Persepsi Guru terhadap Kurikulum MATATAG Berkaitan dengan Prestasi Belajar Siswa di Mercedes

Ilustrasi by AI 

Mercedes, Filipina – Cara guru memahami dan menyesuaikan diri dengan penerapan Kurikulum MATATAG berkaitan erat dengan prestasi belajar siswa di Mercedes District, Filipina. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian Lyrin A. Yape, Loreza C. Labutap, dan Geselle R. Abulencia dari Eastern Samar State University Guiuan Campus, yang dipublikasikan pada 2026. Penelitian terhadap 40 guru dari 11 sekolah dasar menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penerapan kurikulum dari sisi guru dan kinerja akademik siswa. Hasil ini memperlihatkan bahwa kesiapan serta kemampuan guru beradaptasi menjadi salah satu unsur penting dalam keberhasilan perubahan kurikulum.

Kurikulum MATATAG merupakan salah satu perubahan penting dalam sistem pendidikan dasar Filipina. Kurikulum yang mulai diterapkan pada 10 Agustus 2023 tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan kurikulum sebelumnya yang dianggap terlalu padat. MATATAG memberikan perhatian lebih besar pada kemampuan dasar seperti literasi, numerasi, pendidikan nilai, serta perkembangan siswa secara menyeluruh. Pengurangan kompetensi yang harus dikuasai diharapkan membuat proses pembelajaran menjadi lebih fokus dan membantu siswa menguasai keterampilan dasar dengan lebih baik.

Namun, perubahan kurikulum juga membawa tantangan bagi guru. Penerapan standar kompetensi baru mengharuskan guru menyesuaikan strategi pembelajaran, membuat perangkat ajar baru, mengembangkan metode penilaian, serta menggunakan berbagai sumber dan teknologi untuk mendukung proses belajar. Di wilayah Mercedes District, tantangan tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar sekolah yang menjadi lokasi penelitian memiliki karakteristik pembelajaran multigrade. Kondisi tersebut menuntut guru untuk mampu menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa yang beragam.

Untuk melihat bagaimana perubahan tersebut berlangsung, para peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian melibatkan 40 guru dari 11 sekolah dasar di Mercedes District. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu melalui teknik purposive sampling. Penelitian kemudian membandingkan persepsi dan kemampuan adaptasi guru terhadap penerapan MATATAG dengan dampaknya terhadap proses pembelajaran dan kinerja akademik siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memberikan penilaian yang sangat positif terhadap kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan Kurikulum MATATAG. Nilai keseluruhan pada aspek adaptasi guru mencapai 4,50, yang masuk kategori Highly Admirable. Guru mengaku telah menyesuaikan strategi pembelajaran dengan pendekatan berbasis kompetensi, mengubah pengelolaan kelas, memperbarui metode penilaian, serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa.

Salah satu bentuk adaptasi yang memperoleh penilaian tinggi adalah perubahan dalam perencanaan pembelajaran. Guru menilai kemampuan mereka menyesuaikan rencana pembelajaran dengan kebutuhan siswa memperoleh skor 4,65. Penggunaan materi pembelajaran dan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa juga memperoleh skor 4,65. Sementara itu, penerapan metode pembelajaran seperti pendekatan berbasis permainan dan pengalaman memperoleh skor 4,55. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kurikulum mendorong guru untuk tidak hanya mengikuti struktur kompetensi baru, tetapi juga mengembangkan cara mengajar yang lebih fleksibel dan relevan bagi siswa.

Dari sisi dampak terhadap pembelajaran siswa, persepsi guru juga berada pada kategori positif dengan nilai keseluruhan 4,15, yang masuk kategori Admirable. Salah satu aspek dengan nilai tertinggi adalah penggunaan metode penilaian yang dianggap adil dan sesuai untuk mengukur kemampuan siswa, dengan skor 4,70. Guru menilai bahwa keberagaman kemampuan siswa membuat penggunaan berbagai bentuk penilaian menjadi penting karena sebagian siswa lebih unggul dalam tugas praktik, sementara siswa lain lebih baik dalam tugas tertulis.

Kurikulum MATATAG juga dinilai mendorong strategi intervensi yang lebih terarah bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Indikator tersebut memperoleh nilai 4,35. Selain itu, guru menilai kurikulum baru membantu membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa, dengan nilai 4,10. Kemampuan belajar secara mandiri juga dinilai berkembang, dengan skor 4,02.

Temuan paling penting muncul dari analisis hubungan antara tingkat penerapan kurikulum dan kinerja siswa. Penelitian memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,534 dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan. Dalam penelitian tersebut, hubungan ini dikategorikan sebagai korelasi sedang. Artinya, semakin positif persepsi dan semakin baik kemampuan guru beradaptasi dengan penerapan MATATAG, semakin baik pula kinerja akademik siswa yang diamati dalam penelitian.

Bagi dunia pendidikan, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan reformasi kurikulum tidak hanya bergantung pada isi kurikulum itu sendiri. Guru menjadi pihak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Karena itu, dukungan terhadap guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan bahan ajar, sumber pembelajaran, teknologi, supervisi, serta kesempatan untuk terlibat dalam evaluasi kurikulum menjadi faktor penting. Para peneliti juga merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran inovatif dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan keterlibatan serta prestasi belajar.

Menurut Lyrin A. Yape, Loreza C. Labutap, dan Geselle R. Abulencia, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi Department of Education (DepEd) dalam menentukan bagian-bagian Kurikulum MATATAG yang masih membutuhkan dukungan dan penyempurnaan. Penguatan kompetensi dan pengembangan profesional guru dinilai penting karena kualitas pelaksanaan pembelajaran pada akhirnya berkaitan dengan pengalaman dan hasil belajar siswa.

Profil Penulis

Lyrin A. Yape, Loreza C. Labutap, dan Geselle R. Abulencia — Eastern Samar State University Guiuan Campus, Filipina.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Teachers’ Perception on the Implementation of the MATATAG Curriculum and Its Influence on the Academic Performance of the Learners in Mercedes District

Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5, No. 8, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i8.110

Link Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar