Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko Tentukan Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Ilustrasi by AI

Pengelolaan operasional yang matang, termasuk perencanaan strategis dan mitigasi risiko, terbukti menjadi penentu utama dalam menjaga keberlanjutan jangka panjang unit layanan publik. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Johan Arief Indrajaya dari Universitas Negeri Jakarta pada Juli 2026 meneliti faktor-faktor yang memengaruhi kinerja operasional dan keberlanjutan bisnis pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia. Temuan ini memberikan landasan strategis bagi tata kelola program nasional agar mampu berjalan secara konsisten, efisien, dan tepat sasaran.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi anak sekolah, dengan target jutaan penerima manfaat di seluruh provinsi. Namun, program berskala besar ini kerap dihadapkan pada tantangan tata kelola, kelemahan koordinasi lintas instansi, serta multidimensional risiko operasional—mulai dari masalah finansial, manajerial, kepatuhan, hingga keamanan pangan. Jika tidak dikelola dengan pendekatan yang proaktif, kendala tersebut berisiko mengganggu implementasi program dan mengikis kepercayaan publik. Oleh karena itu, riset ini mengukur secara mendalam pengaruh perencanaan strategis, manajemen risiko operasional, serta monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dan keberlanjutan bisnis SPPG.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 100 kepala SPPG dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi berganda (moderated regression analysis) untuk menguji hubungan langsung maupun peran variabel moderasi kinerja operasional.

Hasil analisis data menunjukkan beberapa temuan penting sebagai berikut:

  • Pengaruh Perencanaan Strategis: Perencanaan strategis terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis SPPG dengan nilai koefisien 0,316.
  • Pengaruh Manajemen Risiko: Manajemen risiko operasional mencatatkan pengaruh positif dan signifikan yang paling kuat di antara variabel prediktor langsung lainnya terhadap keberlanjutan bisnis, dengan koefisien sebesar 0,358.
  • Pengaruh Monitoring dan Evaluasi: Aktivitas monitoring dan evaluasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis dengan koefisien 0,220.
  • Peran Kinerja Operasional: Kinerja operasional memiliki pengaruh langsung yang paling dominan terhadap keberlanjutan bisnis (koefisien 0,606), namun tidak terbukti memoderasi hubungan antara ketiga variabel prediktor sebelumnya terhadap keberlanjutan.

Hasil riset ini mengonfirmasi bahwa kinerja operasional berfungsi langsung sebagai saluran utama dalam rantai hasil (results chain), di mana pemangku kepentingan memberikan dukungan berdasarkan pencapaian operasional yang nyata. Oleh karena itu, penguatan standar kualitas, efisiensi sumber daya, dan ketepatan layanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas perencanaan dan mitigasi risiko di setiap unit SPPG.

“Perencanaan strategis, manajemen risiko operasional, monitoring dan evaluasi, serta kinerja operasional masing-masing memberikan pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap keberlanjutan bisnis unit pelayanan gizi,” ungkap Johan Arief Indrajaya dalam studinya.

Profil Penulis:

  • Johan Arief Indrajaya, M.M.: Mahasiswa Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia, dengan fokus keahlian di bidang manajemen strategis dan tata kelola operasional.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel Jurnal: The Influence of Strategic Planning, Operational Risk Management, and Monitoring and Evaluation on the Operational Performance and Business Sustainability of Nutrition Fulfillment Service Units (SPPG)
  • Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.26

Posting Komentar

0 Komentar