Bandung — Disiplin dan motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada bagian Supply Chain Management PT QRS. Temuan tersebut diungkap Muhammad Fajar dan R.M Juddy Prabowo dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani melalui penelitian yang diterbitkan pada 2026. Dengan melibatkan 51 karyawan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan disiplin dan motivasi kerja tidak hanya berpengaruh secara terpisah, tetapi juga secara bersama-sama memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja karyawan.
Kinerja karyawan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan, khususnya pada sektor yang membutuhkan ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, dan koordinasi antarbagian. PT QRS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi obat, baik produk yang dapat diperoleh tanpa resep maupun obat yang memerlukan resep, dan berlokasi di wilayah Bandung Barat. Dalam operasionalnya, bagian Supply Chain Management memiliki peran penting dalam memastikan berbagai aktivitas perusahaan berjalan secara efektif.
Data kinerja karyawan PT QRS sepanjang Januari hingga Desember 2025 menunjukkan masih terdapat ruang untuk peningkatan. Dari 51 karyawan, hanya dua orang atau 3,92 persen yang memperoleh kategori sangat baik. Sebanyak 17 orang atau 33,33 persen berada pada kategori baik, 21 orang atau 41,18 persen berada pada kategori cukup, 10 orang atau 19,61 persen berada pada kategori kurang, dan satu orang atau 1,96 persen berada pada kategori sangat kurang. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi peneliti untuk melihat faktor yang berkaitan dengan kinerja karyawan.
Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kedisiplinan. Berdasarkan keterangan supervisor HRD PT QRS, masih terdapat karyawan yang terlambat kembali ke area kerja setelah waktu istirahat berakhir pada pukul 13.00 WIB. Beberapa karyawan juga dilaporkan meninggalkan area kerja dalam waktu cukup lama selama jam kerja tanpa memperoleh izin dari atasan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu efektivitas pekerjaan dan pada akhirnya memengaruhi pencapaian kinerja.
Selain disiplin, motivasi kerja menjadi faktor lain yang mendapat perhatian. Hasil wawancara dengan supervisor HRD menunjukkan bahwa kelelahan, tekanan pribadi, dan menurunnya semangat kerja dapat membuat karyawan kesulitan mempertahankan fokus. Motivasi yang rendah berpotensi mengurangi dorongan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.
Untuk melihat hubungan tersebut secara lebih terukur, Muhammad Fajar dan R.M Juddy Prabowo menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Seluruh karyawan bagian Supply Chain Management yang memenuhi kriteria penelitian dilibatkan sebagai responden. Jumlah responden mencapai 51 orang, dengan syarat masa kerja minimal satu tahun agar mereka memiliki pengalaman yang memadai terhadap aktivitas operasional perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Forms dan dianalisis menggunakan SPSS versi 27.
Pengukuran kinerja karyawan dilakukan secara independen melalui penilaian supervisor langsung. Cara tersebut digunakan untuk mengurangi kemungkinan penilaian karyawan terhadap dirinya sendiri memengaruhi hasil penelitian. Kinerja dinilai melalui beberapa aspek, yaitu kualitas pekerjaan, jumlah pekerjaan, penggunaan waktu kerja, serta kerja sama dengan karyawan lain.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kondisi pembinaan disiplin di bagian Supply Chain Management berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,37. Aspek pembuatan aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi karyawan memperoleh skor rata-rata 4,45, sedangkan penerapan sanksi bagi pelanggaran disiplin memperoleh skor 4,29. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pembinaan disiplin yang diterapkan perusahaan dinilai sudah berjalan dengan baik oleh responden.
Motivasi kerja karyawan juga berada pada kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata keseluruhan mencapai 4,40. Aspek tanggung jawab memperoleh skor tertinggi sebesar 4,52, diikuti keberhasilan 4,48, peluang pengembangan diri 4,45, pekerjaan itu sendiri dan peluang untuk berkembang masing-masing 4,38, serta penghargaan dengan skor 4,20. Hasil tersebut menggambarkan adanya dorongan yang relatif kuat dalam diri karyawan untuk menjalankan pekerjaan dan mencapai hasil yang diharapkan.
Sementara itu, kinerja karyawan berdasarkan penilaian atasan langsung memperoleh skor rata-rata 4,03 dan masuk kategori baik. Aspek penggunaan waktu kerja memperoleh skor 4,11, kerja sama antarkaryawan 4,08, kualitas pekerjaan 3,98, dan jumlah pekerjaan 3,95. Dengan demikian, kinerja karyawan secara keseluruhan dinilai baik, meskipun masih terdapat peluang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan.
Analisis regresi menunjukkan bahwa pembinaan disiplin memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,483 dengan tingkat signifikansi 0,001. Artinya, semakin baik pembinaan disiplin yang diterapkan, semakin tinggi kecenderungan kinerja karyawan. Sebaliknya, ketika pembinaan disiplin melemah, kinerja juga cenderung menurun.
Motivasi kerja juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Koefisien regresinya mencapai 0,269 dengan tingkat signifikansi 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja berkaitan dengan peningkatan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki dorongan kerja lebih tinggi cenderung memiliki semangat, tanggung jawab, dan upaya yang lebih besar untuk menyelesaikan pekerjaannya secara optimal.
Temuan paling kuat terlihat ketika pembinaan disiplin dan motivasi kerja dianalisis secara bersama-sama. Nilai R² mencapai 0,773, yang berarti kedua faktor tersebut mampu menjelaskan 77,3 persen variasi kinerja karyawan dalam model penelitian. Sementara itu, 22,7 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian tersebut.
Hasil uji simultan semakin memperkuat temuan tersebut. Nilai F hitung mencapai 81,886, jauh lebih tinggi dibandingkan F tabel sebesar 3,191, dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan disiplin dan motivasi kerja secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan bagian Supply Chain Management PT QRS.
Menurut Muhammad Fajar dan R.M Juddy Prabowo, pembinaan disiplin yang dilakukan secara konsisten melalui pengarahan, pengawasan, dan penerapan aturan dapat meningkatkan kepatuhan serta tanggung jawab karyawan. Di sisi lain, motivasi kerja yang tinggi dapat mendorong semangat, komitmen, dan produktivitas sehingga karyawan lebih terdorong mencapai target perusahaan.
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan kinerja tidak cukup dilakukan melalui pengawasan saja. Perusahaan juga perlu menciptakan lingkungan yang mampu mempertahankan motivasi karyawan. Kesempatan berkembang, tanggung jawab yang jelas, penghargaan atas pencapaian, serta penerapan aturan secara konsisten menjadi bagian penting dari pengelolaan sumber daya manusia.
Para peneliti merekomendasikan agar PT QRS mempertahankan dan meningkatkan pembinaan disiplin melalui penerapan aturan yang konsisten serta pemberian sanksi yang adil dan tegas. Perusahaan juga disarankan memperkuat motivasi karyawan melalui kesempatan pengembangan, tanggung jawab yang jelas, dan penghargaan atas prestasi kerja. Pelatihan, pembinaan, dan evaluasi kinerja secara berkala juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, manajemen waktu, dan kerja sama tim.
Penelitian ini memiliki cakupan yang terbatas karena hanya melibatkan 51 karyawan dari satu bagian dan menggunakan penilaian kinerja dari satu manajer sebagai supervisor langsung. Karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak karyawan, departemen, atau perusahaan lain dalam industri yang sama. Faktor lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, dan budaya organisasi juga dapat dikaji untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan.
Profil Penulis
Muhammad Fajar — Universitas Jenderal Achmad Yani.
R.M Juddy Prabowo — Universitas Jenderal Achmad Yani.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Effect of Discipline Development and Work Motivation on the Performance of Employees in the Supply Chain Management Section at PT QRS
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4 No. 8, 2026, halaman 1741–1756.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.135
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar