Struktur tulang anggota depan (forelimb) mamalia pohon (arboreal) dan mamalia darat (terestrial) di Indonesia memiliki perbedaan morfologi yang signifikan
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati mamalia terbesar di dunia dengan berbagai ekosistem, mulai dari hutan hujan tropis hingga wilayah dataran rendah
Metodologi Penelitian Secara Sederhana
Tim peneliti IPB menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review atau SLR) yang dirancang sesuai dengan panduan protokol PRISMA
Temuan Utama Penelitian
Hasil sintesis data menunjukkan bahwa perbedaan habitat memicu adaptasi evolusioner yang kontras pada struktur tulang anggota depan mamalia
- Pola Pemanjangan Tulang (Elongasi): Mamalia arboreal memiliki tulang anggota depan (seperti humerus, radius, dan metacarpal) yang lebih panjang dibandingkan mamalia terestrial
. Struktur yang memanjang ini memperluas jangkauan gerak dan meningkatkan efisiensi saat memanjat serta menggenggam dahan pohon . - Fleksibilitas Sendi: Mamalia arboreal dilengkapi dengan fleksibilitas sendi bahu, siku, dan pergelangan tangan yang jauh lebih tinggi
. Kemampuan rotasi lengan depan (pronation-supination) memudahkan mobilitas multiarah di lingkungan kanopi yang tidak stabil . - Morfologi Jari (Jari-Jari Hand/Phalanges): Mamalia arboreal memiliki tulang jari (phalanges) yang lebih panjang dan melengkung serta dilengkapi cakar yang tajam untuk memperkuat daya cengkeram
. Sebaliknya, mamalia terestrial memiliki tulang jari yang pendek, lurus, dan lebih rata untuk menopang beban serta menjaga kestabilan saat bergerak di atas tanah . - Kekuatan dan Kekokohan Tulang (Skeletal Robustness): Mamalia terestrial menampakkan struktur tulang yang lebih tebal, padat, dan ringkas (compact/robust)
. Bagian humerus mamalia darat memiliki area perlekatan otot dan persendian yang lebih kuat guna menahan beban benturan secara berulang (repetitive mechanical loading) saat berjalan atau berlari .
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat serta Konservasi
Hasil penelitian ini memberikan dampak penting bagi dunia pendidikan, ilmu anatomi komparatif, dan kebijakan konservasi satwa liar
Profil Penulis
- Prof. Dr. drh. Srihadi Agungpriyono, PAVet.(K) – Guru Besar di Sekolah Kedokteran Hewan dan Logistik/Departemen Anatomi, Histologi, dan Embriologi, IPB University
. Pakar di bidang anatomi komparatif mamalia, morfologi fungsional, dan zoologi . - Dr. drh. Danang Dwi Cahyadi, M.Si. – Dosen dan Peneliti di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University, ahli dalam bidang anatomi veteriner
. - Dr. drh. Supratikno, M.Si. – Peneliti dan Staf Pengajar di IPB University dengan keahlian pada osteologi dan anatomi terapan satwa
. - Dr. drh. Savitri Novelina, M.Si. – Pakar anatomi dan histologi satwa di IPB University
. - Dr. drh. Chairun Nisa, M.Si. – Dosen dan peneliti IPB University berfokus pada morfologi dan struktur jaringan veteriner
. - Prof. Dr. drh. Nurhidayat – Guru Besar IPB University dengan fokus keahlian pada anatomi makroskopis dan komparatif vertebrata
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Comparative Analysis of Forelimb Osteological Structures in Arboreal and Terrestrial Mammals in Indonesia
- Nama Jurnal: International Journal of Natural and Health Sciences (IJNHS)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI :
https://doi.org/10.59890/ijnhs.v4i3.234 - URL Resmi : https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijnhs/index
0 Komentar