Fleksibilitas Kerja dan Disiplin Kunci Peningkatan Kinerja ASN Milenial dan Gen Z

Illustrasi by AI

Penerapan sistem kerja fleksibel (Flexible Working Arrangement/FWA) dan kedisiplinan yang kuat terbukti mampu mendongkrak kinerja aparatur sipil negara (ASN) dari generasi milenial dan Gen Z. Penelitian yang dilakukan oleh Teguh Pambudi, Corry Yohana, dan Tuty Sariwulan dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2026 ini mengungkap bahwa kepuasan kerja menjadi jembatan krusial dalam mengubah fleksibilitas dan disiplin menjadi produktivitas yang nyata di sektor publik.

Transformasi Budaya Kerja

Dunia birokrasi Indonesia saat ini tengah bertransformasi menuju pola kerja yang lebih adaptif, digital, dan berorientasi pada hasil. Bagi ASN kelompok usia produktif—yakni milenial dan Gen Z—keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) serta fleksibilitas menjadi faktor yang sangat relevan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah pemahaman tentang bagaimana kebijakan kerja modern seperti FWA memengaruhi kinerja pegawai di lingkungan instansi pemerintah pusat.

Metode Penelitian

Penelitian ini melibatkan 215 responden dari kalangan ASN generasi milenial dan Gen Z. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik pemodelan statistik canggih (Structural Equation Modeling-Partial Least Squares) untuk melihat hubungan sebab-akibat antara fleksibilitas kerja, disiplin, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai.

Temuan Utama:

  • Fleksibilitas kerja (FWA), disiplin kerja, dan kepuasan kerja secara positif dan signifikan meningkatkan kinerja pegawai.
  • FWA dan disiplin kerja terbukti meningkatkan kepuasan kerja pegawai.
  • Kepuasan kerja berperan penting sebagai variabel antara yang memperkuat dampak FWA dan disiplin terhadap kinerja.

Dampak bagi Sektor Publik

Hasil riset ini menegaskan bahwa kebijakan FWA bukan sekadar opsi kerja jarak jauh, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas birokrasi. Ketika ASN diberikan otonomi lebih dalam mengatur waktu dan cara kerja, kepuasan kerja mereka meningkat, yang pada akhirnya memotivasi mereka untuk mencapai target organisasi dengan lebih baik.

Teguh Pambudi dan timnya dari Universitas Negeri Jakarta menekankan bahwa keberhasilan ini harus didukung dengan infrastruktur digital yang memadai seperti aplikasi kinerja elektronik, serta pengawasan disiplin yang tetap terjaga. Mereka menyarankan instansi pemerintah untuk memperluas opsi kerja hybrid tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Profil Penulis

Teguh Pambudi, Corry Yohana, dan Tuty Sariwulan adalah akademisi dari Universitas Negeri Jakarta yang berfokus pada manajemen sumber daya manusia dan tata kelola birokrasi.

Sumber Penelitian:

  • Artikel: "The Effect of Flexible Working Arrangement (FWA) and Work Discipline on Employee Performance through Job Satisfaction as a Mediation Variable"
  • Jurnal: International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), 2026.
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i7.22

Posting Komentar

0 Komentar