Model NHT Tingkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SD di Sidrap

Illustration by Ai

Model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) terbukti meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri 3 Timoreng Panua, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Temuan ini dilaporkan oleh Musfirah, Ritha Tuken, dan Nurkhaliza Jabir dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 2026 di International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang menekankan kerja sama kelompok dan tanggung jawab bersama mampu meningkatkan ketuntasan belajar siswa dari 46,15 persen menjadi 80,76 persen.

Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran penting dalam Kurikulum Merdeka karena berperan membentuk karakter, moral, dan tanggung jawab siswa sebagai warga negara. Namun, pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya keterlibatan siswa selama proses belajar mengajar.

Masalah tersebut ditemukan di kelas V UPT SD Negeri 3 Timoreng Panua. Hasil observasi yang dilakukan pada Februari 2026 menunjukkan bahwa dari 26 siswa, hanya lima siswa atau 19,23 persen yang mampu mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai minimal 75. Sebanyak 21 siswa lainnya belum mencapai target yang ditetapkan sekolah.

Peneliti menemukan dua faktor utama yang memengaruhi rendahnya hasil belajar. Dari sisi guru, pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berfokus pada membaca buku dan penjelasan materi. Sementara dari sisi siswa, banyak yang kurang aktif, mudah merasa bosan, dan belum terbiasa bekerja sama dalam kelompok belajar.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT). Dalam model ini, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan setiap anggota mendapatkan nomor tertentu. Setelah mendiskusikan materi bersama, guru akan memanggil nomor secara acak untuk mewakili kelompok menjawab pertanyaan atau mempresentasikan hasil diskusi. Pendekatan ini membuat seluruh anggota kelompok harus memahami materi karena siapa pun dapat dipilih untuk memberikan jawaban.
Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 26 siswa kelas V menjadi subjek penelitian. Kegiatan penelitian berlangsung dalam dua siklus, yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Pada siklus pertama, hasil yang diperoleh belum memenuhi target keberhasilan penelitian. Aktivitas guru dan siswa masih berada pada kategori cukup. Dari 26 siswa, hanya 12 siswa atau 46,15 persen yang mencapai nilai sesuai KKTP, dengan rata-rata kelas sebesar 69,23. Peneliti mencatat bahwa beberapa siswa belum aktif dalam diskusi kelompok dan guru belum optimal dalam memastikan seluruh anggota kelompok terlibat dalam pembelajaran.

Setelah melakukan evaluasi dan perbaikan strategi pembelajaran, hasil yang jauh lebih baik terlihat pada siklus kedua. Guru memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai mekanisme NHT, lebih aktif membimbing diskusi kelompok, serta mendorong seluruh siswa untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat.

Perbaikan tersebut menghasilkan peningkatan yang signifikan pada berbagai indikator pembelajaran. Aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori baik, begitu pula aktivitas siswa yang menunjukkan partisipasi lebih tinggi dibandingkan siklus sebelumnya. Yang paling menonjol adalah peningkatan hasil belajar siswa.

Data penelitian menunjukkan:

  • Ketuntasan belajar meningkat dari 46,15 persen pada siklus I menjadi 80,76 persen pada siklus II.
  • Jumlah siswa yang mencapai nilai minimal 75 naik dari 12 siswa menjadi 21 siswa.
  • Nilai rata-rata kelas meningkat dari 69,23 menjadi 82,30.
  • Aktivitas guru meningkat dari 66,66 persen menjadi 91,66 persen.
  • Aktivitas siswa meningkat dari 67,62 persen menjadi 85,89 persen.
    Menurut Musfirah dan tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar, peningkatan tersebut terjadi karena model NHT mendorong setiap siswa untuk aktif memahami materi, berdiskusi, serta bertanggung jawab terhadap hasil belajar kelompok. Tidak ada anggota kelompok yang dapat bergantung sepenuhnya kepada teman lain karena setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjawab pertanyaan guru.

Penelitian juga menunjukkan bahwa model NHT mampu meningkatkan interaksi sosial di dalam kelas. Siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, lebih percaya diri saat berbicara di depan teman-temannya, dan lebih terbiasa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kondisi tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Temuan ini memperkuat berbagai penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar sekaligus keterampilan sosial siswa. Dalam konteks Pendidikan Pancasila, pendekatan ini dinilai relevan karena materi pelajaran tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga kerja sama, tanggung jawab, toleransi, dan penghargaan terhadap pendapat orang lain.

Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini memberikan alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sekolah dapat mendorong guru menggunakan model pembelajaran kooperatif yang lebih interaktif, sementara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dapat mendukung melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung kerja kelompok dan diskusi aktif.

Peneliti juga merekomendasikan agar kajian serupa dilakukan pada mata pelajaran lain dan jenjang pendidikan yang berbeda sehingga efektivitas model NHT dapat diuji dalam konteks yang lebih luas.

Profil Singkat Penulis

Dr. Musfirah, S.Pd., M.Pd. merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang memiliki fokus pada pendidikan dasar, strategi pembelajaran inovatif, serta peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila. Musfirah juga bertindak sebagai penulis korespondensi dalam penelitian ini.

Dra. Ritha Tuken, M.Pd. adalah akademisi dari Universitas Negeri Makassar yang menekuni bidang pendidikan dasar dan pengembangan model pembelajaran.

Nurkhaliza Jabir merupakan peneliti muda dari Universitas Negeri Makassar yang aktif dalam kajian pembelajaran sekolah dasar dan peningkatan hasil belajar siswa.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Application of NHT Type Cooperative Model to Improve Pancasila Education Learning Outcomes for Class V Students of SD Negeri 3 Timoreng Panua Sidrap Regency
Penulis: Musfirah, Ritha Tuken, Nurkhaliza Jabir
Afiliasi: Universitas Negeri Makassar
Jurnal: International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Volume 4 Nomor 7, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i7.269

 


Posting Komentar

0 Komentar