Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Surakarta - Penambahan Tenaga Kerja Efektif Pangkas Biaya Operasional dan Atasi Beban Kerja Industri Garmen. Penelitian yang dilakukan oleh Dimas Ilham Santoso, Indah Wahyu Utami, dan Brillian Nur Diansari dari Universitas Duta Bangsa Surakarta dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa lokasi di CV Bebetrend Sukoharjo ini memberikan solusi nyata bagi industri manufaktur tekstil dalam mengatasi ketidakseimbangan beban kerja dan penurunan target produksi secara efisien .
Latar Belakang dan Urgensi Industri
Sektor industri pengolahan, khususnya Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia . Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam penelitian, sektor manufaktur menyumbang sekitar 18 hingga 19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan industri TPT menyerap sekitar 3,75 juta tenaga kerja atau 19,16 persen dari total pekerja manufaktur . Dalam rantai produksi pakaian jadi, bagian penjahitan (sewing) menjadi tahap yang paling krusial dan padat karya karena membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan jumlah tenaga kerja yang besar . Masalah utama yang sering dihadapi lini produksi garmen adalah ketidakseimbangan antara volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang tersedia . Kondisi beban kerja yang tidak seimbang baik terlalu berat (overload) maupun terlalu ringan (underload) dapat menurunkan efisiensi operasional, memicu kelelahan fisik pekerja, serta mengganggu keselamatan kerja . Di CV Bebetrend Sukoharjo, masalah ini terlihat dari kegagalan perusahaan dalam mencapai target produksi harian sebesar 400 potong pakaian per lini selama periode Januari hingga Maret 2026 . Hasil produksi riil terus menurun dari 92,5 persen pada Januari menjadi hanya 80 persen pada Maret 2026, yang berpotensi menimbulkan kerugian produksi hingga 2.000 potong pakaian per bulan jika tidak segera ditangani .
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim peneliti dari Universitas Duta Bangsa Surakarta menerapkan metode Full Time Equivalent (FTE) . Metode ini mengukur dan membandingkan total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan waktu kerja efektif yang tersedia . Penelitian dilakukan terhadap seluruh populasi penjahit di CV Bebetrend Sukoharjo yang berjumlah 10 orang operator di 10 stasiun kerja berbeda . Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara, serta pengukuran waktu kerja menggunakan pengukuran waktu stopwatch (stopwatch time study) .
Langkah-langkah analisis dilakukan secara sistematis melalui empat tahap:
.
Temuan Utama Penelitian
Studi ini membuktikan bahwa penambahan tenaga kerja di stasiun yang mengalami kelebihan beban jauh lebih menguntungkan secara finansial dibandingkan mempertahankan jumlah pekerja lama dengan mengandalkan uang lembur . Jika CV Bebetrend Sukoharjo memilih untuk mempertahankan 10 operator dan menutupi kekurangan produksi melalui lembur harian selama 4,1 hingga 4,7 jam per pekerja, perusahaan harus mengeluarkan insentif lembur sebesar Rp18.966.246 per bulan . Sebaliknya, jika perusahaan menambah 6 orang operator baru pada 6 stasiun kerja yang overload (sehingga total pekerja menjadi 16 orang), estimasi penambahan biaya gaji hanya sekitar Rp15.000.000 per bulan . Dengan merekrut 6 pekerja baru, perusahaan dapat menghemat biaya operasional hingga Rp3.966.246 setiap bulannya . Selain penghematan finansial, penambahan pekerja menurunkan beban kerja individual ke tingkat yang aman, mengurangi risiko kelelahan fisik operator, serta memastikan target produksi harian sebesar 400 potong dapat tercapai secara konsisten . Peneliti juga menyarankan manajemen pabrik untuk menerapkan pelatihan keterampilan ganda (multi-skill training) bagi operator di stasiun kerja kategori normal . Langkah ini memungkinkan pekerja fleksibel berpindah membantu stasiun kerja lain saat terjadi penumpukan barang di lini produksi .
Profil Penulis
Dimas Ilham Santoso, S.T. adalah peneliti di bidang Teknik Industri dari Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan fokus keahlian pada optimalisasi sistem manufaktur, analisis beban kerja, dan efisiensi tenaga kerja industri .
Indah Wahyu Utami, S.T., M.T. adalah dosen dan peneliti di Departemen Teknik Industri Universitas Duta Bangsa Surakarta yang memiliki keahlian di bidang ergonomi, perancangan sistem kerja, dan manajemen operasional .
Brillian Nur Diansari, S.T., M.T. adalah akademisi dan peneliti Teknik Industri Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan spesialisasi pada perencanaan produksi, keseimbangan lini produksi (line balancing), dan metodologi rekayasa industri .
Sumber Penelitian
Dimas Ilham Santoso, Indah Wahyu Utami, Brillian Nur Diansari. Workload Analysis Using the Full Time Equivalent Method to Determine the Optimal Workforce in the Sewing Section of CV Bebetrend Sukoharjo. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 7, Tahun 2026, Halaman 611-620
DOI :https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i7.51
URL:https://journalfjas.my.id/index.php/fjas
Latar Belakang dan Urgensi Industri
Sektor industri pengolahan, khususnya Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim peneliti dari Universitas Duta Bangsa Surakarta menerapkan metode Full Time Equivalent (FTE)
Langkah-langkah analisis dilakukan secara sistematis melalui empat tahap:
- Identifikasi Aktivitas Kerja: Merekam setiap urutan gerakan kerja operator, mulai dari mengambil bahan, menjahit, hingga memeriksa hasil jahitan
. - Pengujian Waktu dan Penyesuaian: Waktu kerja diuji kecukupan dan keseragamannya, kemudian disesuaikan dengan faktor kelonggaran (allowance) sebesar 15 persen berdasarkan standar International Labour Organization (ILO) untuk kebutuhan pribadi, rasa lelah, dan hambatan kerja
. - Penilaian Kinerja Operator: Menggunakan sistem penyesuaian Westinghouse System Rating untuk memperhitungkan tingkat keterampilan, usaha, kondisi kerja, dan konsistensi pekerja
. - Perhitungan Nilai Indeks FTE: Menghitung total waktu standar tahunan dan membaginya dengan total waktu kerja efektif tahunan sebesar 140.160 menit (292 hari kerja efektif per tahun dengan 8 jam kerja per hari)
.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan adanya ketimpangan beban kerja yang signifikan antara stasiun kerja bagian depan dan stasiun kerja bagian penyelesaian (finishing)
- Empat Stasiun Kerja Berada dalam Kategori Normal: Stasiun kerja penjahitan plaket (Placket Sewing, FTE 1,18), penjahitan saku (Pocket Sewing, FTE 1,23), pemasangan saku (Pocket Attaching, FTE 1,25), dan penjahitan bahu (Shoulder Stitching, FTE 1,28) memiliki beban kerja yang seimbang dan berhasil mencapai target output harian
. - Enam Stasiun Kerja Mengalami Kelebihan Beban (Overload): Stasiun kerja penyambungan bahu (Shoulder Sewing, FTE 1,32), penjahitan kerah (Collar Sewing, FTE 1,34), pemasangan kerah (Collar Attaching & Closing, FTE 1,39), obras samping & pasang lengan (Side Overlock & Sleeve Attach, FTE 1,37), kelim lengan & bawah (Sleeve/Hem Hemming, FTE 1,40), serta pasang kancing & lubang kancing (Button Attach & Buttonhole, FTE 1,39) semuanya melebihi ambang batas normal 1,28
. Stasiun-stasiun kerja ini menjadi penyebab utama gagalnya pencapaian target produksi harian perusahaan .
Studi ini membuktikan bahwa penambahan tenaga kerja di stasiun yang mengalami kelebihan beban jauh lebih menguntungkan secara finansial dibandingkan mempertahankan jumlah pekerja lama dengan mengandalkan uang lembur
Profil Penulis
Dimas Ilham Santoso, S.T. adalah peneliti di bidang Teknik Industri dari Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan fokus keahlian pada optimalisasi sistem manufaktur, analisis beban kerja, dan efisiensi tenaga kerja industri
Indah Wahyu Utami, S.T., M.T. adalah dosen dan peneliti di Departemen Teknik Industri Universitas Duta Bangsa Surakarta yang memiliki keahlian di bidang ergonomi, perancangan sistem kerja, dan manajemen operasional
Brillian Nur Diansari, S.T., M.T. adalah akademisi dan peneliti Teknik Industri Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan spesialisasi pada perencanaan produksi, keseimbangan lini produksi (line balancing), dan metodologi rekayasa industri
Sumber Penelitian
Dimas Ilham Santoso, Indah Wahyu Utami, Brillian Nur Diansari. Workload Analysis Using the Full Time Equivalent Method to Determine the Optimal Workforce in the Sewing Section of CV Bebetrend Sukoharjo. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 7, Tahun 2026, Halaman 611-620
DOI :
URL:

0 Komentar