Didukung Pendanaan PNBP, UNM Perkuat Kompetensi Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep

Gambar: Foto Bersama UNM Perkuat Kompetensi Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep
FORMOSA NEWS

Pangkep — Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) terus mendorong penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Keterampilan Guru MGMP Kimia dalam Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Green Chemistry di Kabupaten Pangkep” yang melibatkan 30 guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdi dari Jurusan Kimia FMIPA UNM yang terdiri atas Dr. Army Auliah, M.Si. selaku ketua, Islawati, S.Pd., M.Pd., Ahmad Fudhail Majid, S.Pd., M.Si., CACP., serta mahasiswa Nur Islamiyah Putri dan Sara Azizia.
Kegiatan berlangsung secara tatap muka selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.00. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi mengenai konsep dan prinsip Green Chemistry, diskusi, tanya jawab, serta praktik pengembangan rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip Kimia Hijau.

Gambar: Foto Bersama UNM Perkuat Kompetensi Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep
Kegiatan tidak hanya berfokus pada pemahaman teoritis. Para guru diarahkan untuk mengidentifikasi materi kimia yang dapat dihubungkan dengan prinsip Green Chemistry, kemudian mengembangkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Dalam sesi praktik, guru mengeksplorasi sejumlah alternatif, seperti penggunaan bahan yang lebih aman, pengurangan penggunaan bahan kimia, pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, pengurangan limbah praktikum, serta pengembangan praktikum dalam skala yang lebih kecil.

Hasil pelaksanaan menunjukkan keterlibatan peserta cukup tinggi. Dari 30 guru yang mengikuti kegiatan, 28 guru (93,3 persen) terlibat dalam praktik pengembangan pembelajaran berbasis Green Chemistry, sedangkan 25 guru (83,3 persen) berhasil menyelesaikan rancangan pembelajaran hingga akhir kegiatan. Dari aspek pemahaman, sebanyak 21 guru (70 persen) berada pada kategori baik dalam memahami konsep Green Chemistry, sementara 19 guru (63,3 persen) berada pada kategori baik dalam memahami prinsip-prinsipnya. Kemampuan menghubungkan Green Chemistry dengan materi kimia berada pada kategori baik pada 18 guru atau 60 persen peserta.

Namun, hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa penguasaan konsep belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan aplikatif. Pada kemampuan merancang aktivitas pembelajaran, 17 guru (56,7 persen) berada pada kategori baik. Sementara itu, kemampuan mengembangkan praktikum yang lebih ramah lingkungan menjadi aspek yang relatif lebih menantang, dengan 16 guru (53,3 persen) berada pada kategori baik.

Dr. Army Auliah selaku ketua pengabdi menyatakan:“Kegiatan ini tidak hanya diarahkan agar guru memahami konsep Green Chemistry, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana prinsip tersebut dapat diterjemahkan menjadi rancangan pembelajaran yang konkret dan sesuai dengan kondisi sekolah.”

Pernyataan tersebut merepresentasikan fokus kegiatan sebagaimana dijelaskan dalam hasil pengabdian, yaitu mempersempit kesenjangan antara pemahaman konseptual guru dan kemampuan menerapkan prinsip Green Chemistry dalam pembelajaran. Menurut hasil evaluasi, aspek praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan kesempatan kepada guru untuk menghubungkan konsep Kimia Hijau dengan pengalaman mengajar mereka serta mengidentifikasi alternatif aktivitas pembelajaran yang lebih ramah lingkungan.

Respons peserta terhadap kegiatan juga menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 29 guru (96,7 persen) menyatakan kegiatan memberikan wawasan baru mengenai pembelajaran berbasis Green Chemistry. Sebanyak 28 guru (93,3 persen) menilai materi sesuai dengan kebutuhan guru kimia, sedangkan 27 guru (90 persen) menyatakan praktik pengembangan pembelajaran memberikan manfaat bagi mereka. ibu Sukmawati, S. Pd., M. Pd selaku ketua MGMP kimia Kab. Pangkep menuturkan bahwa: “Materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran kimia di sekolah. Praktik pengembangan pembelajaran juga membantu kami melihat bagaimana prinsip Green Chemistry dapat diterapkan secara lebih konkret.”

Di balik respons positif tersebut, terdapat satu temuan penting. Sebanyak 26 guru atau 86,7 persen peserta menyatakan masih membutuhkan pendampingan lanjutan. Kebutuhan ini terutama berkaitan dengan penerapan prinsip Green Chemistry pada berbagai materi kimia serta penyesuaian rancangan pembelajaran dengan kondisi fasilitas sekolah. Temuan tersebut menjadi catatan penting bagi keberlanjutan program. Penguatan kompetensi guru tidak cukup dilakukan melalui satu kali pelatihan, tetapi membutuhkan proses pengembangan, uji coba, evaluasi, dan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Gambar: Foto Bersama UNM Perkuat Kompetensi Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep|
Karena itu, program lanjutan dapat diarahkan pada penyempurnaan rancangan pembelajaran, pengembangan LKPD dan bahan ajar, serta perancangan praktikum yang lebih aman dan menghasilkan lebih sedikit limbah. Forum MGMP juga dapat dimanfaatkan untuk membangun bank perangkat pembelajaran berbasis Green Chemistry yang dapat dikembangkan bersama oleh guru.

Bagi tim pengabdi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru sebagai aktor utama dalam menghadirkan pembelajaran kimia yang kontekstual, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Sementara bagi MGMP Kimia Kabupaten Pangkep, kegiatan ini memberikan ruang bagi guru untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai mengembangkan rancangan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing.

Melalui dukungan pendanaan PNBP FMIPA UNM dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan MGMP Kimia Kabupaten Pangkep, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan komunitas profesional guru yang secara berkelanjutan mampu mengintegrasikan prinsip Green Chemistry ke dalam pembelajaran kimia.



Posting Komentar

0 Komentar