Digitalisasi Pemasaran Pawon Mba Ning Perluas Jangkauan UMKM Kuliner Surabaya

Ilustrasi by AI

Surabaya — Pendampingan komunikasi pemasaran digital membantu UMKM Pawon Mba Ning memperkuat identitas merek dan memperluas saluran penjualan melalui platform e-commerce. Kegiatan yang dilakukan Moh Dey Prayogo, Dinnar Maulana, Arvin Adyatma, Javier Zanetti, Ach Rainhard Furqan, M Ichsan Hidayat, dan Fitrah Sugesti dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, berlangsung selama Juni 2026 di lokasi usaha Pawon Mba Ning, Surabaya, Jawa Timur. Program tersebut menghasilkan logo baru, akun e-commerce pada Shopee Food dan GoFood, serta pemasangan banner sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran digital dan luring.
Pawon Mba Ning merupakan usaha kuliner rumahan yang berdiri sejak 2019 dan menyediakan berbagai masakan rumahan serta layanan katering untuk kegiatan di wilayah Surabaya. Meski telah memiliki pelanggan loyal dan produk yang dinilai berkualitas, pemasaran usaha sebelumnya masih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Kondisi tersebut membuat potensi pasar digital belum dimanfaatkan secara optimal.

Tim dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menemukan sejumlah persoalan dalam komunikasi pemasaran Pawon Mba Ning. Usaha tersebut belum memiliki akun media sosial bisnis yang aktif, belum mempunyai identitas merek yang konsisten, belum memahami proses pendaftaran produk pada platform e-commerce seperti Shopee dan GoFood, serta masih memiliki keterbatasan dalam membuat deskripsi produk yang persuasif.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. Artikel mencatat bahwa UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,51 persen terhadap produk domestik bruto nasional, sementara nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai USD 62 miliar pada 2023. Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peluang bagi UMKM kuliner untuk menjangkau konsumen melalui kanal digital, meskipun kemampuan literasi digital dan komunikasi pemasaran masih menjadi tantangan.

Pendampingan dilakukan secara partisipatif selama satu bulan. Pemilik usaha dilibatkan langsung dalam proses identifikasi kebutuhan, pembuatan identitas visual, pelatihan penggunaan e-commerce, hingga evaluasi hasil penerapan strategi pemasaran. Pendekatan tersebut memungkinkan pemilik usaha tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan berbagai aktivitas pemasaran digital.

Pada tahap awal, tim melakukan observasi dan wawancara dengan pemilik Pawon Mba Ning untuk memetakan kebutuhan komunikasi pemasaran. Setelah itu, pendampingan berlanjut pada pembuatan logo. Prosesnya mencakup diskusi konsep, pemilihan warna dan tipografi yang sesuai dengan karakter kuliner rumahan, hingga menghasilkan logo yang dapat digunakan pada kemasan produk dan profil digital.

Tahap berikutnya berfokus pada digitalisasi. Pemilik usaha mendapatkan pelatihan langsung mengenai pendaftaran dan pengelolaan akun Shopee Food, termasuk mengunggah foto produk, menulis deskripsi menu, menentukan harga, serta melakukan simulasi penerimaan dan pemrosesan pesanan secara digital. Pendampingan juga mencakup pengelolaan kehadiran usaha pada GoFood.

Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pada cara Pawon Mba Ning memperkenalkan produknya kepada konsumen. Sebelumnya, usaha tersebut belum memiliki identitas visual yang baku sehingga relatif sulit dikenali di tengah persaingan bisnis kuliner Surabaya. Setelah pendampingan, logo baru digunakan pada kemasan dan profil digital untuk membangun tampilan merek yang lebih profesional dan konsisten.

Kehadiran di platform e-commerce menjadi perubahan penting lainnya. Sebelum digitalisasi, jangkauan komunikasi pemasaran Pawon Mba Ning terutama berada di lingkungan tetangga dan relasi terdekat. Setelah memperoleh pendampingan, kanal digital membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas di kawasan Surabaya, termasuk segmen keluarga dan pekerja kantoran.

Tim juga memasang banner fisik di lokasi usaha sebagai penghubung antara promosi online dan offline. Banner tersebut memuat logo baru, informasi menu unggulan seperti Nasi Pecel khas Kediri, serta informasi bahwa produk dapat dipesan melalui aplikasi e-commerce. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan visibilitas usaha sekaligus memberi tahu pelanggan bahwa pemesanan kini dapat dilakukan secara daring.

Menurut Prayogo dan tim dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, penguatan identitas visual, digitalisasi saluran distribusi, dan komunikasi online-to-offline menjadi tiga capaian utama dalam pendampingan Pawon Mba Ning. Strategi tersebut membuat pesan pemasaran lebih terarah, saluran komunikasi menjadi lebih beragam, dan sasaran konsumen menjadi lebih luas.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya komunikasi pembangunan dalam mendukung ketahanan dan pertumbuhan usaha mikro. Pendekatan partisipatif membantu pemilik UMKM beradaptasi dengan teknologi melalui proses yang bertahap dan langsung. Selain meningkatkan profesionalitas tampilan usaha, digitalisasi memberikan fondasi bagi Pawon Mba Ning untuk mengembangkan pemasaran secara lebih konsisten.

Tim penulis juga mencatat bahwa Pawon Mba Ning memiliki keunggulan kompetitif berupa bumbu pecel khas Kediri yang autentik dan harga yang terjangkau. Keunggulan tersebut kini didukung oleh identitas merek dan saluran pemasaran yang lebih memadai. Ke depan, pemilik usaha disarankan mempertahankan kualitas pelayanan pada platform digital dan mengeksplorasi fitur promosi berbayar untuk memperbesar peluang pertumbuhan.

Profil Penulis

Moh Dey Prayogo — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dinnar Maulana — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Arvin Adyatma — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Javier Zanetti — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Ach Rainhard Furqan — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
M Ichsan Hidayat — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Fitrah Sugesti — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber Penelitian

Judul: Penguatan Komunikasi Pemasaran Digital UMKM Pawon Mba Ning melalui Strategi E-Commerce Berbasis Komunikasi Pembangunan
Jurnal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF)
Volume 5, Nomor 4, Agustus 2026, halaman 319–326.

Posting Komentar

0 Komentar