Bandung — Pelatihan kewirausahaan digital melalui aplikasi marketplace membantu atlet aktif dan mantan atlet Klub Voli Tectona Bandung meningkatkan keterampilan bisnis serta kesiapan membangun usaha setelah karier olahraga. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan Fauzan Aziz, Pramitha Aulia, Candra Wijayangka, Bintang Putra Winata, Anastasya Asyiah Regar, Siti Sopiah Hidayah, Ega Naura Amanta, dan Faiz Muhammad Alif Wardhana dari Telkom University, Bandung, dilaksanakan pada 25 Juni 2025 di GOR KONI Kota Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital, kemampuan menggunakan marketplace, serta motivasi peserta untuk memulai bisnis digital.
Karier atlet profesional atau atlet berprestasi memiliki masa yang relatif terbatas. Ketika memasuki masa pensiun, sebagian atlet menghadapi tantangan untuk membangun karier kedua karena pengalaman dan keterampilan mereka selama aktif berolahraga tidak selalu langsung dapat diterapkan dalam dunia kerja atau bisnis.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian bagi komunitas Klub Voli Bandung Tectona yang telah berkiprah sejak 1988. Selain membina prestasi olahraga, komunitas ini menjadi ruang bagi atlet dan mantan atlet untuk mengembangkan kapasitas diri. Namun, keterbatasan keterampilan di luar bidang olahraga dapat menjadi hambatan ketika atlet harus memasuki fase kehidupan setelah karier kompetitif. Artikel tersebut mencatat bahwa lebih dari 61 persen mantan atlet di Indonesia masuk ke sektor informal dalam dua tahun setelah pensiun, sehingga diperlukan alternatif untuk membangun kemandirian ekonomi.
Perkembangan marketplace kemudian membuka peluang baru. Platform seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop memungkinkan seseorang memulai usaha tanpa harus memiliki toko fisik. Bagi atlet dan mantan atlet, kemampuan menggunakan platform tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara lebih fleksibel.
Fauzan Aziz dan tim dari Telkom University merancang program pelatihan yang tidak hanya memberikan teori kewirausahaan, tetapi juga mengajak peserta langsung mempraktikkan penggunaan marketplace. Program dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui survei dan wawancara. Tim kemudian menyiapkan materi mengenai kewirausahaan digital, strategi promosi, penggunaan marketplace, serta perencanaan usaha sederhana.
Pelatihan berlangsung dalam bentuk workshop interaktif selama satu hari. Peserta mempelajari cara membuat akun toko digital, mengunggah produk, menulis deskripsi dan harga, serta menyusun konten promosi. Aplikasi yang digunakan dalam praktik meliputi Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, kuis, serta umpan balik peserta.
Sebanyak 20 atlet aktif dan mantan atlet Klub Voli Tectona mengikuti kegiatan tersebut. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup kuat dalam keterampilan teknis. Seluruh peserta atau 100 persen berhasil membuat akun marketplace, sementara 92 persen berhasil mengunggah setidaknya satu produk simulasi. Selain itu, 88 persen peserta menyatakan sangat siap untuk memulai usaha digital setelah mengikuti pelatihan.
Respons peserta terhadap materi pelatihan juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 88 persen peserta sangat setuju bahwa materi sesuai dengan kebutuhan mereka, sedangkan 70 persen menilai waktu pelaksanaan kegiatan cukup sesuai dan realistis. Sebanyak 57 persen sangat setuju bahwa materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami, sementara 68 persen sangat setuju bahwa panitia memberikan pelayanan yang baik selama kegiatan.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat membantu peserta memahami kewirausahaan digital secara lebih konkret. Peserta tidak hanya menerima informasi tentang peluang bisnis, tetapi juga langsung mencoba membuat toko digital dan mempraktikkan proses pemasaran produk.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena tantangan utama yang dihadapi atlet bukan hanya kurangnya informasi mengenai bisnis digital, tetapi juga keterbatasan pengalaman dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan ekonomi. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengubah pengetahuan menjadi keterampilan yang dapat digunakan untuk memulai usaha.
Para penulis melihat perubahan positif dalam literasi digital, semangat kewirausahaan, dan inisiatif peserta dalam merancang usaha berbasis marketplace. Antusiasme selama diskusi dan praktik teknis juga menjadi indikator bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan peserta dalam program pemberdayaan.
Program ini memiliki dampak yang lebih luas karena kewirausahaan digital dapat menjadi salah satu pilihan karier kedua bagi atlet setelah masa kompetitif berakhir. Kemampuan menjalankan toko online, membuat konten promosi, mengelola produk, dan memasarkan barang melalui platform digital dapat memberikan peluang bagi atlet untuk membangun sumber pendapatan baru.
Bagi komunitas olahraga, pendekatan tersebut juga dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang dapat diterapkan pada kelompok atlet lainnya. Pelatihan tidak harus berhenti pada pengenalan marketplace, tetapi dapat dikembangkan menjadi program pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Fauzan Aziz dan tim merekomendasikan adanya pendampingan lanjutan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam membuat konten promosi, membangun identitas merek, serta menerapkan strategi pemasaran digital tingkat lanjut. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat berkembang menjadi aktivitas bisnis nyata.
Penelitian atau program serupa pada masa mendatang juga dapat melihat dampak pelatihan dalam jangka lebih panjang, termasuk apakah peserta benar-benar memulai usaha, bagaimana perkembangan pendapatannya, dan sejauh mana kewirausahaan digital membantu proses transisi atlet menuju kehidupan setelah karier olahraga.
Dengan demikian, teknologi marketplace tidak hanya menjadi sarana pemasaran bagi pelaku UMKM, tetapi juga dapat menjadi alat pemberdayaan bagi komunitas olahraga. Bagi atlet yang sedang mempersiapkan masa setelah pensiun, keterampilan digital dan kewirausahaan dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka jalur karier baru.
Penulis
Fauzan Aziz — Telkom University, Bandung
Pramitha Aulia — Telkom University, Bandung
Candra Wijayangka — Telkom University, Bandung
Bintang Putra Winata — Telkom University, Bandung
Anastasya Asyiah Regar — Telkom University, Bandung
Siti Sopiah Hidayah — Telkom University, Bandung
Ega Naura Amanta — Telkom University, Bandung
Faiz Muhammad Alif Wardhana — Telkom University, Bandung
Sumber Penelitian
Judul: Enhancing Digital Entrepreneurship Capabilities among Athletes of the Tectona Volleyball Club Community in Bandung through the Utilization of Marketplace Applications
Jurnal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF), Vol. 5 No. 4, 2026, halaman 303–310.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmf.v5i4.19
Link Jurnal: https://journaljpmf.my.id/index.php/jpmf
0 Komentar