TV Interaktif Tingkatkan Motivasi dan Pemahaman IPAS Siswa Sekolah Dasar

Created by AI

FORMOSA NEWS -  Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau TV Interaktif terbukti mampu menciptakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa di sekolah dasar. Temuan ini dipublikasikan oleh Imlasiah Zahro dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka, melalui penelitian yang dilakukan pada tahun 2026 di SD Negeri Petukangan Utara 02, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran digital tidak hanya membantu guru menyampaikan materi, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan, serta pemahaman konsep siswa secara lebih efektif.

Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di era Kurikulum Merdeka, guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPAS di banyak sekolah dasar masih didominasi metode konvensional yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam proses belajar.

Kondisi tersebut mendorong hadirnya berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya adalah penggunaan Interactive Flat Panel (IFP), yaitu layar digital interaktif yang menggabungkan fitur presentasi visual, video pembelajaran, koneksi internet, multimedia, dan teknologi layar sentuh dalam satu perangkat. Media ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung.

Dalam penelitiannya, Imlasiah Zahro menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian difokuskan di SD Negeri Petukangan Utara 02 yang telah menerapkan TV Interaktif dalam pembelajaran IPAS. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru IPAS, operator sekolah, dan 25 peserta didik sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai implementasi teknologi tersebut di lingkungan sekolah.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan TV Interaktif berhasil meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Hampir seluruh siswa menyatakan lebih mudah mengikuti pembelajaran karena materi disajikan melalui gambar, video, animasi, dan aktivitas interaktif yang menarik perhatian mereka.

Penelitian mencatat beberapa temuan utama, antara lain:

  • Seluruh 25 siswa dan 3 pihak sekolah menyatakan media visual dan video pembelajaran sangat membantu proses belajar.

  • 24 siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih interaktif melalui fitur layar sentuh dan multimedia.

  • Seluruh siswa mengaku lebih termotivasi mengikuti pelajaran ketika menggunakan TV Interaktif dibandingkan papan tulis konvensional.

  • Seluruh siswa juga merasa lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mengikuti kegiatan pembelajaran.

  • 24 siswa menyatakan pemahaman mereka terhadap materi IPAS meningkat setelah menggunakan TV Interaktif.

Temuan menarik lainnya adalah perubahan pola pembelajaran di kelas. TV Interaktif tidak hanya menjadi alat presentasi digital, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif. Siswa lebih percaya diri menyampaikan pendapat, berdiskusi bersama teman, serta terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan guru.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa. Sebanyak 25 siswa merasakan pengalaman belajar secara langsung dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, sedangkan 23 siswa menilai proses belajar lebih memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi materi secara mandiri. Hal ini sejalan dengan pendekatan konstruktivisme yang menjadi landasan penelitian, di mana pengetahuan dibangun melalui pengalaman, interaksi sosial, dan aktivitas belajar yang bermakna.

Menurut Imlasiah Zahro dari Universitas Terbuka, penggunaan TV Interaktif memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran, bukan lagi sebagai satu-satunya sumber informasi. Dengan dukungan media visual, video, simulasi, dan fitur sentuh, siswa dapat memahami konsep-konsep IPAS yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Meski demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan dalam implementasinya. Tidak semua guru memiliki kompetensi digital yang sama. Selain itu, sekolah masih membutuhkan dukungan infrastruktur, jaringan internet yang stabil, serta perangkat pendukung lainnya agar pemanfaatan TV Interaktif dapat berjalan optimal.

Beberapa kendala yang berhasil diidentifikasi meliputi:

  • Kompetensi digital guru yang masih perlu ditingkatkan.

  • Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran digital.

  • Adaptasi siswa terhadap penggunaan media pembelajaran baru.

  • Persiapan bahan ajar digital yang membutuhkan waktu lebih banyak.

  • Perlunya dukungan sekolah secara berkelanjutan terhadap transformasi pembelajaran digital.

Walaupun demikian, dukungan dari pihak sekolah dinilai sudah cukup baik. Penelitian merekomendasikan agar peningkatan kompetensi digital guru dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, disertai pengembangan bahan ajar berbasis multimedia yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Integrasi teknologi seperti Interactive Flat Panel dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis. Keberhasilan transformasi digital di sekolah tidak hanya bergantung pada tersedianya perangkat teknologi, tetapi juga kesiapan guru, dukungan kelembagaan, serta budaya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Profil Penulis

Imlasiah Zahro merupakan akademisi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Terbuka. Bidang kajiannya meliputi teknologi pembelajaran, inovasi media pendidikan, pembelajaran digital, dan pengembangan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Interactive Flat Panel sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS melalui pendekatan konstruktivistik.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Analysis of the Utilization of Interactive Flat Panel (IFP) Technology in Enhancing the Quality of Integrated Science and Social Studies (IPAS) Learning in Elementary Schools

Penulis: Imlasiah Zahro

Jurnal: Asian Journal of Applied Education (AJAE)

Volume: 5, Nomor 3

Tahun: 2026

Halaman: 537–554

DOI: https://doi.org/10.55927/ajae.v5i3.16767

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajae

Posting Komentar

0 Komentar