Peneliti dari Universitas Negeri Medan yang terdiri dari Josua
Hamonangan Siahaan, Syamsul Bahri, Siti Azzahra Annur, Fasah Yulia, dan Khanzah
Rona mengungkapkan temuan baru mengenai dinamika kejiwaan karakter sastra
dunia. Dipublikasikan pada Juli 2026, penelitian ini membedah perkembangan
kepribadian tokoh Henry Carr dalam naskah drama kontemporer Travesties
karya Tom Stoppard dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Studi
ini menjadi sangat penting karena memberikan pemahaman mendalam tentang
bagaimana pikiran bawah sadar, ingatan terfragmentasi, dan konflik internal
memengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas dan identitas dirinya.
Struktur kepribadian manusia kerap kali mengalami ketidakstabilan saat
dihadapkan pada tekanan emosional, konflik ingatan, dan dorongan ambisi
pribadi. Dalam karya drama Travesties, tokoh Henry Carr digambarkan
mengalami krisis ingatan dan kerap merestrukturisasi peristiwa masa lalu sesuai
dengan persepsi subjektifnya sendiri. Ketidakmampuan Carr dalam membedakan
antara ingatan nyata dan imajinasi menciptakan ketegangan psikologis yang
kompleks. Kondisi ini menarik perhatian para peneliti untuk meneliti bagaimana
struktur jiwa seseorang bekerja dalam mempertahankan keseimbangan mental di
tengah kekacauan ingatan dan realitas.
Untuk menganalisis fenomena kejiwaan tersebut, tim peneliti menerapkan
metode kualitatif deskriptif berbasis kerangka psikoanalisis klasik. Peneliti
mengumpulkan data berupa kutipan dialog, monolog, dan interaksi antar tokoh
yang terdapat dalam naskah drama Travesties. Data yang terkumpul
kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga elemen utama struktur kepribadian
Freud, yaitu id (dorongan instingtif dan emosi), ego (kesadaran
rasional penengah realitas), dan superego (nilai moral dan etika
sosial). Peneliti menganalisis secara mendalam bagaimana ketiga elemen ini
saling berinteraksi dan memengaruhi tindakan serta keputusan tokoh utama.
Berdasarkan analisis terhadap 36 unit data dialog pilihan, penelitian
ini menemukan bahwa struktur kepribadian Henry Carr dibentuk oleh dinamika
ketiga elemen psikoanalisis dengan porsi yang berbeda:
- Ego
(44,44%): Menjadi elemen
yang paling dominan dengan 16 data dialog. Dominasi ego terlihat
dari upaya rasional Henry Carr untuk menyelaraskan dorongan pribadinya
dengan realitas, menggunakan logika untuk mempertahankan citra diri, serta
melakukan rasionalisasi atas ingatan-ingatan masa lalunya yang
terdistorsi.
- Id
(33,33%): Muncul dalam 12
data dialog. Elemen ini mencerminkan dorongan emosional, impulsivitas,
ambisi pribadi, serta sikap pertahanan diri yang agresif ketika keyakinan
atau kebanggaan dirinya terancam oleh lawan bicara.
- Superego
(22,23%): Hapus dalam 8
data dialog. Superego tampak melalui kesadaran moral, rasa tanggung
jawab, dan refleksi diri Carr terhadap kebenaran, meskipun pertimbangan
etis ini sering kali kalah kuat dibanding kepentingan pribadinya.
Hasil kajian ini membuktikan bahwa dominasi ego memegang peranan
kunci dalam menjaga stabilitas mental seseorang yang mengalami konflik
kejiwaan. Ego bertindak sebagai benteng pertahanan psikologis yang
meredam benturan antara dorongan emosional tanpa kendali (id) dan
tuntutan norma moral (superego). Implikasi dari penelitian ini sangat
luas, tidak hanya memperkaya literatur di bidang kritik sastra dan psikologi
drama, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan karakter, studi
media, dan pemahaman masyarakat umum mengenai pentingnya pengelolaan emosi
serta rasionalitas dalam menjaga kesehatan mental.
"Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan psikoanalisis Freud
mampu memberikan kerangka kerja yang presisi untuk memahami konflik psikologis
yang rumit pada karakter drama kontemporer. Dominasi ego pada diri Henry
Carr memperlihatkan bagaimana rasionalitas manusia bekerja keras menyeimbangkan
antara dorongan hasrat internal dan kenyataan hidup yang tidak sempurna,"
papar Josua Hamonangan Siahaan bersama tim peneliti Universitas Negeri Medan.
Profil Penulis
Penelitian ini diselesaikan oleh tim akademisi dari Universitas Negeri
Medan yang terdiri dari:
- Josua
Hamonangan Siahaan –
Peneliti utama dan akademisi di bidang ilmu sastra dan kebudayaan,
Universitas Negeri Medan.
- Syamsul
Bahri, S.SS., M.Hum. –
Dosen pengajar dan pakar teori sastra serta psikoanalisis, Universitas
Negeri Medan.
- Siti
Azzahra Annur – Peneliti
dan akademisi studi sastra Inggris, Universitas Negeri Medan.
- Fasah
Yulia – Peneliti dan
akademisi studi sastra Inggris, Universitas Negeri Medan.
- Khanzah
Rona – Peneliti dan
akademisi studi sastra Inggris, Universitas Negeri Medan.
Sumber Penelitian Resmi
- Judul
Artikel: Personality
Development in Tom Stoppard's Travesties: Psychoanalytic Perspective
- Jurnal: International Journal of Advanced
Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4, No. 7, Tahun 2026,
Halaman 877–890
- Penerbit: TITECH Publisher
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i7.238
- https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss

0 Komentar