Padang – Dukungan yang diberikan pemimpin kepada karyawan terbukti berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja. Karyawan yang merasa dihargai, dibimbing, dan didukung oleh atasannya cenderung memiliki keterlibatan kerja (work engagement) dan modal psikologis (psychological capital) yang lebih tinggi, sehingga mampu bekerja lebih produktif. Temuan tersebut diungkap oleh Della Regina Agustin dan Vidyarini Dwita dari Universitas Negeri Padang dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR). Penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas hubungan antara pemimpin dan karyawan serta kondisi psikologis yang dimiliki pekerja.
Dalam organisasi jasa, produktivitas karyawan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Hal ini juga berlaku bagi karyawan cleaning service yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan kerja. Rendahnya produktivitas dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian tugas, menurunnya kualitas layanan, hingga meningkatnya keluhan dari pengguna jasa. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang mampu meningkatkan semangat kerja sekaligus produktivitas para karyawannya.
Penelitian ini berangkat dari konsep bahwa dukungan pemimpin merupakan salah satu sumber daya organisasi yang dapat membantu karyawan menghadapi tuntutan pekerjaan. Ketika karyawan merasa atasannya menghargai kontribusi mereka, memberikan arahan, bantuan, serta perhatian terhadap kesejahteraan mereka, karyawan akan lebih percaya diri, optimistis, dan memiliki komitmen yang lebih kuat terhadap pekerjaannya. Kondisi tersebut kemudian mendorong peningkatan produktivitas kerja secara berkelanjutan.
Untuk menguji hubungan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 149 karyawan cleaning service PT UNP Mandiri Berkarya yang dipilih dari total populasi 237 karyawan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi SmartPLS 4. Variabel yang dianalisis meliputi perceived leadership support, work engagement, psychological capital, dan work productivity.
Profil responden menunjukkan bahwa sebagian besar merupakan perempuan, yaitu sebanyak 96 orang (64,4%), sedangkan laki-laki berjumlah 53 orang (35,6%). Mayoritas responden berusia 30–40 tahun (36,9%), berpendidikan SMA (91,3%), dan telah bekerja lebih dari tiga tahun (52,3%). Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia produktif dengan pengalaman kerja yang relatif matang.
Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa seluruh variabel penelitian berada pada kategori sangat tinggi. Dukungan kepemimpinan memperoleh skor rata-rata 4,68, keterlibatan kerja 4,75, modal psikologis 4,74, dan produktivitas kerja 4,72. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan merasakan dukungan yang kuat dari atasan, memiliki keterlibatan tinggi terhadap pekerjaan, kondisi psikologis yang positif, sekaligus produktivitas kerja yang baik.
Analisis model struktural menunjukkan bahwa dukungan pemimpin berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja, dengan koefisien sebesar 0,682. Artinya, semakin besar dukungan yang dirasakan karyawan dari atasannya, semakin tinggi pula semangat, dedikasi, dan keterlibatan mereka dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Selain itu, dukungan pemimpin juga berpengaruh positif terhadap modal psikologis dengan koefisien 0,705, yang berarti karyawan menjadi lebih optimistis, percaya diri, penuh harapan, dan tangguh dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa dukungan pemimpin secara langsung meningkatkan produktivitas kerja, dengan koefisien pengaruh sebesar 0,515. Di samping itu, work engagement berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja dengan koefisien 0,245, sedangkan psychological capital memberikan pengaruh yang lebih besar, yaitu 0,493. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi psikologis yang positif menjadi salah satu faktor penting yang membantu karyawan bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Temuan lain yang menarik adalah bahwa keterlibatan kerja dan modal psikologis sama-sama berperan sebagai variabel mediasi. Modal psikologis memediasi hubungan antara dukungan pemimpin dan produktivitas kerja dengan nilai koefisien 0,348, sedangkan keterlibatan kerja memediasi hubungan tersebut dengan koefisien 0,167. Artinya, dukungan dari pemimpin tidak hanya berdampak langsung terhadap produktivitas, tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui meningkatnya semangat kerja, rasa percaya diri, optimisme, harapan, serta kemampuan karyawan dalam menghadapi tekanan pekerjaan.
Menurut Della Regina Agustin dan Vidyarini Dwita, hasil penelitian ini mendukung Conservation of Resources (COR) Theory, yang menjelaskan bahwa sumber daya organisasi, seperti dukungan pemimpin, mampu memperkuat sumber daya pribadi karyawan. Ketika karyawan memperoleh perhatian, penghargaan, arahan, dan bantuan dari atasannya, mereka menjadi lebih terlibat dalam pekerjaan, memiliki kondisi psikologis yang lebih positif, dan mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis merekomendasikan agar perusahaan memperkuat praktik kepemimpinan yang suportif melalui komunikasi terbuka, pemberian apresiasi terhadap kontribusi karyawan, umpan balik yang konstruktif, serta bantuan nyata dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Selain itu, organisasi juga perlu mengembangkan program yang mampu meningkatkan keterlibatan kerja dan modal psikologis, seperti pelatihan pengembangan diri, program penghargaan, pembinaan karier, serta kegiatan yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis maupun pengalaman kerja. Dukungan pemimpin yang konsisten, hubungan kerja yang positif, keterlibatan tinggi terhadap pekerjaan, serta modal psikologis yang kuat menjadi kombinasi penting yang mampu meningkatkan produktivitas karyawan sekaligus mendukung keberhasilan organisasi dalam jangka panjang.
Profil Penulis
Della Regina Agustin – Universitas Negeri Padang, Indonesia.
Vidyarini Dwita – Universitas Negeri Padang, Indonesia.
Sumber Penelitian
Judul: The Effect of Perceived Leadership Support on Work Productivity through Work Engagement and Psychological Capital as Mediating Variables on Cleaning Service Employees at PT UNP Mandiri Berkarya.
Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 7, 2026.
0 Komentar