LAMONGAN — Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, gangguan tidur menjadi masalah mendasar yang kerap dihadapi para calon ibu. Penurunan kualitas tidur ini dipicu oleh perubahan fisiologis dan psikologis, mulai dari nyeri punggung, rasa cemas menjelang persalinan, hingga besarnya dorongan janin yang menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat di malam hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut tanpa obat-obatan, penelitian terbaru membuktikan bahwa latihan prenatal yoga (yoga hamil) secara rutin berhubungan signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester akhir. Penelitian ilmiah ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Lamongan yang terdiri dari Rosidatul Awaliyah, Ponco Indah Arista Sari, Aulia Kurnianing Putri, dan Ratih Indah Kartikasari. Dipublikasikan pada tahun 2026 di jurnal ilmiah International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), studi ini menyoroti betapa krusialnya pemenuhan durasi dan kualitas istirahat bagi ibu hamil guna menjaga kesehatan maternal sekaligus mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin.
Latar Belakang Masalah dan Dampak Gangguan Tidur
Masalah tidur selama masa kehamilan merupakan fenomena global. Data Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 18% populasi dunia mengalami gangguan tidur, sementara di Indonesia angka insomnia diperkirakan mencapai 10% atau setara 28 juta jiwa. Khusus bagi ibu hamil, prevalensi gangguan tidur melonjak drastis, terutama pada trimester ketiga yang diperkirakan memengaruhi lebih dari 60% kehamilan. Di Jawa Timur saja, prevalensi masalah tidur ibu hamil tercatat mencapai 23%. Jika tidak ditangani, kualitas tidur yang buruk pada ibu hamil tidak hanya menimbulkan kelelahan kronis dan penurunan konsentrasi harian, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi medis serius seperti preeklamsia, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Oleh sebab itu, intervensi non-farmakologis (non-obat) sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban fisik dan emosional calon ibu.
Ringkasan Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan melibatkan seluruh populasi ibu hamil trimester ketiga (usia kandungan 28–40 minggu) yang terdaftar di fasilitas kesehatan tersebut. Melalui teknik total sampling, sebanyak 42 ibu hamil menjadi responden dalam studi ini. Para peneliti mengevaluasi tingkat keteraturan partisipasi responden dalam mengikuti kelas prenatal yoga serta mengukur tingkat kualitas tidur mereka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikansi p-value 0,05.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang nyata dan signifikan antara keteraturan melakukan prenatal yoga dengan peningkatan kualitas tidur pada ibu hamil trimester ketiga:
-Tingkat Partisipasi Yoga: Sebanyak 78,6% responden (33 orang) teratur mengikuti latihan prenatal yoga, sedangkan 21,4% (9 orang) tergolong tidak teratur.
-Kualitas Tidur Responden: Secara umum, 61,9% responden (26 orang) memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 38,1% (16 orang) mengalami kualitas tidur yang kurang baik.
-Hubungan Keteraturan dan Kualitas Tidur: Dari kelompok ibu hamil yang rutin ber-yoga, sebanyak 23 orang (69,7%) menikmati kualitas tidur yang baik. Sebaliknya, pada kelompok yang tidak rutin, mayoritas atau sebanyak 6 orang (66,7%) mengalami kualitas tidur yang buruk.
-Hasil Uji Statistik: Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value < 0,001 (lebih kecil dari 0,05). Hasil ini secara tegas menolak hipotesis nol ($H_0$) dan menerima hipotesis alternatif ($H_a$), yang mengonfirmasi bahwa latihan prenatal yoga secara teratur berhubungan erat dengan perbaikan kualitas tidur.
secara fisiologis dan psikologis, gerakan lembut, teknik pernapasan, serta relaksasi dalam prenatal yoga bekerja menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan merangsang sistem saraf parasimpatis. Dampaknya, ketegangan otot-otot tubuh berkurang, sirkulasi darah meningkat, dan pikiran menjadi lebih tenang, sehingga ibu hamil lebih mudah untuk tertidur lelap.
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis yang luas bagi pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam perawatan antenatal (antenatal care):
-Bagi Ibu Hamil dan Keluarga: Prenatal yoga dapat dijadikan metode perawatan mandiri (self-care) yang aman, fleksibel, dan terjangkau untuk mengurangi rasa cemas serta rasa pegal selama kehamilan tanpa ketergantungan pada obat tidur.
-Bagi Tenaga Kesehatan dan Puskesmas: Bidan dan tenaga medis di Puskesmas dapat menjadikan program kelas prenatal yoga sebagai intervensi rutin yang terintegrasi untuk mendukung kesehatan fisik dan mental calon ibu.
-Bagi Kebijakan Layanan Kesehatan: Menguatkan pentingnya penyediaan ruang dan fasilitator olah tubuh khusus kehamilan di tingkat pelayanan kesehatan primer guna menekan angka risiko komplikasi persalinan.
Peneliti menegaskan bahwa prenatal yoga tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga menyediakan ruang dukungan sosial bagi sesama ibu hamil untuk saling berbagi pengalaman, sehingga kesiapan mental menghadapi persalinan menjadi lebih optimal.
Profil Penulis
- Rosidatul Awaliyah, S.Keb. — Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, berfokus pada bidang kebidanan dan kesehatan maternal.
- Ponco Indah Arista Sari, S.S.T., M.Kes. — Dosen dan Peneliti di Universitas Muhammadiyah Lamongan, ahli dalam bidang kebidanan dan perawatan antenatal (Corresponding Author).
- Aulia Kurnianing Putri, S.S.T., M.Keb. — Akademisi dan Peneliti di Universitas Muhammadiyah Lamongan, berfokus pada kesehatan reproduksi dan asuhan kebidanan.
Ratih Indah Kartikasari, S.S.T., M.Kes. — Peneliti dan Staf Pengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan dengan spesialisasi keahlian pada kesehatan ibu dan anak.
Sumber Referensi Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Regular Yoga Practice is Related to Sleep Quality in Pregnant Women in the Third Trimester
- Nama Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 7, Halaman 609–628)
- DOI Resmi:
https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i7.263

0 Komentar