Studi Gordon College: Pemasaran Digital Lebih Efektif Tingkatkan Keterlibatan Pelanggan UMKM di Olongapo

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Olongapo City, Filipina - Pemasaran digital dinilai lebih efektif daripada pemasaran tradisional dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan pada usaha kecil dan menengah (SME) di Olongapo City, Filipina. Temuan ini berasal dari studi Sofia Lyza E. Balisong, Sandrine C. Magcaling, Maria Camille Anne M. Padilla, Althea Joy Y. Paule, Angela Bea A. Reyes, Lyka Reyes, Joy Ann Ragasa, dan Mark Joseph Pampolino dari Gordon College, Filipina. Penelitian melibatkan mahasiswa Manajemen Pemasaran Gordon College pada tahun akademik 2025–2026 dan menunjukkan keunggulan pemasaran digital pada keterlibatan, partisipasi, interaksi, hingga perilaku pelanggan.

Hasil tersebut penting bagi SME karena bisnis kecil dan menengah menghadapi persaingan yang semakin ketat, keterbatasan sumber daya, serta perubahan cepat dalam preferensi konsumen. Di Olongapo City, SME menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan pengembangan masyarakat. Dalam situasi tersebut, pilihan strategi pemasaran dapat menentukan seberapa efektif bisnis menjangkau dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

Pemasaran tradisional selama ini mengandalkan media offline seperti televisi, radio, surat kabar, iklan cetak, dan promosi tatap muka. Pola komunikasi ini umumnya lebih banyak berlangsung satu arah. Sementara itu, pemasaran digital memanfaatkan media sosial, situs web, aplikasi seluler, dan email untuk menciptakan komunikasi yang lebih interaktif dan berlangsung secara cepat.

Perbedaan tersebut menjadi semakin penting ketika pelanggan tidak hanya ingin menerima informasi, tetapi juga ingin memberikan komentar, bertanya, membagikan konten, memberikan ulasan, dan memperoleh respons langsung dari sebuah merek. Studi Balisong dan rekan-rekannya secara khusus membandingkan kedua pendekatan tersebut dari perspektif mahasiswa yang dipersiapkan menjadi tenaga profesional pemasaran.

Melibatkan 210 Mahasiswa Gordon College

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif. Dari 380 mahasiswa Bachelor of Science in Business Administration major in Marketing Management yang terdaftar di Gordon College pada tahun akademik 2025–2026, peneliti memilih 210 responden melalui stratified random sampling agar mahasiswa tingkat pertama hingga keempat terwakili secara proporsional.

Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibuat peneliti dan menggunakan skala Likert empat poin. Kuesioner telah melalui validasi ahli dan uji coba. Nilai Cronbach’s alpha berada pada rentang 0,789 hingga 0,938, yang dalam artikel dinilai menunjukkan reliabilitas dari tingkat dapat diterima hingga sangat baik. Data kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, dan Wilcoxon Signed-Rank Test.

Peneliti mengukur keterlibatan pelanggan melalui empat aspek utama, yaitu customer involvement, customer participation, customer interaction, dan customer behavior.

Pemasaran Digital Unggul di Empat Aspek

Keunggulan pemasaran digital terlihat konsisten pada seluruh indikator yang diukur.

  • Keterlibatan pelanggan: pemasaran digital memperoleh nilai rata-rata gabungan 3,59 dan masuk kategori “Very Effective”, sedangkan pemasaran tradisional memperoleh 2,98 atau “Highly Effective”. Pemasaran digital lebih kuat dalam menarik perhatian, membangun ketertarikan, memperkuat ingatan terhadap merek, dan menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan.
  • Partisipasi pelanggan: pemasaran digital mencatat nilai rata-rata 3,50, dibandingkan 3,07 untuk pemasaran tradisional. Responden lebih terdorong melakukan aktivitas seperti mengeklik tautan, menggunakan promo online, membagikan unggahan, menandai teman, memberikan komentar, ulasan, atau mengikuti aktivitas promosi digital.
  • Interaksi pelanggan: pemasaran digital mendapatkan nilai rata-rata 3,57, sementara pemasaran tradisional 3,03. Fitur pesan, percakapan, komentar, dan sistem umpan balik online memungkinkan pelanggan berkomunikasi dengan bisnis secara lebih cepat dan dua arah.
  • Perilaku pelanggan: pemasaran digital memperoleh nilai rata-rata 3,49, sedangkan pemasaran tradisional 2,90. Pemasaran digital dinilai lebih kuat dalam memengaruhi keputusan pembelian, pilihan merek, loyalitas, hingga kecenderungan merekomendasikan merek setelah pembelian.

Perbedaan antara kedua strategi tersebut juga tidak sekadar terlihat dari nilai rata-rata. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan perbedaan yang signifikan pada keempat aspek keterlibatan pelanggan, dengan nilai p kurang dari 0,001 dan ukuran efek yang dikategorikan besar. Hasil tersebut membuat hipotesis nol ditolak untuk customer involvement, participation, interaction, dan behavior.

Bukan Berarti Pemasaran Tradisional Harus Ditinggalkan

Para peneliti tidak menyimpulkan bahwa pemasaran tradisional sudah tidak berguna. Sebaliknya, pemasaran tradisional masih memiliki peran dalam membangun kesadaran merek, kepercayaan, familiaritas, dan kredibilitas. Perbedaannya, pemasaran digital memberikan ruang interaksi yang lebih besar melalui komunikasi real-time, konten yang dapat dipersonalisasi, serta akses informasi yang lebih mudah.

Balisong dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa keunggulan pemasaran digital terutama berasal dari karakteristiknya yang interaktif, personal, dan berlangsung secara cepat. Pada saat yang sama, pendekatan tradisional tetap dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas merek, kemudian mengarahkan pelanggan menuju kanal digital untuk komunikasi dan keterlibatan yang berkelanjutan.

Temuan ini memberi pesan praktis bagi pemilik SME. Bisnis dapat memperkuat kehadiran di media sosial, situs web, dan kanal online lain dengan konten yang menarik serta respons cepat terhadap pertanyaan pelanggan. Peneliti juga merekomendasikan pelatihan pemasaran digital bagi pemilik SME dan organisasi bisnis agar kemampuan pembuatan konten, keterlibatan pelanggan, serta analitik digital semakin berkembang.

Namun, hasil penelitian memiliki batasan. Responden hanya berasal dari mahasiswa Manajemen Pemasaran Gordon College sehingga temuan tersebut belum tentu mewakili mahasiswa dari institusi, program studi, wilayah, atau kelompok masyarakat lain. Penelitian juga hanya menggunakan survei kuantitatif dan belum menggali pengalaman serta motivasi responden secara mendalam.

Profil Penulis

Artikel ini ditulis oleh Sofia Lyza E. Balisong, Sandrine C. Magcaling, Maria Camille Anne M. Padilla, Althea Joy Y. Paule, Angela Bea A. Reyes, Lyka Reyes, Joy Ann Ragasa, dan Mark Joseph Pampolino, seluruhnya berafiliasi dengan Gordon College, Filipina. Artikel mencantumkan Althea Joy Y. Paule sebagai corresponding author. Gelar akademik dan bidang keahlian spesifik masing-masing penulis tidak dicantumkan dalam artikel yang menjadi sumber berita ini.

Sumber Penelitian

Judul: Traditional vs. Digital Marketing: A Comparative Study of Marketing Management Students’ Perceptions and Its Implications for SME Customer Engagement in Olongapo City
Penulis: Sofia Lyza E. Balisong, Sandrine C. Magcaling, Maria Camille Anne M. Padilla, Althea Joy Y. Paule, Angela Bea A. Reyes, Lyka Reyes, Joy Ann Ragasa, Mark Joseph Pampolino
Afiliasi: Gordon College, Philippines
Jurnal: Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM)
Volume: 5, Nomor 3, 2026, halaman 803–820
Publikasi: 2026.

Posting Komentar

0 Komentar