Model Take and Give Tingkatkan Motivasi Belajar IPAS Siswa SD di Parepare

Illustration by Ai


Motivasi belajar siswa sekolah dasar dapat meningkat secara signifikan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give. Temuan ini diungkap oleh Nur Ilmi, Miftahul Jannah, dan Deah Nabila Putri dari Universitas Negeri Makassar dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR). Penelitian dilakukan pada siswa kelas V UPTD SD Negeri 2 Parepare dan menunjukkan bahwa model pembelajaran yang mendorong siswa saling berbagi informasi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPAS.

Temuan ini menjadi penting karena motivasi belajar merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran. Di era Kurikulum Merdeka, pembelajaran tidak lagi berfokus pada guru sebagai sumber utama informasi, tetapi mendorong siswa untuk aktif mencari, mengolah, dan berbagi pengetahuan. Namun dalam praktiknya, banyak sekolah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi dan semangat belajar siswa, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di UPTD SD Negeri 2 Parepare, siswa cenderung pasif selama proses pembelajaran. Mereka jarang bertanya, kurang berani menyampaikan pendapat, mudah kehilangan fokus saat guru menjelaskan materi, dan terlihat kurang antusias dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give. Dalam model ini, siswa menerima kartu berisi materi tertentu yang harus dipelajari, kemudian mereka mencari pasangan untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan. Setelah proses berbagi informasi berlangsung, guru melakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari bersama.

Menurut para peneliti, model ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan interaktif. Siswa tidak hanya memperoleh informasi dari guru, tetapi juga dari teman sekelasnya. Proses tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan rasa percaya diri siswa.

Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 21 siswa kelas V, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan, menjadi peserta penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, dokumentasi, dan angket motivasi belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang cukup signifikan setelah model Take and Give diterapkan.

Pada siklus pertama, motivasi belajar siswa mencapai 67 persen dan masuk kategori tinggi. Setelah dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua, angka tersebut meningkat menjadi 87 persen dan masuk kategori motivasi sangat tinggi.

Data lebih rinci menunjukkan bahwa:

  • Sebanyak 78 persen siswa berada pada kategori motivasi sangat tinggi.
  • Sebanyak 17 persen siswa berada pada kategori motivasi tinggi.
  • Hanya 5 persen siswa yang masih berada pada kategori motivasi sedang.
  • Tidak ada siswa yang masuk kategori motivasi rendah maupun sangat rendah.

Peneliti juga menemukan hubungan yang kuat antara kualitas penerapan model Take and Give dengan peningkatan motivasi belajar siswa. Ketika pelaksanaan model semakin baik pada siklus kedua, motivasi belajar siswa juga meningkat secara konsisten. Dari hasil observasi, siswa menjadi lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi, lebih percaya diri saat menjawab pertanyaan, dan lebih antusias mengikuti kegiatan belajar.

Nur Ilmi dan tim dari Universitas Negeri Makassar menjelaskan bahwa peningkatan motivasi tersebut terjadi karena siswa terlibat langsung dalam proses pertukaran informasi. Ketika siswa harus menjelaskan materi kepada teman dan menerima informasi dari teman lain, mereka terdorong untuk memahami materi dengan lebih baik. Aktivitas tersebut juga membangun rasa tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri.

Selain meningkatkan motivasi, model Take and Give juga membawa perubahan positif terhadap perilaku siswa di kelas. Pada siklus kedua, siswa terlihat lebih percaya diri, lebih fokus saat mendengarkan penjelasan teman, tidak lagi memilih-milih pasangan belajar, dan menunjukkan sikap yang lebih menghargai satu sama lain. Kemampuan bekerja sama dan komunikasi antar siswa juga mengalami peningkatan.

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia. Di tengah upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada siswa, model Take and Give dapat menjadi salah satu alternatif strategi yang mudah diterapkan guru. Model ini tidak memerlukan teknologi yang rumit maupun biaya besar, tetapi mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan kolaboratif.

Bagi sekolah, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan terhadap inovasi pembelajaran. Peneliti merekomendasikan penyediaan sarana sederhana seperti kartu pembelajaran yang digunakan dalam metode Take and Give serta pelatihan bagi guru agar mampu menerapkan model tersebut secara optimal.

Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan. Menurut tim peneliti, model Take and Give tidak hanya berpotensi meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga dapat diteliti lebih jauh pengaruhnya terhadap hasil belajar, keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman konsep pada berbagai mata pelajaran serta jenjang pendidikan yang berbeda.

Secara keseluruhan, penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif antar siswa dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar. Ketika siswa diberi kesempatan untuk saling mengajar dan belajar bersama, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak positif terhadap perkembangan akademik maupun sosial mereka.

Profil Penulis

Nur Ilmi, Miftahul Jannah, dan Deah Nabila Putri merupakan akademisi dari Universitas Negeri Makassar yang memiliki fokus pada bidang pendidikan dasar, inovasi pembelajaran, dan pengembangan model pembelajaran kooperatif. Deah Nabila Putri bertindak sebagai penulis korespondensi dalam penelitian ini. Tim peneliti menaruh perhatian pada upaya meningkatkan kualitas proses belajar dan motivasi siswa melalui pendekatan pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.

Sumber Penelitian

Ilmi, N., Jannah, M., & Putri, D. N. (2026). “The Take and Give Type Cooperative Learning Model to Improve Students' Motivation to Learn Sciences in Grade V at UPTD SD Negeri 2 Parepare.” International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Vol. 4, No. 7, 2026, halaman 687–700.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i7.277.

Posting Komentar

0 Komentar