Penguatan Peran Kader IMMawati Efektif Cegah Kekerasan Seksual dan Tingkatkan Literasi Gender di Perguruan Tinggi


Ilustration by AI 

Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan kekerasan seksual memerlukan keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan. Tiga akademisi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)—Marisa Kurnianingsih, Muchmad Iksan, dan Syaifuddin Zuhdi—menggelar program penguatan kapasitas kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah wanita (IMMawati) pada 31 Agustus 2025 di BBPMP Jawa Tengah. Program pengabdian masyarakat berbasis edukasi partisipatif ini terbukti berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai isu perempuan, kesetaraan gender, serta tata cara pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Hasil kegiatan tersebut dipublikasikan secara resmi pada Juni 2026 dalam Indonesian Journal of Society Development.

Kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius yang merusak iklim akademik. Dampak kekerasan ini tidak hanya merugikan fisik korban, tetapi juga mengganggu kesehatan mental, keberlanjutan studi, hingga kehidupan sosial mereka. Pemerintah sejatinya telah menerbitkan regulasi dan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di kampus-kampus. Namun, implementasinya masih terkendala oleh rendahnya literasi gender mahasiswa, kekhawatiran akan stigma sosial, serta minimnya pemahaman mengenai mekanisme pelaporan resmi.

Guna mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti menerapkan metode edukasi partisipatif melalui forum General Stadium (Kuliah Umum), diskusi interaktif, dan tanya jawab. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta agar tidak sekadar menerima informasi, melainkan mampu berpikir kritis dan membangun komitmen nyata. Evaluasi program dilakukan secara kualitatif dan deskriptif dengan mengamati tingkat partisipasi, antusiasme diskusi, serta analisis umpan balik peserta selama sesi berlangsung.

Berdasarkan evaluasi program, tim peneliti mencatat sejumlah temuan utama:

  • Peningkatan Pemahaman Gender: Peserta berhasil memahami konsep kesetaraan gender secara utuh, yakni sebagai upaya memberikan kesempatan yang setara tanpa menghapus perbedaan biologis.
  • Klarifikasi Bentuk Kekerasan: Terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, mulai dari pelecehan fisik, verbal, hingga kekerasan berbasis digital.
  • Penguatan Sinergi Satgas PPKS: Peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai fungsi Satgas PPKS dan jaminan perlindungan korban, seperti kerahasiaan identitas dan pencegahan re-victimization.
  • Inisiatif Aksi Nyata: Kader IMMawati berkomitmen menjadi agen edukasi di kampus masing-masing melalui rencana kampanye literasi gender dan seminar.

Integrasi antara literasi isu perempuan dan pemberdayaan organisasi mahasiswa terbukti menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem perlindungan di kampus. IMMawati memiliki posisi dekat dengan mahasiswa sehingga efektif menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan Satgas PPKS. Model edukasi partisipatif ini sangat relevan untuk direplikasi oleh perguruan tinggi lain guna membangun ekosistem pendidikan yang aman, adil, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.

Profil Penulis

  • Marisa Kurnianingsih, S.H., M.H.: Dosen dan peneliti di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan kepakaran di bidang hukum, isu-isu perempuan, dan perlindungan hukum.
  • Dr. Muchmad Iksan, S.H., M.H.: Dosen dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berfokus pada bidang hukum pidana dan sistem peradilan.
  • Syaifuddin Zuhdi, S.H., M.H.: Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan fokus keahlian pada hukum tata negara, kebijakan publik, dan pengabdian masyarakat.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Strengthening the Role of IMMawati in Women's Issues and Sexual Violence Prevention in Universities Through a General Stadium
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 3, hlm. 327–334)
DOI : https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i3.32

Posting Komentar

0 Komentar