Sebuah studi terbaru dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) dan STAI Ibnu Sina Batam menegaskan pentingnya memperkuat peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam literasi digital untuk menangkal ancaman radikalisme siber guna memperkokoh Ketahanan Nasional
Penelitian yang dipublikasikan pada Juli 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini disusun oleh M Ihsan dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA dan Afi Parnawi dari STAI Ibnu Sina Batam
Ancaman Radikalisme Digital dan Vulnerabilitas Generasi Muda
Pesatnya transformasi digital di Indonesia menciptakan peluang besar bagi kemajuan edukasi, namun di sisi lain membuka celah bahaya penyebaran ideologi radikal dan intoleransi
Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2025 mencatat lebih dari 21.199 konten bermuatan radikalisme dan intoleransi beredar di ruang digital Indonesia
Metodologi Penelitian: Analisis Kualitatif Berbasis Ketahanan Nasional
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap dokumen resmi, fatwa-fatwa MUI, laporan pemerintah, data lembaga negara, serta Kertas Kerja Perorangan Pendidikan Konsolidasi Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Lemhannas RI tahun 2026
M Ihsan dan Afi Parnawi menganalisis dinamika radikalisme siber menggunakan perspektif Ketahanan Nasional (Asta Gatra) Lemhannas RI yang dipadukan dengan analisis SWOT dan PESTLE
Temuan Utama: Posisi Strategis dan Tantangan Digital MUI
MUI memiliki legitimasi moral dan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi sebagai otoritas keagamaan nasional
Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan kunci terkait tantangan dan strategi penguatan peran MUI
- Ancaman Multidimensi: Radikalisme siber mengancam aspek ideologi (pelemahan Pancasila), sosio-budaya (erosi nilai gotong royong dan polarisasi), hingga pertahanan keamanan (lone wolf dan radikalisasi mandiri)
. - Keterbatasan Eksekusi Digital: Konten dakwah MUI dinilai masih cenderung formal dan kurang interaktif, manajemen media sosial belum optimal, serta masih minimnya jumlah dai siber (cyber da'i) yang adaptif terhadap Generasi Z
. - Penguatan Enam Pilar Strategis: Peneliti merumuskan enam langkah strategis, yaitu transformasi digital MUI secara nasional, integrasi literasi digital keagamaan, pelatihan dai siber dan influencer moderat, sistem deteksi dini narasi radikal, perlindungan pemuda berbasis keluarga dan komunitas, serta penguatan regulasi tata kelola ruang siber
.
Implikasi Kebijakan dan Dampak Bagi Ketahanan Nasional
Hasil studi ini memberikan arah kebijakan yang jelas bagi pemerintah, lembaga keagamaan, dan pengelola platform digital
M Ihsan dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA dan Afi Parnawi dari STAI Ibnu Sina Batam merekomendasikan agar MUI segera membangun pusat literasi digital nasional guna memproduksi kontra-narasi secara sistematis
Profil Penulis
Penelitian ini disusun oleh kolaborasi akademisi keagamaan dan pendidikan Indonesia
- M Ihsan, S.Ag., M.Pd. (Penulis Korespondensi) – Dosen dan peneliti di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) Jakarta, berfokus pada bidang pendidikan Islam, literasi digital, dan studi ketahanan nasional (Email: m_ihsan@uhamka.ac.id)
. - Dr. Afi Parnawi, M.Pd.I. – Dosen senior dan akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Sina Batam, dengan keahlian di bidang psikologi pendidikan, manajemen pendidikan Islam, dan psikologi agama
.
0 Komentar