Penelitian terbaru oleh Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University pada tahun 2026 mengungkap bahwa tekanan informasi dari publik langsung memengaruhi kelancaran transaksi di pasar mata uang kripto
Selama ini, pasar kripto diketahui sangat reaktif terhadap berita dan emosi para investor
Untuk menemukan jawabannya, studi ini menganalisis data harian dari aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)
Hasil penelitian menjabarkan sejumlah temuan utama:
- Hambatan perdagangan akibat tekanan informasi mayoritas hanya berdampak dalam jangka pendek
. - Gesekan transaksi yang berbasis pada selisih harga jual dan beli (spread) merespons kepanikan seketika itu juga, tetapi pasar mampu pulih dengan sangat cepat
. - Gangguan pada aspek rasio kelancaran pencairan dana (Amihud illiquidity) menyesuaikan diri dengan guncangan pasar secara lebih bertahap
. - Secara keseluruhan, rentetan tekanan informasi hanya memicu gangguan perdagangan yang bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada ketahanan pasar kripto
.
Temuan ini memberikan wawasan dan dampak praktis bagi pelaku bisnis keuangan. Mengingat karakter pasar yang reaktif, para investor dan pedagang kripto disarankan untuk mengantisipasi tingginya risiko kegagalan eksekusi transaksi yang biasa muncul sementara waktu selama periode berita intens berlangsung
Profil Singkat Penulis
Ningyu Zhou merupakan akademisi dan peneliti di Al-Farabi Kazakh National University, Almaty, Kazakhstan
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Information Stress and Trading-Friction Resilience: Evidence from Public Sentiment and News Context in Cryptocurrency Markets
- Tahun Publikasi: 2026
- Jurnal / Lisensi: Artikel ini diterbitkan dengan akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i4.47
0 Komentar