Efisiensi Operasional Jadi Kunci Kinerja Perusahaan Konstruksi di Bursa Efek Indonesia

Illustration by Ai

Kinerja operasional perusahaan konstruksi di Indonesia ternyata tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau keuntungan yang dimiliki. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Danang Artdy Santoso, Mulyanto Nugroho, dan Nekky Rahmiyati dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menemukan bahwa efisiensi operasional menjadi faktor penting yang menjembatani pengaruh kondisi keuangan terhadap kinerja perusahaan konstruksi. Studi ini dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) dan menyoroti perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Temuan ini penting karena industri konstruksi merupakan salah satu sektor strategis yang mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemulihan pascapandemi, kenaikan harga material, tingginya beban utang, hingga masalah arus kas yang menyebabkan kinerja perusahaan berfluktuasi.

Data yang dianalisis peneliti menunjukkan bahwa selama periode 2021–2025 terdapat perbedaan besar dalam kemampuan perusahaan konstruksi menghasilkan laba operasional. Beberapa perusahaan mencatat peningkatan kinerja yang signifikan, sementara perusahaan lain mengalami penurunan tajam akibat tekanan operasional dan finansial. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada pendapatan, tetapi juga pada kemampuan mengelola biaya proyek, arus kas, dan sumber pendanaan secara efektif.

Menganalisis 20 Perusahaan Konstruksi

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis laporan keuangan 20 perusahaan konstruksi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama 2021–2025. Total terdapat 100 observasi yang berasal dari data keuangan lima tahun. Informasi diperoleh dari laporan keuangan audit perusahaan dan dianalisis menggunakan metode statistik untuk melihat hubungan antara likuiditas, profitabilitas, struktur modal, manajemen modal kerja, efisiensi operasional, dan kinerja operasional perusahaan.

Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Profitabilitas menunjukkan kemampuan menghasilkan keuntungan. Struktur modal berkaitan dengan komposisi utang dan modal sendiri, sedangkan manajemen modal kerja menggambarkan kemampuan mengelola kas, piutang, dan persediaan agar kegiatan operasional berjalan lancar.

Empat Faktor Keuangan Tingkatkan Efisiensi Operasional

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel keuangan yang diuji memiliki pengaruh positif terhadap efisiensi operasional perusahaan konstruksi.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional.
  • Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional.
  • Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional.
  • Manajemen modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional.

Menurut peneliti, perusahaan yang memiliki kondisi keuangan sehat cenderung lebih mampu menjalankan proyek secara lancar, membayar kebutuhan operasional tepat waktu, serta memanfaatkan sumber daya secara optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Profitabilitas dan Struktur Modal Dorong Kinerja Operasional

Penelitian juga menemukan bahwa profitabilitas, struktur modal, manajemen modal kerja, dan efisiensi operasional secara langsung meningkatkan kinerja operasional perusahaan konstruksi. Sebaliknya, likuiditas tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja operasional.

Temuan ini menunjukkan bahwa memiliki kas atau aset lancar yang besar belum tentu membuat perusahaan berkinerja lebih baik. Dana yang terlalu banyak menganggur justru dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Di sisi lain, perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan tinggi memiliki lebih banyak ruang untuk berinvestasi pada teknologi, peralatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan efektivitas operasional.

Peneliti juga menemukan bahwa kombinasi pendanaan yang tepat antara utang dan modal sendiri dapat membantu perusahaan memperoleh sumber dana yang cukup untuk menjalankan proyek dan memperluas kapasitas bisnis.

Efisiensi Operasional Menjadi Faktor Penentu

Salah satu temuan paling penting dalam penelitian ini adalah peran efisiensi operasional sebagai variabel perantara atau mediator.

Efisiensi operasional terbukti mampu menjembatani hubungan antara:

  • Likuiditas dan kinerja operasional.
  • Profitabilitas dan kinerja operasional.
  • Manajemen modal kerja dan kinerja operasional.

Namun, efisiensi operasional tidak mampu menjadi perantara antara struktur modal dan kinerja operasional. Dalam kasus ini, pengaruh struktur modal terhadap kinerja perusahaan terjadi secara langsung.

Menurut Danang Artdy Santoso dan tim peneliti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi keuangan yang baik belum cukup untuk meningkatkan kinerja perusahaan apabila tidak diikuti pengelolaan sumber daya yang efisien. Efisiensi operasional menjadi mekanisme yang mengubah kekuatan finansial menjadi hasil bisnis yang nyata.

Implikasi bagi Industri Konstruksi

Hasil penelitian ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi perusahaan konstruksi di Indonesia.

Pertama, perusahaan perlu memprioritaskan efisiensi operasional selain fokus pada peningkatan laba atau penambahan modal. Pengelolaan biaya yang baik, pemanfaatan aset yang optimal, dan percepatan penyelesaian proyek dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Kedua, manajemen modal kerja harus menjadi perhatian utama. Pengelolaan kas, piutang, dan persediaan yang efektif terbukti berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan kinerja operasional.

Ketiga, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara penggunaan utang dan modal sendiri agar dapat memperoleh manfaat pendanaan tanpa meningkatkan risiko keuangan secara berlebihan.

Bagi investor, penelitian ini memberikan gambaran bahwa penilaian terhadap perusahaan konstruksi tidak cukup hanya melihat tingkat likuiditas atau besarnya aset, tetapi juga perlu mempertimbangkan tingkat efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan mengelola sumber dayanya.

Profil Penulis

Danang Artdy Santoso merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menekuni bidang manajemen keuangan dan kinerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan bersama Prof. Dr. Mulyanto Nugroho dan Dr. Nekky Rahmiyati, dosen dan peneliti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang memiliki kepakaran di bidang manajemen, keuangan perusahaan, dan strategi bisnis.

Sumber Penelitian

Santoso, Danang Artdy; Nugroho, Mulyanto; dan Rahmiyati, Nekky. “The Effect of Liquidity, Profitability, Capital Structure, and Working Capital Management on Operational Performance Through Operational Efficiency as an Intervening Variable in Construction Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange.”

International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR),

Vol. 4 No. 7, 2026, halaman 547–568. DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i7.247.

Posting Komentar

0 Komentar