Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Banten - Sinergi Akademisi dan Kepolisian Wujudkan Sekolah Ramah Anak Bebas Perundungan di Ciruas. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Nuryati, Agustina Dwiyanti,
Hildan Syaeful Arif, Dary Ikhsan, Aas Agustina,
Dwi Rahmatia Fauzan, Istiqomah Amelia, Elsa Intan,
Ajeng Ayu Agustin, Ahmad Ubaidillah, Arya Rizkia
Fitarto, Fadli Hidayat dari Universitas Bina Bangsa dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa Program kolaboratif yang menggabungkan sosialisasi hukum, pertunjukan drama interaktif, dan aksi pantomim ini dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026 untuk menguatkan kesadaran hak anak serta pencegahan kekerasan sejak dini .
Memutus Rantai Kekerasan Sejak Tingkat Sekolah Dasar
Perundungan di lingkungan sekolah dasar masih menjadi ancaman serius bagi perkembangan emosional dan akademik anak-anak di Indonesia . Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan studi psikologi pendidikan menunjukkan bahwa tindakan intimidasi baik berupa kekerasan fisik, ejekan verbal, hingga pengucilan sosial dapat merusak rasa percaya diri serta memicu kecemasan dan depresi jangka panjang pada korban . Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, pihak sekolah dituntut melmelakukan langkah pencegahan yang terstruktur dan substantif . Pendekatan tunggal dalam bentuk ceramah formal sering kali kurang efektif menyasar ingatan anak usia sekolah dasar . Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pihak penopang lingkungan sosial anak .
Metodologi Edukasi Berbasis Seni Seni Pertunjukan dan Pendekatan Multisektor
Pendekatan pengabdian ini menggunakan metode edukasi multikomponen yang menggabungkan interaksi verbal, pemahaman hukum formal, dan simulasi seni peran . Rangkaian kegiatan disusun secara sistematis melalui beberapa tahapan utama:
Studi pengabdian ini menegaskan pentingnya model kolaborasi multisektor (multi-stakeholder) dalam menciptakan Sekolah Ramah Anak . Keterlibatan pihak kepolisian memberikan pemahaman hukum sejak dini, sementara keahlian akademisi dan mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan adaptif . Dampak jangka panjang dari program ini mencakup terciptanya iklim belajar yang aman, kondusif, dan bebas intimidasi, yang pada akhirnya mendukung kesehatan mental serta prestasi belajar siswa . Model sosialisasi interaktif berbasis seni ini direkomendasikan untuk direplikasi secara berkala di sekolah-sekolah dasar lain, khususnya di wilayah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten .
Profil Penulis
Dr. Nuryati, M.Pd. — Dosen Universitas Bina Bangsa, berfokus pada bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat .
Agustina Dwiyanti, M.Pd. — Dosen Universitas Bina Bangsa, aktif dalam pendampingan program pengabdian dan pengembangan pendidikan dasar .
Tim KKM Kelompok 21 Universitas Bina Bangsa — Terdiri dari Hildan Syaeful Arif, Dary Ikhsan, Aas Agustina, Dwi Rahmatia Fauzan, Istiqomah Amelia, Elsa Intan, Ajeng Ayu Agustin, Ahmad Ubaidillah, dan Arya Rizkia Fitarto .
Fadly Hidayat — Perwakilan Kepolisian Daerah (POLDA) Banten, pengamat dan penyuluh hukum perlindungan anak .
Sumber Peneliti
Nuryati, Agustina Dwiyanti, Hildan Syaeful Arif, Dary Ikhsan, Aas Agustina, Dwi Rahmatia Fauzan, Istiqomah Amelia, Elsa Intan, Ajeng Ayu Agustin, Ahmad Ubaidillah, Arya Rizkia Fitarto, dan Fadli Hidayat. Realizing a Child-Friendly School: Synergy of Lecturers, Students, and Police to Prevent Bullying at Tegal Jetak Ciruas Elementary School. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 8, Tahun 2026, Halaman 511–520
DOI :https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.53
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Memutus Rantai Kekerasan Sejak Tingkat Sekolah Dasar
Perundungan di lingkungan sekolah dasar masih menjadi ancaman serius bagi perkembangan emosional dan akademik anak-anak di Indonesia
Metodologi Edukasi Berbasis Seni Seni Pertunjukan dan Pendekatan Multisektor
Pendekatan pengabdian ini menggunakan metode edukasi multikomponen yang menggabungkan interaksi verbal, pemahaman hukum formal, dan simulasi seni peran
- Pemaparan Pembekalan Materi Dasar: Dr. Nuryati memaparkan jenis-jenis perundungan (fisik, verbal, dan sosial) serta dampaknya terhadap kesehatan mental anak
. Pelatihan interaktif ini mengajak siswa mengenali peran penonton (bystander) agar tidak membiarkan aksi kekerasan terjadi . - Penguatan Aspek Hukum: Fadly Hidayat dari POLDA Banten menjelaskan sanksi dan konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan anak, sehingga siswa memahami bahwa perundungan bukan sekadar masalah disiplin sekolah, melainkan tindakan pelanggaran hukum
. - Simulasi Semi-Drama Mahasiswa: Mahasiswa KKM Kelompok 21 menyajikan pertunjukan drama singkat yang menggambarkan situasi nyata perundungan dan tata cara melaporkannya secara aman
. - Pertunjukan Pantomim Siswa: Dua siswa SDN Tegal Jetak menampilkan atraksi pantomim tanpa kata yang secara ekspresif menyampaikan pesan persahabatan dan penolakan kekerasan
.
Hasil observasi dan interaksi langsung selama program menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif siswa secara signifikan
- Tingginya Antusiasme dan Respon Siswa: Siswa secara aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan serta tindakan pencegahan yang harus diambil
. - Efektivitas Seni Peran: Pendekatan semi-drama dan pantomim terbukti lebih berhasil menanamkan rasa empati dan ingatan kolektif pada siswa dibandingkan ceramah satu arah
. - Penguatan Peran Otoritas Sekolah: Pemberian apresiasi dan kenang-kenangan langsung oleh Kepala Sekolah, Titin Suhartini, kepada siswa yang aktif meningkatkan keberanian siswa untuk bersuara dan melaporkan kekerasan
. - Sinergi Lintas Sektor: Kolaborasi antara akademisi perguruan tinggi, aparat penegak hukum, dan pihak sekolah terbukti membentuk sistem perlindungan anak yang lebih solid dan menyeluruh di tingkat dasar
.
Studi pengabdian ini menegaskan pentingnya model kolaborasi multisektor (multi-stakeholder) dalam menciptakan Sekolah Ramah Anak
Profil Penulis
Dr. Nuryati, M.Pd. — Dosen Universitas Bina Bangsa, berfokus pada bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat
Agustina Dwiyanti, M.Pd. — Dosen Universitas Bina Bangsa, aktif dalam pendampingan program pengabdian dan pengembangan pendidikan dasar
Tim KKM Kelompok 21 Universitas Bina Bangsa — Terdiri dari Hildan Syaeful Arif, Dary Ikhsan, Aas Agustina, Dwi Rahmatia Fauzan, Istiqomah Amelia, Elsa Intan, Ajeng Ayu Agustin, Ahmad Ubaidillah, dan Arya Rizkia Fitarto
Fadly Hidayat — Perwakilan Kepolisian Daerah (POLDA) Banten, pengamat dan penyuluh hukum perlindungan anak
Sumber Peneliti
Nuryati, Agustina Dwiyanti, Hildan Syaeful Arif, Dary Ikhsan, Aas Agustina, Dwi Rahmatia Fauzan, Istiqomah Amelia, Elsa Intan, Ajeng Ayu Agustin, Ahmad Ubaidillah, Arya Rizkia Fitarto, dan Fadli Hidayat. Realizing a Child-Friendly School: Synergy of Lecturers, Students, and Police to Prevent Bullying at Tegal Jetak Ciruas Elementary School. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 8, Tahun 2026, Halaman 511–520
DOI :
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar