Kerak Nasi Naik Kelas! Mahasiswa UT Medan Hadirkan Krakin’s sebagai Cemilan Kekinian

Gambar: Kerak Nasi Naik Kelas! Mahasiswa UT Medan Hadirkan Krakin’s sebagai Cemilan Kekinian  
Siapa sangka, kerak nasi yang selama ini dianggap sebagai “sisa” dapur justru bisa disulap menjadi camilan kekinian yang disukai anak muda? Sebuah inovasi kuliner yang mengangkat kembali jajanan tradisional Indonesia ke panggung yang lebih modern ini lahir dari tangan sekelompok mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Medan, lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kewirausahaan Mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan dari LPPM UT. Kerak nasi bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Camilan sederhana berbahan dasar nasi yang dikeringkan lalu digoreng hingga renyah ini sudah lama dikenal di berbagai daerah, namun seiring gempuran produk makanan modern, jajanan tradisional ini perlahan mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda yang lebih akrab dengan camilan kemasan pabrikan. Minimnya inovasi rasa, tampilan yang kurang menarik, serta strategi pemasaran yang seadanya membuat kerak nasi kalah bersaing di rak-rak minimarket. Padahal, dari sisi bahan baku, kerak nasi punya keunggulan besar: mudah didapat, murah, dan berpotensi ekonomi tinggi jika dikembangkan dengan tepat. Melihat peluang tersebut, tim mahasiswa yang diketuai oleh Widya Suci Yulandari bersama anggota Amanda Wibowo, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Bapak Yasir Riady, S.S., M.Hum., menghadirkan KraKins sebagai jawaban atas nasib kerak nasi yang mulai tergerus zaman. Lewat sentuhan kreatif, kerak nasi ini disulap jadi camilan yang siap menggoda lidah Gen Z, renyah di luar, meledak rasanya di setiap gigitan. Ada tiga varian yang siap memanjakan selera. Pedas Daun Jeruk menghadirkan sensasi pedas beraroma segar yang bikin nagih, cocok untuk pecinta rasa gurih-pedas yang punya karakter kuat. Jagung Pedas Manis menawarkan kombinasi unik antara manisnya jagung dan gigitan pedas yang seimbang, rasa yang jarang ditemui di camilan kerak nasi kebanyakan. Sementara Caramel hadir untuk yang mendambakan manis lembut nan legit, sempurna untuk teman ngemil santai kapan saja. Lebih dari sekadar ajang membuat produk, program PkM Kewirausahaan Mahasiswa ini juga menjadi wadah bagi tim untuk belajar membangun usaha secara nyata, mulai dari produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital. Dukungan pendanaan dari LPPM UT pun menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus berdaya saing di pasar modern. Bukan sekadar camilan biasa, KraKins adalah bukti bahwa kuliner tradisional bisa naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya. KraKins bukan Cuma soal ngemil, tapi soal jatuh cinta pada rasa yang lahir dari perpaduan tradisi dan kreativitas masa kini.

Penulis: Yasir Riady 

Posting Komentar

0 Komentar