Latar Belakang dan Urgensi Industri
Perkembangan industri manufaktur percetakan menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas cetak, dan memenuhi ketepatan waktu pengiriman kepada pelanggan
Metodologi Penelitian Sederhana
Tim peneliti Duta Bangsa University Surakarta menganalisis data kerusakan operasional mesin curing di PT. Krismasindo Printing selama periode April hingga Juni 2026
- Failure Mode and Effects Analysis (FMEA): Menilai tingkat keparahan (Severity), frekuensi kejadian (Occurrence), dan tingkat deteksi (Detection) untuk menghitung nilai prioritas risiko atau Risk Priority Number (RPN)
. - Reliability Centered Maintenance (RCM): Menentukan jenis tindakan perawatan yang tepat bagi setiap komponen berdasarkan karakteristik kerusahannya melalui Logic Tree Analysis (LTA) dan Task Selection
. - Kalkulasi Metrik Keandalan: Menghitung Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengukur rata-rata selisih waktu antar kerusakan, serta Mean Time to Repair (MTTR) untuk mengukur rata-rata lama waktu perbaikan
. - Analisis Diagram Fishbone: Mengidentifikasi akar penyebab kegagalan komponen dari lima faktor utama: Manusia, Mesin, Metode, Material, dan Lingkungan
.
Hasil analisis mengonfirmasi bahwa kerentanan tertinggi mesin curing berpusat pada sistem penggerak mekanis
- Bearing (Bantalan): Merupakan komponen paling sering rusak dengan frekuensi 7 kali kegagalan dan nilai RPN tertinggi sebesar 432
. Komponen ini memiliki nilai MTBF terendah, yaitu hanya 80 jam kerja . - Gearbox: Menempati peringkat risiko kedua dengan nilai RPN 336 dan frekuensi kerusakan 3 kali
. Gearbox membutuhkan waktu perbaikan terlama (MTTR), yaitu rata-rata 150 menit setiap kali rusak . - Motor Listrik: Berada di peringkat ketiga dengan nilai RPN 252 dan frekuensi kegagalan 2 kali
. Sama seperti gearbox, perbaikan motor listrik memakan waktu perbaikan puncak hingga 150 menit .
- Time Directed (TD): Pemeliharaan berkala berbasis jadwal waktu untuk 5 komponen
. - Condition Directed (CD): Perawatan berbasis pemantauan kondisi fisik untuk 4 komponen
. - Kombinasi CD + TD: Perawatan kombinasi jadwal dan pemantauan kondisi untuk 3 komponen kritis utama, termasuk bearing dan temperature controller
.
Penerapan integrasi FMEA dan RCM memberikan manfaat praktis yang langsung ber dampak pada efisiensi operasional pabrik
Profil Penulis
Ditya Alif Firmansyah, S.T. merupakan peneliti dan akademisi di Universitas Duta Bangsa Surakarta
Sumber Penelitian
Ditya Alif Firmansyah, Febrina Agusti, Pitoyo Amrih: Analysis of Curing Machine Maintenance Using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Reliability Centered Maintenance (RCM) Methods Case Study of PT. Krismasindo Printing. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 7, Hal. 1547–1554
DOI:
URL:

0 Komentar