Peneliti dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, Poltekkes Kemenkes Mataram, dan Universitas Bali Dwipa mengembangkan inovasi makanan tambahan balita berupa Nugget Lewortem—formulasi nugget berbahan dasar ikan lele, wortel, dan tempe
Menjawab Tantangan Kejenuhan Menu PMT Posyandu
Program PMT di Posyandu merupakan strategi vital dalam perbaikan gizi anak-anak di Indonesia
Nugget merupakan salah satu olahan pangan favorit anak-anak karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih
Metodologi dan Pengujian Formulasi di Laboratorium
Penelitian eksperimental ini dilaksanakan secara sistematis selama enam bulan, dari Juni hingga November 2025
- N1: 25 gram tempe
- N2: 50 gram tempe
- N3: 75 gram tempe
- N4: 100 gram tempe
- N5: 125 gram tempe
- N6: 150 gram tempe
Setiap perlakuan tetap mempertahankan jumlah proporsi ikan lele dan wortel masing-masing sebesar 100 gram
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis laboratorium dan statistik menunjukkan sejumlah temuan kunci:
- Kandungan Protein Tertinggi pada Formulasi N2: Perlakuan N2 (penambahan 50 g tempe) menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 18,77%, diikuti oleh N1 (16,25%), N4 (16,06%), N5 (15,66%), N6 (15,23%), dan N3 (11,80%)
. - Kandungan Lemak dan Energi: Perlakuan N2 juga memiliki kadar lemak sebesar 10,21% dan karbohidrat sebesar 27,62%, menjadikannya padat gizi dan sumber energi yang baik untuk tumbuh kembang balita
. - Profil Asam Amino Lengkap: Nugget Lewortem terbukti mengandung asam amino esensial yang lengkap, seperti histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, valin, arginin, dan triptofan
. Formulasi N2 mencatatkan total konsentrasi asam amino tertinggi yaitu 16,34 mg/kg . Triptofan teridentifikasi sebagai asam amino pembatas (limiting amino acid) . - Dapat Diterima dengan Baik Secara Organoleptic: Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur di seluruh perlakuan ($p > 0,05$)
. Rata-rata skor rasa berada pada rentang 2,7–3,1; aroma 3,0–3,3; dan warna 3,1–3,4 dari skala hedonic 4 poin .
Solusi Praktis PMT dan Dampak Bagi Masyarakat
Inovasi Nugget Lewortem memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan gizi berbasis masyarakat. Porsi rekomendasi Nugget Lewortem dengan formulasi N2 (50 gram tempe) terbukti mampu memenuhi hingga 93% kebutuhan protein harian balita usia 1–3 tahun
Penggabungan protein hewani dan nabati dalam bentuk nugget tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas nutrisi tetapi juga menyamarkan aroma khas tempe dan ikan lele, sehingga lebih disukai oleh anak-anak
Profil Penulis
- I Komang Agusjaya Mataram, S.TP., M.Si. — Peneliti Utama dan Dosen di Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Denpasar. Ahli dalam bidang teknologi pangan dan gizi masyarakat
. - Ni Putu Agustini, S.SKM., M.Si. — Peneliti dan Dosen Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Denpasar
. - Anak Agung Nanak Antarini, SST., M.P. — Peneliti dan Dosen Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Denpasar
. - Yuli Laraeni, S.SKM., M.Pd. — Peneliti dan Dosen Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Mataram
. - I Made Artha Widyantara Jaya, S.Gz., M.Gz. — Peneliti dan Dosen di Universitas Bali Dwipa
.
Sumber Penelitian Resmi
- Judul Artikel Jurnal: Lewortem Nuggets as a Variation in Supplementary Feeding at Integrated Health Post (POSYANDU)
- Nama Jurnal: International Journal of Natural and Health Sciences (IJNHS)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 3, Hal. 213-230)
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijnhs.v4i3.249 - URL Resmi:
https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijnhs/index
0 Komentar