Pelatihan Koding dan AI Berbasis Plugged-Unplugged Efektif Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD


Ilustrasi by AI 
FORMOSA NEWS

Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Negeri Makassar menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pendekatan plugged-unplugged interdisiplin berhasil meningkatkan kompetensi koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga lebih dari 100 persen.

Penelitian yang dipublikasikan pada Juli 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini dilakukan oleh Rika Kurnia R, Hajerah, Andi Nur Maharani Islami, dan Ahmad Syawaluddin. Temuan ini menjadi sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital global, karena membuktikan bahwa literasi AI dan koding dapat dikuasai oleh guru PAUD melalui metode yang praktis, fleksibel, serta tidak bergantung pada ketersediaan perangkat komputer yang mahal.

Solusi Atas Minimnya Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru PAUD

Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut pengenalan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) dan pemahaman dasar AI sejak usia dini. Anak-anak pada rentang usia ini memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan sangat adaptif dalam memahami lingkungan sekitarnya. Namun, sebagian besar guru PAUD di Indonesia masih menghadapi keterbatasan pengetahuan, rasa percaya diri, dan pelatihan formal untuk mengajarkan konsep-konsep teknologi tersebut di kelas.

Pendekatan plugged-unplugged hadir sebagai solusi atas tantangan infrastruktur digital. Metode ini menggabungkan aktivitas berbasis layar komputer (plugged) dengan aktivitas fisik tanpa layar (unplugged). Melalui pendekatan interdisiplin, konsep koding dan AI diintegrasikan langsung ke dalam materi pembelajaran yang sudah ada, seperti bahasa, matematika, sains, dan perkembangan sosial-emosional anak.

Metodologi Penelitian: Pelatihan Tiga Pekan Bagi Guru PAUD di Makassar

Penelitian eksperimental (One-Group Pretest-Posttest) ini dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 14 guru PAUD dari tujuh sekolah yang belum pernah menerima pelatihan koding atau AI sebelumnya.

Program pelatihan berlangsung selama tiga pekan dengan total 18 jam pembelajaran. Sesi pelatihan mencakup empat materi utama: konsep dasar koding dan berpikir komputasional, literasi AI untuk PAUD, praktik koding dengan perangkat lunak interaktif, serta perancangan aktivitas koding tanpa layar. Kompetensi guru dinilai sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan rubrik observasi yang mencakup empat domain:

  1. Pemahaman Konseptual: Pengetahuan tentang konsep dasar koding dan AI.
  2. Integrasi Pedagogis: Kemampuan menghubungkan koding dan AI ke dalam kurikulum PAUD.
  3. Implementasi Praktis: Unjuk kerja dalam memfasilitasi aktivitas plugged dan unplugged.
  4. Praktik Reflektif: Kemampuan mengevaluasi dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran.

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test.

Temuan Utama: Lonjakan Kompetensi Guru Lebih dari Dua Kali Lipat

Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru yang sangat signifikan di semua domain yang diuji.

Berikut adalah poin-poin utama temuan penelitian tersebut:

  • Peningkatan Skor Komposit: Rata-rata skor komposit kompetensi guru melonjak dari 1,43 (kategori belum terlihat/rendah) pada pre-test menjadi 2,89 (kategori berkembang/baik) pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 102,1%.
  • Pertumbuhan per Domain: Domain Implementasi Praktis mengalami peningkatan tertinggi sebesar 115,2% (dari 1,45 menjadi 3,12), disusul Integrasi Pedagogis sebesar 108,6% (dari 1,39 menjadi 2,90), Pemahaman Konseptual sebesar 102,1% (dari 1,41 menjadi 2,85), dan Praktik Reflektif sebesar 93,2% (dari 1,48 menjadi 2,86).
  • Signifikansi dan Ukuran Efek: Uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai $p = .001$ ($p < .05$) dengan effect size sebesar $r = .882$. Angka ini masuk dalam kategori efek yang sangat besar (very large effect size), membuktikan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan kompetensi yang nyata.

Implikasi dan Dampak Bagi Dunia Pendidikan

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan interdisiplin berbasis plugged-unplugged merupakan model yang sangat efektif dan realistis untuk diterapkan di Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan sekolah-sekolah dengan fasilitas teknologi terbatas tetap dapat menerapkan pembelajaran koding dan AI secara mandiri.

Dengan memulainya dari aktivitas unplugged (tanpa layar), para guru dapat membangun rasa percaya diri dan pemahaman konsep terlebih dahulu sebelum melangkah ke media digital (plugged). Langkah ini terbukti efektif menurunkan kecemasan terhadap teknologi (technological anxiety) yang sering menjadi hambatan bagi pendidik usia dini. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi dinas pendidikan dan lembaga pelatihan guru untuk merancang program pengembangan profesi guru yang dapat diterapkan secara meluas (scalable).

Profil Penulis

Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dan akademisi dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia:

  • Dr. Rika Kurnia R, S.Pd., M.Pd. (Penulis Korespondensi) – Dosen dan peneliti di bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Makassar (Email: rika.kurnia@unm.ac.id).
  • Dr. Hajerah, S.Pd., M.Pd. – Dosen dan peneliti di Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Makassar.
  • Andi Nur Maharani Islami, S.Pd., M.Pd. – Peneliti dan akademisi di bidang media pembelajaran digital dan PAUD, Universitas Negeri Makassar.
  • Dr. Ahmad Syawaluddin, S.Pd., M.Pd. – Dosen dan pakar teknologi pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Enhancing Teacher Competence in Coding and Artificial Intelligence Through an Interdisciplinary Plugged-Unplugged Approach
Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, hlm. 969–974)
DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i7.95

Posting Komentar

0 Komentar