Hubungan Antara Stres Kerja dan Beban Kerja dengan Rasa Terikat pada Pekerjaan di Kalangan Karyawan Generasi Z di Industri Media Kreatif Cirebon

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Riau - Beban Kerja Tinggi Justru Bikin Generasi Z Sektor Media Kreatif Cirebon Makin Betah Bekerja. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Rikhanah dan Agi Syarif Hidayat dari Universitas Swadaya Gunung Jati dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa beban kerja yang menantang dan dapat dikelola justru meningkatkan keterikatan kerja (job embeddedness) atau rasa betah pekerja Gen Z untuk tetap bertahan di perusahaan tempat mereka bekerja.

Pergeseran Tren: Beban Kerja Sebagai Peluang, Bukan Beban
Secara umum, industri media kreatif di daerah berkembang sangat cepat dengan ritme kerja dinamis, deadline ketat, dan tuntutan produksi konten yang tiada henti. Di sisi lain, Generasi Z sering kali dinilai rentan terhadap tekanan dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap keseimbangan hidup. Karakteristik unik ini memicu pertanyaan besar bagi pengelola sumber daya manusia: apakah tekanan pekerjaan di industri kreatif lokal merusak ikatan kerja karyawan Gen Z, atau justru membentuk ketahanan kerja baru? Untuk menjawab hal tersebut, para peneliti menerapkan kerangka teori Job Demands-Resources (JD-R). Metodologi penelitian dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Peneliti mengambil sampel 100 responden dari total populasi 110 karyawan Gen Z di tiga media lokal tersebut menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan.

Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan beberapa temuan empiris yang sangat menarik mengenai perilaku kerja Generasi Z:
  • Beban Kerja Berdampak Positif dan Signifikan: Variabel beban kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja ($\beta = 0{,}575$; $p = 0{,}000$). Ini berarti semakin tinggi beban kerja yang diberikan selama dirasa bermakna dan dapat dikelola—semakin tinggi pula ikatan dan loyalitas karyawan Gen Z terhadap perusahaan.
  • Stres Kerja Tidak Berpengaruh Signifikan: Berbeda dari anggapan umum, stres kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan kerja secara parsial ($\beta = 0{,}101$; $p = 0{,}082$). Stres akibat deadline bukan menjadi penentu utama apakah seorang karyawan Gen Z akan bertahan atau hengkang.
  • Pengaruh Simultan yang Kuat: Secara bersama-sama (simultan), stres kerja dan beban kerja memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat keterikatan kerja karyawan Gen Z, dengan nilai Koefisien Determinasi ($R^2$) sebesar 0,464. Artinya, 46,4% variasi betah atau tidaknya karyawan Gen Z dijelaskan oleh kombinasi dua faktor ini, sedangkan 53,6% sisanya dipengaruhi faktor luar lainnya.
Implikasi Bagi Dunia Bisnis dan Manajemen SDM
Penelitian ini memberikan wawasan mendasar bagi para manajer dan pemilik usaha di industri kreatif. Sebagai digital natives, Gen Z terbiasa dengan lingkungan yang cepat dan adaptif. Bagi mereka, beban kerja di industri media seperti pembuatan konten, pemecahan masalah kreatif, dan pencapaian target portofolio dianggap sebagai challenge demands (tantangan yang memicu pertumbuhan) dan sarana pengembangan diri. Implikasinya, perusahaan media tidak perlu ragu memberikan porsi kerja yang menantang kepada karyawan muda. Namun, manajemen harus mendesain sistem kerja yang terstruktur. Perusahaan disarankan untuk menerapkan evaluasi beban kerja secara berkala, penataan alur kerja yang transparan, pemberian otonomi kreatif, serta sistem penghargaan berbasis pencapaian (milestone). Langkah-langkah ini terbukti efektif menjaga daya tahan dan retensi talenta muda di tingkat regional.

Profil Penulis
Siti Rikhanah – Peneliti dan akademisi di bidang Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Cirebon, Indonesia. Berfokus pada kajian perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia.
Agi Syarif Hidayat – Dosen dan peneliti bidang Manajemen di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Cirebon, Indonesia. Memiliki keahlian dalam analisis ekonometrika bisnis, pengembangan organisasi, dan dinamika tenaga kerja generasi muda.

Sumber Penelitian
Siti Rikhanah, Agi Syarif Hidayat. The Relationship Between Work Stress and Workload with Job Embeddedness Among Generation Z Employees in the Creative Media Industry of Cirebon. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5, No. 3 (2026), hal. 619–632
DOI : https://doi.org/10.55927/ajma.v5i3.16791
URL : https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar