Efisiensi pengelolaan aset terbukti menjadi penentu utama dalam mendongkrak profitabilitas perusahaan barang konsumsi non-primer, sementara ukuran perusahaan yang besar justru tidak menjamin tingginya keuntungan. Hal tersebut terungkap dalam studi komprehensif mengenai sektor barang konsumsi non-primer (consumer non-cyclicals) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024 yang dipublikasikan pada Juli 2026. Penelitian yang dilakukan oleh Della Puspita Anggraini, Citra Ramayani, dan Lovelly Dwinda Dahen dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Sumatra Barat ini penting untuk memberikan panduan strategis bagi investor dalam membaca kesehatan finansial emiten.
Sektor consumer non-cyclicals dikenal sebagai industri yang sangat tangguh menghadapi fluktuasi ekonomi karena menyediakan kebutuhan esensial masyarakat sehari-hari. Jumlah emiten di sektor ini menunjukkan pertumbuhan pesat dari 52 perusahaan pada tahun 2020 hingga mencapai 129 perusahaan pada tahun 2024. Kendati demikian, pertumbuhan jumlah emiten tersebut tidak serta-merta menyeragamkan kondisi finansial tiap korporasi. Dinamika internal seperti beban operasional dan struktur pembiayaan menciptakan celah performa yang menarik untuk dikaji secara mendalam.
Untuk mengupas fenomena tersebut, tim peneliti menerapkan metode pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling. Dari populasi yang ada, terpilih sebanyak 36 perusahaan dengan total 180 data observasi kurun waktu lima tahun (2020–2024) yang laporan keuangannya diakses langsung melalui situs resmi BEI. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi data panel dengan model Random Effects melalui bantuan perangkat lunak statistik.
Hasil analisis statistik dari penelitian ini merinci beberapa temuan utama sebagai berikut:
- Pengelolaan Aset (Total Asset Turnover/TATO): Berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA) dengan nilai koefisien 0,203 dan tingkat probabilitas 0,0397 (di bawah 0,05). Artinya, semakin efisien perusahaan mengoptimalkan seluruh asetnya untuk menghasilkan penjualan, semakin tinggi pula laba yang diraih.
- Ukuran Perusahaan (Firm Size): Berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dengan koefisien -0,0024 dan probabilitas 0,0378. Temuan ini mengindikasikan bahwa aset yang semakin besar tidak selalu linier dengan tingginya profit, lantaran seringkali dibarengi dengan bengkaknya biaya pemeliharaan dan operasional.
- Leverage, Pertumbuhan Penjualan, dan Likuiditas: Ketiga faktor ini tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam periode pengamatan tersebut.
- Uji Simultan (F-Test): Secara bersama-sama, kelima variabel (ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan penjualan, likuiditas, dan manajemen aset) memiliki nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,05039 yang menandakan tidak berdampak signifikan secara simultan, sehingga mengindikasikan adanya faktor penentu lain di luar model yang turut mempengaruhi kinerja keuangan.
Temuan ini membawa implikasi strategis yang luas bagi dunia usaha dan pasar modal. Para investor disarankan agar tidak sekadar tergiur oleh skala besar atau total aset suatu emiten, melainkan lebih teliti meninjau efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya yang ada. Bagi korporasi, fokus operasional harus diarahkan pada peningkatan produktivitas aset alih-alih sekadar memperbesar ukuran aset tanpa efisiensi yang memadai.
“Perusahaan diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan total aset, tetapi juga memastikan bahwa aset yang dimiliki dapat dikelola secara efektif dan produktif sehingga mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan,” tegas para peneliti dalam laporannya.
Profil Penulis:
- Della Puspita Anggraini: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Sumatra Barat, dengan minat keahlian di bidang pendidikan ekonomi dan keuangan.
- Citra Ramayani: Dosen dan peneliti di Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Sumatra Barat, dengan keahlian dalam bidang manajemen keuangan dan pendidikan.
- Lovelly Dwinda Dahen: Dosen dan peneliti di Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Sumatra Barat, yang aktif mengkaji isu-isu ekonomi dan kinerja korporasi.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel Jurnal: The Influence of Firm Size, Leverage, Sales Growth, Liquidity, and Asset Management on Return on Assets in Non-Cyclical Consumer Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020–2024 Period
- Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.34
0 Komentar