Riset Universitas Djuanda: Layanan SILOKA Dinilai Sangat Efektif Urus Administrasi Kependudukan


Gambar dibuat oleh AI

Bogor — Layanan administrasi kependudukan melalui Sistem Informasi Layanan Online Kependudukan (SILOKA) dinilai sangat efektif dalam membantu masyarakat mengurus dokumen kependudukan secara daring. Temuan tersebut berasal dari penelitian Nanda Tria Rahmadani, Rita Rahmawati, dan Irma Purnamasari dari Universitas Djuanda, yang dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS). Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa digitalisasi layanan kependudukan dapat mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan kemudahan akses masyarakat.

Penelitian tersebut secara khusus mengkaji efektivitas layanan melalui website SILOKA di UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wilayah V Ciawi, yang melayani masyarakat di Kecamatan Ciawi, Cisarua, Megamendung, dan Caringin. Peneliti menggunakan data layanan administrasi kependudukan sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebagai gambaran besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut.

Data UPT Disdukcapil Wilayah V Ciawi menunjukkan terdapat 47.476 dokumen kependudukan yang diterbitkan selama 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.800 dokumen atau 66,99 persen merupakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selanjutnya, 9.502 dokumen atau 20,01 persen berupa akta kelahiran, sedangkan Kartu Identitas Anak (KIA) mencapai 6.174 dokumen atau 13 persen. Angka ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan.

Digitalisasi Mengubah Cara Masyarakat Mengurus Dokumen

Menurut penelitian Rahmadani, Rahmawati, dan Purnamasari, perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan besar dalam pelayanan publik. Layanan yang sebelumnya mengharuskan masyarakat datang langsung ke kantor pemerintah kini semakin diarahkan ke sistem digital agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

SILOKA digunakan sebagai salah satu sarana untuk mendukung proses tersebut. Dalam artikel, sistem ini disebut menyediakan layanan administrasi kependudukan secara online, termasuk pengajuan dokumen, pemantauan status permohonan, serta proses layanan yang dirancang untuk mengurangi waktu dan biaya administrasi.

Namun, digitalisasi pelayanan tidak otomatis menghilangkan seluruh persoalan. Peneliti mencatat masih terdapat tantangan seperti keterbatasan literasi digital masyarakat, jaringan internet yang tidak stabil, gangguan teknis tertentu, serta tingginya jumlah permohonan yang harus diproses petugas.

Melibatkan 88 Responden

Untuk mengukur efektivitas SILOKA, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sebanyak 88 pengguna layanan menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.

Penilaian efektivitas menggunakan lima dimensi yang dikembangkan dari teori efektivitas James L. Gibson, yaitu produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, dan kepuasan. Jawaban responden kemudian dianalisis menggunakan metode Weight Mean Score (WMS).

Hasil penelitian menunjukkan kelima dimensi tersebut memperoleh kategori “sangat baik”. Nilai rata-rata keseluruhan mencapai 4,81, menunjukkan bahwa masyarakat memberikan penilaian sangat positif terhadap efektivitas pelayanan melalui SILOKA.

Lima Temuan Utama

1. Produktivitas mendapat skor 4,83

Dimensi produktivitas menunjukkan bahwa SILOKA mampu menangani permohonan layanan dengan baik, mengurangi keterlambatan, dan menghasilkan dokumen sesuai waktu yang ditentukan. Nilai tertinggi pada indikator produktivitas mencapai 4,84 untuk kemampuan sistem menangani permohonan layanan.

2. Kualitas menjadi dimensi dengan nilai tertinggi, yaitu 4,85

Masyarakat menilai informasi di website mudah dipahami, petunjuk layanan cukup jelas, dan dokumen yang dihasilkan sesuai dengan data yang diberikan. Indikator kejelasan informasi memperoleh nilai 4,88, menjadi salah satu skor tertinggi dalam penelitian.

3. Efisiensi memperoleh skor 4,80

SILOKA dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, memperpendek waktu pengurusan, dan mengurangi biaya. Responden juga menilai sistem relatif jarang mengalami gangguan yang berarti.

4. Fleksibilitas mencapai skor 4,79

Sistem dinilai mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna. Pembaruan fitur, penyesuaian alur layanan, serta kemudahan mengikuti proses pelayanan menjadi bagian penting dari penilaian ini.

5. Kepuasan pengguna mencapai skor 4,78

Masyarakat secara umum merasa terbantu karena pengurusan dokumen dapat dilakukan secara online dengan prosedur yang dinilai cukup jelas. Kemudahan akses layanan menjadi salah satu aspek yang mendapat penilaian positif.

Jika seluruh dimensi digabungkan, hasil penelitian menghasilkan skor rata-rata 4,81 atau kategori sangat baik. Peneliti menyimpulkan bahwa SILOKA mampu mendukung pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, jelas, mudah diakses, dan lebih efisien bagi masyarakat.

Literasi Digital dan Infrastruktur Masih Menjadi Tantangan

Meski memperoleh penilaian sangat baik, penelitian ini tidak menyatakan bahwa layanan digital sudah bebas masalah.

Dari sisi masyarakat, sebagian pengguna masih mengalami kesulitan mengikuti alur layanan online karena keterbatasan pemahaman terhadap teknologi digital. Kondisi jaringan internet yang tidak stabil juga dapat menghambat proses pengisian data maupun pengunggahan dokumen.

Sementara itu, petugas menghadapi tantangan teknis dan operasional. Gangguan sistem atau keterlambatan akses masih dapat terjadi dalam kondisi tertentu. Tingginya volume permohonan juga menuntut petugas bekerja cepat dan teliti, terutama agar pengolahan dokumen tetap memenuhi standar waktu pelayanan.

Karena itu, Rahmadani dan rekan-rekannya merekomendasikan tiga langkah penting: meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan, memperluas edukasi masyarakat mengenai penggunaan layanan digital, serta memperkuat jaringan internet dan infrastruktur sistem.

Menurut temuan penelitian, keberhasilan layanan digital tidak hanya bergantung pada kualitas aplikasi. Kemampuan masyarakat menggunakan teknologi, kesiapan petugas, dan kestabilan infrastruktur menjadi tiga unsur yang harus berjalan bersama.

Dampaknya bagi Pelayanan Publik

Temuan ini memberikan gambaran bahwa digitalisasi administrasi kependudukan berpotensi mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berulang kali datang ke kantor pelayanan. Bagi masyarakat, manfaat utamanya adalah kemudahan akses, penghematan waktu, serta proses pengurusan yang lebih sederhana.

Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan kualitas layanan digital sekaligus memperbaiki aspek yang masih menjadi kendala. Pengembangan helpdesk, peningkatan stabilitas sistem, pelatihan petugas, sosialisasi kepada masyarakat, dan evaluasi berkala menjadi beberapa rekomendasi yang diajukan peneliti.

Dengan kata lain, penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam administrasi kependudukan tidak cukup hanya dengan menyediakan platform online. Sistem tersebut perlu terus diperbarui dan didukung sumber daya manusia serta infrastruktur yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Profil Penulis

Nanda Tria Rahmadani merupakan penulis utama sekaligus corresponding author dalam artikel ini dan berafiliasi dengan Universitas Djuanda

Rita Rahmawati merupakan salah satu penulis dan pembimbing penelitian dari Universitas Djuanda

Irma Purnamasari juga merupakan penulis dari Universitas Djuanda dengan kajian dalam artikel yang berkaitan dengan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.

Sumber Penelitian

Rahmadani, Nanda Tria; Rahmawati, Rita; Purnamasari, Irma.The Effectiveness of the Online Population Services System (SILOKA).” International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS), Volume 4, Nomor 5, 2026, halaman 467–480.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i5.18


Posting Komentar

0 Komentar