Sentimen Publik Picu Gangguan Singkat pada Likuiditas Pasar Kripto, Menurut Riset Terbaru

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru oleh Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University pada tahun 2026 mengungkap bahwa tekanan informasi dari publik langsung memengaruhi kelancaran transaksi di pasar mata uang kripto. Temuan ini penting karena menunjukkan bagaimana sentimen publik dan paparan berita dapat mengubah kondisi perdagangan aset digital, bukan sekadar memengaruhi harganya.

Selama ini, pasar kripto diketahui sangat reaktif terhadap berita dan emosi para investor. Namun, sebagian besar riset sebelumnya hanya berfokus pada prediksi pergerakan harga atau tingkat volatilitas pasar. Pertanyaan mengenai apakah kepanikan publik atau sentimen berita yang negatif membuat proses transaksi menjadi lebih sulit dan mahal justru belum banyak dieksplorasi.

Untuk menemukan jawabannya, studi ini menganalisis data harian dari aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Metodologi riset ini menggabungkan data riwayat transaksi pasar kripto dengan berbagai indikator stres informasi. Tekanan informasi dari publik diukur menggunakan Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed Index), sentimen berita, serta tingkat perhatian masyarakat melalui tayangan halaman pencarian di Wikipedia.

Hasil penelitian menjabarkan sejumlah temuan utama:

  • Hambatan perdagangan akibat tekanan informasi mayoritas hanya berdampak dalam jangka pendek.
  • Gesekan transaksi yang berbasis pada selisih harga jual dan beli (spread) merespons kepanikan seketika itu juga, tetapi pasar mampu pulih dengan sangat cepat.
  • Gangguan pada aspek rasio kelancaran pencairan dana (Amihud illiquidity) menyesuaikan diri dengan guncangan pasar secara lebih bertahap.
  • Secara keseluruhan, rentetan tekanan informasi hanya memicu gangguan perdagangan yang bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada ketahanan pasar kripto.

Temuan ini memberikan wawasan dan dampak praktis bagi pelaku bisnis keuangan. Mengingat karakter pasar yang reaktif, para investor dan pedagang kripto disarankan untuk mengantisipasi tingginya risiko kegagalan eksekusi transaksi yang biasa muncul sementara waktu selama periode berita intens berlangsung. Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University menyarankan agar pengelola bursa dan penyedia likuiditas mulai memantau indikator sentimen masyarakat secara aktif demi mendeteksi stres likuiditas jangka pendek.

Profil Singkat Penulis Ningyu Zhou merupakan akademisi dan peneliti di Al-Farabi Kazakh National University, Almaty, Kazakhstan. Fokus riset dan keilmuannya mencakup dinamika pasar mata uang kripto, gesekan perdagangan investasi, dan ketahanan likuiditas pasar.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Information Stress and Trading-Friction Resilience: Evidence from Public Sentiment and News Context in Cryptocurrency Markets
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Jurnal / Lisensi: Artikel ini diterbitkan dengan akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
  • DOI: 

    https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i4.47

Posting Komentar

0 Komentar