandung
Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI)
Tahun: 2026
Volume/Issue: Volume 4, Issue 4
DOI: 10.59890/ijmbi.v4i4.36
ISSN-E: 3025-5589

Kesimpulan utama: Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan energi dengan arah negatif, sedangkan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan. Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap harga saham, tetapi tidak memperkuat pengaruh kebijakan dividen.

Posting Komentar

0 Komentar