Sistem Absensi LINMAS Berbasis Geolokasi Cegah Kecurangan Kehadiran di Sudiroprajan

Ilustrasi by AI

Surakarta— Sistem absensi berbasis web dengan teknologi geolokasi berhasil dikembangkan untuk meningkatkan akurasi dan akuntabilitas kehadiran anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS) di Kantor Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Sistem tersebut dikembangkan oleh Afrizal Satrio Putra, Muhammad Setiyawan, dan Indrawan Ady Saputro dari STMIK Amikom Surakarta dan dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS).

Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mencapai tingkat keberhasilan 100 persen pada skenario absensi yang valid. Evaluasi kemudahan penggunaan juga memperoleh skor 77,5 dalam System Usability Scale (SUS), yang masuk kategori “Good”. Temuan ini menunjukkan teknologi geolokasi dapat menjadi solusi untuk mengurangi kecurangan absensi sekaligus membantu administrasi kehadiran LINMAS menjadi lebih efisien.

Absensi manual rentan terhadap kecurangan

Sebelum sistem digital diterapkan, pencatatan kehadiran LINMAS di Kantor Kelurahan Sudiroprajan masih mengandalkan lembar tanda tangan dan pencatatan manual. Cara tersebut memiliki sejumlah kelemahan, mulai dari kemungkinan manipulasi data, buddy punching atau menitipkan absensi kepada rekan kerja, hingga kesulitan dalam pengolahan dan pelaporan data.

Persoalan tersebut menjadi lebih penting karena anggota LINMAS tidak selalu berada di dalam kantor. Mereka dapat menjalankan tugas di berbagai lokasi di wilayah kelurahan untuk menjaga ketertiban, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan membantu pelayanan pemerintahan.

Para peneliti melihat kebutuhan terhadap sistem absensi yang bukan hanya mencatat waktu kehadiran, tetapi juga dapat memastikan lokasi seseorang ketika melakukan absensi. Pendekatan ini sejalan dengan arah digitalisasi pelayanan LINMAS yang didorong pemerintah melalui sistem informasi seperti SIM LINMAS.

Geolokasi memastikan posisi pengguna

Afrizal Satrio Putra, Muhammad Setiyawan, dan Indrawan Ady Saputro mengembangkan sistem menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian.

Sistem dibangun menggunakan HTML5, CSS, JavaScript, PHP dengan kerangka kerja CodeIgniter, MySQL, serta HTML5 Geolocation API. Teknologi tersebut memungkinkan sistem memperoleh koordinat geografis pengguna melalui perangkat yang digunakan untuk melakukan absensi.

Setelah koordinat diperoleh, sistem menghitung jarak antara posisi pengguna dan titik koordinat Kantor Kelurahan Sudiroprajan. Perhitungan menggunakan rumus Haversine untuk menentukan apakah pengguna masih berada dalam radius absensi yang telah ditentukan.

Jika posisi pengguna berada di dalam radius yang diperbolehkan, absensi dapat dicatat. Sebaliknya, jika pengguna berada di luar radius, sistem secara otomatis menolak proses absensi dan memberikan pemberitahuan kepada pengguna. Radius tersebut juga dapat disesuaikan oleh administrator untuk mempertimbangkan variasi akurasi GPS.

Pengujian menunjukkan hasil positif

Sistem diuji melalui 15 skenario utama yang mencakup autentikasi pengguna, clock-in, clock-out, validasi lokasi, pembuatan laporan, dan pengelolaan pengguna.

Dalam kondisi normal, yaitu ketika pengguna berada di dalam radius lokasi yang ditentukan dan memenuhi ketentuan waktu, sistem mencapai tingkat keberhasilan 100 persen. Secara keseluruhan, sistem memenuhi sekitar 95 persen kebutuhan yang sebelumnya telah diidentifikasi pada tahap analisis kebutuhan.

Pengujian juga memperlihatkan perbedaan akurasi geolokasi berdasarkan lingkungan. Di area terbuka, akurasi GPS dapat mencapai sekitar 3,2 meter. Namun, penyimpangan meningkat hingga sekitar 8 meter ketika perangkat digunakan di dalam ruangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem absensi berbasis geolokasi perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan. Bangunan, kepadatan kawasan, dan kualitas jaringan dapat memengaruhi ketepatan posisi yang diterima perangkat. Karena itu, sistem menyediakan pengaturan radius yang dapat disesuaikan administrator.

Lebih mudah digunakan dan diawasi

Selain menguji fungsi teknis, peneliti mengevaluasi pengalaman pengguna. Sistem memperoleh skor SUS sebesar 77,5 dan masuk kategori “Good”.

Pengguna menilai sistem relatif mudah digunakan, memberikan umpan balik secara langsung ketika melakukan absensi, dan memiliki antarmuka yang sederhana. Fitur validasi lokasi juga dinilai membantu mencegah kecurangan kehadiran.

Bagi administrator, sistem menyediakan dasbor terpusat untuk melihat data kehadiran, membuat laporan berdasarkan rentang tanggal, serta mengelola akun anggota LINMAS. Sistem juga mencatat percobaan absensi yang ditolak karena berada di luar radius.

Pencatatan tersebut menjadi penting karena tidak semua absensi dari luar radius otomatis berarti pelanggaran. Anggota LINMAS dapat saja sedang menjalankan tugas lapangan yang sah. Dengan adanya catatan koordinat dan waktu, administrator dapat memeriksa kembali kondisi tersebut sebelum mengambil keputusan.

Teknologi meningkatkan akuntabilitas, tetapi belum sempurna

Menurut Afrizal Satrio Putra, Muhammad Setiyawan, dan Indrawan Ady Saputro dari STMIK Amikom Surakarta, validasi berbasis lokasi memberikan cara yang lebih objektif untuk memastikan kehadiran personel di lokasi yang diizinkan. Sistem tidak hanya mencatat kehadiran, tetapi juga membangun jejak audit melalui penyimpanan koordinat dan waktu setiap percobaan absensi.

Meski demikian, para peneliti mengakui bahwa geolokasi berbasis browser belum sepenuhnya kebal terhadap manipulasi. Aplikasi mock location atau perangkat pengembang tertentu dapat digunakan untuk memalsukan koordinat GPS. Sistem yang dikembangkan telah menerapkan sejumlah pengamanan, seperti menolak data lokasi dengan tingkat akurasi yang terlalu lebar, menyimpan informasi perangkat, serta menandai pola yang mencurigakan pada dasbor administrator.

Peneliti merekomendasikan pengembangan berikutnya dengan menambahkan verifikasi biometrik seperti pengenalan wajah, aplikasi seluler asli dengan mekanisme keamanan perangkat, validasi jam kerja, serta kemungkinan integrasi dengan SIM LINMAS.

Pengembangan lebih lanjut juga dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menganalisis pola kehadiran, meningkatkan akurasi geolokasi di dalam ruangan melalui teknologi seperti Bluetooth beacon atau Wi-Fi fingerprinting, serta menguji penerapan sistem pada lebih banyak kelurahan dan kecamatan.

Profil Penulis

Afrizal Satrio Putra — Penulis utama dan corresponding author, berafiliasi dengan STMIK Amikom Surakarta.
Muhammad Setiyawan — Penulis, berafiliasi dengan STMIK Amikom Surakarta.
Indrawan Ady Saputro — Penulis, berafiliasi dengan STMIK Amikom Surakarta.

Artikel sumber tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan dalam profil untuk menjaga akurasi.

Sumber Penelitian

Judul: Web-Based LINMAS Attendance System with Geolocation-Based Location Radius at Sudiroprajan Subdistrict Office
Penulis: Afrizal Satrio Putra, Muhammad Setiyawan, Indrawan Ady Saputro
Afiliasi: STMIK Amikom Surakarta
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 899–910
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i8.45
Website jurnal: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar