Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Negeri Makassar menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pendekatan plugged-unplugged interdisiplin berhasil meningkatkan kompetensi koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga lebih dari 100 persen
Penelitian yang dipublikasikan pada Juli 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini dilakukan oleh Rika Kurnia R, Hajerah, Andi Nur Maharani Islami, dan Ahmad Syawaluddin
Solusi Atas Minimnya Pelatihan Koding dan AI Bagi Guru PAUD
Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut pengenalan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) dan pemahaman dasar AI sejak usia dini
Pendekatan plugged-unplugged hadir sebagai solusi atas tantangan infrastruktur digital
Metodologi Penelitian: Pelatihan Tiga Pekan Bagi Guru PAUD di Makassar
Penelitian eksperimental (One-Group Pretest-Posttest) ini dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 14 guru PAUD dari tujuh sekolah yang belum pernah menerima pelatihan koding atau AI sebelumnya
Program pelatihan berlangsung selama tiga pekan dengan total 18 jam pembelajaran
- Pemahaman Konseptual: Pengetahuan tentang konsep dasar koding dan AI
. - Integrasi Pedagogis: Kemampuan menghubungkan koding dan AI ke dalam kurikulum PAUD
. - Implementasi Praktis: Unjuk kerja dalam memfasilitasi aktivitas plugged dan unplugged
. - Praktik Reflektif: Kemampuan mengevaluasi dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran
.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test
Temuan Utama: Lonjakan Kompetensi Guru Lebih dari Dua Kali Lipat
Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru yang sangat signifikan di semua domain yang diuji
Berikut adalah poin-poin utama temuan penelitian tersebut
- Peningkatan Skor Komposit: Rata-rata skor komposit kompetensi guru melonjak dari 1,43 (kategori belum terlihat/rendah) pada pre-test menjadi 2,89 (kategori berkembang/baik) pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 102,1%
. - Pertumbuhan per Domain: Domain Implementasi Praktis mengalami peningkatan tertinggi sebesar 115,2% (dari 1,45 menjadi 3,12), disusul Integrasi Pedagogis sebesar 108,6% (dari 1,39 menjadi 2,90), Pemahaman Konseptual sebesar 102,1% (dari 1,41 menjadi 2,85), dan Praktik Reflektif sebesar 93,2% (dari 1,48 menjadi 2,86)
. - Signifikansi dan Ukuran Efek: Uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai $p = .001$ ($p < .05$) dengan effect size sebesar $r = .882$
. Angka ini masuk dalam kategori efek yang sangat besar (very large effect size), membuktikan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan kompetensi yang nyata .
Implikasi dan Dampak Bagi Dunia Pendidikan
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan interdisiplin berbasis plugged-unplugged merupakan model yang sangat efektif dan realistis untuk diterapkan di Indonesia
Dengan memulainya dari aktivitas unplugged (tanpa layar), para guru dapat membangun rasa percaya diri dan pemahaman konsep terlebih dahulu sebelum melangkah ke media digital (plugged)
Profil Penulis
Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dan akademisi dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia
- Dr. Rika Kurnia R, S.Pd., M.Pd. (Penulis Korespondensi) – Dosen dan peneliti di bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Makassar (Email: rika.kurnia@unm.ac.id)
. - Dr. Hajerah, S.Pd., M.Pd. – Dosen dan peneliti di Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Makassar
. - Andi Nur Maharani Islami, S.Pd., M.Pd. – Peneliti dan akademisi di bidang media pembelajaran digital dan PAUD, Universitas Negeri Makassar
. - Dr. Ahmad Syawaluddin, S.Pd., M.Pd. – Dosen dan pakar teknologi pendidikan di Universitas Negeri Makassar
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Enhancing Teacher Competence in Coding and Artificial Intelligence Through an Interdisciplinary Plugged-Unplugged ApproachJurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, hlm. 969–974)
DOI:
0 Komentar