Penelitian ini muncul di tengah pertumbuhan pasar kendaraan penumpang di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik yang dikutip dalam artikel menunjukkan jumlah kendaraan penumpang meningkat dari 16.414.348 unit pada 2021 menjadi 19.906.353 unit pada 2024. Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peluang sekaligus persaingan di industri otomotif.
Suzuki memperkenalkan Suzuki Fronx di Indonesia pada 2025 dengan desain modern dan berbagai fitur. Namun, artikel mencatat penjualan Fronx mengalami perubahan setelah periode awal peluncuran. Penjualan yang sempat meningkat kemudian menurun pada bulan-bulan berikutnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk melihat faktor yang memengaruhi keinginan konsumen membeli mobil tersebut.
Kualitas Mobil Menjadi Pertimbangan Konsumen
Dalam penelitian ini, kualitas produk tidak hanya dilihat dari satu aspek. Peneliti menggunakan lima dimensi yang dianggap paling relevan dengan karakteristik Suzuki Fronx, yaitu performa, fitur, keandalan, daya tahan, dan estetika.
Performa berkaitan dengan kemampuan mobil menjalankan fungsi utamanya. Fitur mencakup berbagai karakteristik yang mendukung fungsi kendaraan. Keandalan menunjukkan kemampuan kendaraan bekerja secara konsisten, sedangkan daya tahan berkaitan dengan kemampuan produk bertahan dan berfungsi dengan baik. Sementara itu, estetika mencakup daya tarik visual dan penampilan kendaraan.
Hasil analisis menunjukkan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Suzuki Fronx. Artinya, semakin baik konsumen menilai kualitas kendaraan, semakin besar pula keinginan mereka untuk membeli.
Analisis regresi menunjukkan koefisien kualitas produk sebesar 0,539. Nilai signifikansinya mencapai 0,000, jauh di bawah batas 0,05. Nilai t sebesar 6,322 juga lebih tinggi dibandingkan nilai kritis 1,988. Dengan demikian, kualitas produk terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap minat beli.
Gaya Hidup Juga Mendorong Keinginan Membeli
Selain kualitas kendaraan, gaya hidup konsumen ternyata memiliki pengaruh yang bahkan lebih kuat dalam model penelitian ini. Gaya hidup menggambarkan bagaimana seseorang menjalani kehidupan, termasuk aktivitas, minat, serta pandangan atau opini yang dimilikinya.
Peneliti menemukan koefisien regresi gaya hidup sebesar 0,432. Nilai t mencapai 7,620 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Suzuki Fronx.
Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan membeli mobil tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi. Konsumen juga cenderung mempertimbangkan apakah karakteristik sebuah kendaraan sesuai dengan aktivitas, keinginan, dan gambaran diri mereka.
Dalam pembahasannya, Ningsih dan Nurtjahjadi menjelaskan bahwa Suzuki Fronx dapat dipandang bukan hanya sebagai alat mobilitas, tetapi juga sebagai produk yang dapat menyesuaikan dengan gaya hidup konsumen.
Dua Faktor Menjelaskan 76,3 Persen Minat Beli
Ketika kualitas produk dan gaya hidup dianalisis secara bersamaan, keduanya terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Uji F menghasilkan nilai 139,954 dengan tingkat signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap minat beli Suzuki Fronx.
Yang paling menonjol adalah nilai koefisien determinasi atau R² sebesar 0,763. Angka ini berarti kualitas produk dan gaya hidup secara bersama-sama menjelaskan 76,3 persen perubahan minat beli konsumen dalam model penelitian. Sementara itu, 23,7 persen sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti.
Penelitian menggunakan survei daring melalui Google Forms terhadap 90 responden di Kota Bandung. Responden dipilih secara purposive dengan kriteria berusia minimal 25 tahun, tinggal di Bandung, serta memiliki minat atau potensi membeli Suzuki Fronx. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26.
Implikasi bagi Strategi Pemasaran Otomotif
Temuan tersebut memberikan gambaran bagi perusahaan otomotif bahwa meningkatkan minat beli tidak cukup hanya dengan menawarkan kendaraan. Kualitas performa, fitur, desain, dan daya tahan perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan harapan konsumen.
Pada saat yang sama, strategi pemasaran perlu disesuaikan dengan karakteristik gaya hidup target konsumen. Peneliti merekomendasikan pemanfaatan media digital dan promosi yang relevan dengan kehidupan serta kebutuhan konsumen. Kombinasi antara kualitas produk dan pemasaran yang sesuai dengan gaya hidup dinilai dapat memperkuat daya tarik Suzuki Fronx di pasar.
Namun, hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi untuk seluruh konsumen Indonesia. Penelitian hanya melibatkan 90 responden di satu wilayah dan hanya menggunakan dua faktor utama. Peneliti menyarankan penelitian berikutnya mempertimbangkan faktor lain seperti harga, citra merek, promosi, dan persepsi kualitas, serta melibatkan lebih banyak responden dan wilayah penelitian.
Profil Penulis
Risha Fatimah Wahyu Ningsih — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia. Dalam artikel ini, Ningsih tercatat sebagai penulis utama sekaligus corresponding author.
Edi Nurtjahjadi — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia. Keduanya meneliti perilaku konsumen, khususnya kaitan kualitas produk, gaya hidup, dan minat pembelian dalam konteks pemasaran otomotif. Artikel tidak mencantumkan gelar akademik masing-masing penulis, sehingga gelar tidak dapat dicantumkan tanpa mengarang informasi.
0 Komentar