Untuk mengatasi kendala infrastruktur tersebut, Agung Widodo dan Argo Dewana mengembangkan aplikasi desktop portabel yang memadukan framework Tauri berbasis bahasa pemrograman Rust dengan layanan cloud tanpa server (serverless)
Metodologi penelitian ini mengadopsi model System Development Life Cycle (SDLC) Waterfall, mulai dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan arsitektur, pengkodean, hingga pengujian kinerja komputasi dan validasi lapangan
Pengujian kinerja komputasi dilakukan secara ketat pada perangkat berspesifikasi standar (Windows 11, Intel i5, RAM 8GB) dengan membandingkannya terhadap aplikasi replika berbasis Electron
- Ukuran Installer: Ukuran berkas instalasi (.exe) Tauri-Rust hanya sebesar 2,41 MB, atau 95,86% lebih ringan dibandingkan Electron (58,20 MB)
. - Penggunaan RAM Proses Utama: Konsumsi RAM pada proses utama (Main Process) aplikasi Tauri-Rust hanya 23,80 MB, menghemat 83,33% memori dibandingkan Electron (142,80 MB)
. - Total Jejak Sistem RAM: Total konsumsi RAM keseluruhan sistem mencapai 382,00 MB pada Tauri-Rust, 27,17% lebih hemat dibanding Electron (524,50 MB)
. - Penggunaan CPU: Rata-rata penggunaan CPU pada aplikasi Tauri-Rust berada di angka 1,40%, 85,71% lebih efisien dibanding Electron (9,80%)
. - Kecepatan Transmisi Data: Latensi pengiriman data mencapai 1,84 detik, 13,20% lebih cepat berkat optimasi kompresi citra otomatis hingga di bawah 85 KB sebelum dikirim
.
Profil Penulis:
Agung Widodo, S.Kom., M.Kom. — Dosen dan Peneliti di Universitas Narotama. Spesialis dalam bidang rekayasa perangkat lunak, sistem terdistribusi, dan aplikasi desktop hybrid
Argo Dewana, S.Kom., M.Kom. — Peneliti di Universitas Narotama dengan keahlian pada arsitektur cloud, pengolahan data spasial, dan teknologi serverless
Sumber Penelitian:
Widodo, A., & Dewana, A. (2026). Public Market Asset Mapping Based on Tauri-Rust and Hybrid Serverless Architecture. Formosa Journal of Computer and Information Science (FJCIS), 5(2), 313-324.
DOI:

0 Komentar