Analisis Google Form Mengungkap Kualitas Instrumen untuk Mengukur Motivasi Mahasiswa dalam Pembelajaran Online

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Dosen Universitas Bina Sarana Informatika, Putie Maharani Basa, menganalisis kualitas 15 butir pertanyaan Google Form yang digunakan untuk mengukur motivasi mahasiswa dalam pembelajaran online. Analisis menggunakan data dari 100 mahasiswa tahun ajaran 2022/2023 yang terbagi dalam 10 kelompok. Hasilnya menunjukkan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid, tetapi tidak semuanya layak digunakan tanpa perbaikan. Temuan ini penting karena evaluasi daring bukan hanya membutuhkan teknologi yang praktis, tetapi juga pertanyaan yang mampu mengukur respons mahasiswa secara tepat dan mendorong mereka memberikan jawaban yang baik.

Ketika Evaluasi Pembelajaran Berpindah ke Layar

Perkembangan teknologi telah membuat pembelajaran online semakin mudah diterapkan. Materi kuliah dapat disampaikan melalui internet, sementara evaluasi dapat dilakukan menggunakan berbagai platform digital, termasuk Google Forms.

Namun, kemudahan membuat kuesioner secara online tidak otomatis menjamin kualitas instrumennya. Pertanyaan yang terlalu sulit, kurang jelas, atau kurang menarik dapat membuat mahasiswa tidak memberikan respons secara optimal. Karena itu, kualitas setiap butir pertanyaan perlu diperiksa sebelum digunakan sebagai alat evaluasi.

Putie Maharani Basa menempatkan persoalan tersebut dalam konteks pengukuran motivasi mahasiswa terhadap pembelajaran online. Dalam artikelnya, analisis dilakukan terhadap aspek daya pembeda, tingkat kesukaran, motivasi responden, dan validitas butir.

100 Mahasiswa Menjawab 15 Pertanyaan

Data penelitian berasal dari kuesioner Google Form yang disebarkan kepada 100 mahasiswa dalam 10 kelompok. Responden merupakan mahasiswa tahun ajaran 2022/2023.

Sebanyak 15 pertanyaan digunakan untuk melihat berbagai aspek keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis project-based learning (PBL). Pertanyaan mencakup perhatian terhadap penjelasan dosen, pemahaman instruksi, konsentrasi, kebiasaan mencatat, kepatuhan terhadap aturan, ketertarikan terhadap materi, keberanian bertanya, semangat menyampaikan pendapat, kemandirian, kesiapan mengerjakan tugas, keinginan memperoleh nilai terbaik, kesungguhan, dan kepercayaan diri.

Dengan cara tersebut, peneliti tidak hanya melihat apakah mahasiswa dapat menjawab pertanyaan, tetapi juga bagaimana kualitas setiap pertanyaan ketika digunakan untuk membaca motivasi belajar.

Enam Butir Direkomendasikan

Salah satu hasil penting muncul dari analisis tingkat kesukaran. Dari 15 butir yang diperiksa, enam butir direkomendasikan, yaitu nomor 1, 4, 5, 6, 7, dan 8.

Butir nomor 1, 4, 6, 7, dan 8 memiliki indeks kesukaran 0,13 hingga 0,20 dan dikategorikan cukup sulit, sedangkan butir nomor 5 memiliki indeks 0,40 dan dikategorikan mudah. Peneliti mengaitkan sebagian tingkat kesulitan tersebut dengan karakter pertanyaan yang menyangkut perhatian, tanggung jawab, kepatuhan, dan opini pribadi mahasiswa.

Hasil ini menunjukkan bahwa pertanyaan yang valid belum tentu otomatis menjadi pilihan terbaik. Sebuah instrumen perlu mempertimbangkan apakah responden dapat memahami dan merespons pertanyaan dengan baik.

Sembilan Pertanyaan Mendapat Respons Motivasi Sangat Baik

Analisis motivasi memberikan gambaran yang cukup positif. Dari 15 pertanyaan, sembilan menunjukkan respons pada kategori sangat baik berdasarkan tingkat capaian responden.

Nilai tertinggi terdapat pada pertanyaan nomor 14 tentang kesungguhan mengerjakan tugas PBL, dengan indeks 88,8. Pertanyaan nomor 13 mengenai keinginan mendapatkan nilai terbaik memperoleh 87,2, sedangkan nomor 15 mengenai kepercayaan diri mencapai 85.

Beberapa indikator lain juga mencatat skor tinggi, seperti kepatuhan terhadap aturan dengan 83, kesiapan mengerjakan tugas dengan 82,4, serta kemandirian menyelesaikan tugas dengan 81,8. Sementara itu, pertanyaan nomor 6 mengenai kebiasaan mencatat materi memperoleh indeks 68,8, yang menjadi salah satu nilai terendah dalam analisis.

Semua Butir Dinyatakan Valid

Uji validitas memberikan hasil yang konsisten: seluruh 15 butir dinyatakan valid. Nilai korelasi setiap butir dengan skor total berada pada rentang 0,31 hingga 0,92.

Butir dengan nilai validitas tertinggi adalah pertanyaan nomor 4 tentang kebiasaan mendengarkan penjelasan materi, dengan nilai 0,92. Pertanyaan nomor 1, 2, dan 3 masing-masing memperoleh nilai 0,84. Sementara itu, pertanyaan nomor 15 mengenai kepercayaan diri memiliki nilai 0,31, tetapi tetap dikategorikan valid dalam analisis peneliti.

Temuan tersebut memperlihatkan perbedaan penting antara validitas dan kualitas respons. Sebuah pertanyaan dapat memenuhi kriteria validitas, tetapi mahasiswa belum tentu memiliki motivasi yang sama kuat untuk meresponsnya.

Empat Butir Perlu Direvisi

Basa mencatat bahwa beberapa butir masih memerlukan perhatian. Dalam hasil analisis, butir 2, 3, 9, dan 10 disebut perlu direvisi. Sementara itu, butir 11 sampai 15 dinilai valid dan baik, tetapi tingkat motivasi mahasiswa dalam memberikan respons terhadap bagian tersebut belum cukup kuat.

Pada bagian kesimpulan, peneliti kembali merekomendasikan butir nomor 1, 4, 5, 6, 7, dan 8, sedangkan butir lainnya dinilai valid tetapi perlu diperbaiki dari sisi respons mahasiswa.

Implikasi bagi Evaluasi Pembelajaran Digital

Hasil ini memiliki implikasi praktis bagi dosen dan pengelola pendidikan yang semakin sering menggunakan instrumen digital. Google Forms memang menawarkan cara yang sederhana untuk menyebarkan pertanyaan, mengurangi penggunaan kertas, dan mempercepat pengumpulan data. Namun, platform digital hanyalah alat. Kualitas evaluasi tetap bergantung pada kualitas pertanyaan yang diberikan.

Basa merekomendasikan evaluasi butir soal secara berkala, baik instrumen yang digunakan untuk penelitian maupun pertanyaan yang digunakan dalam ujian. Ia juga menekankan bahwa kemajuan pembelajaran online tidak berarti interaksi tatap muka harus sepenuhnya ditinggalkan. Menurutnya, pembelajaran konvensional tetap memiliki nilai karena dosen dapat mengamati secara langsung dampak proses pembelajaran terhadap mahasiswa.

Temuan ini memberikan pesan sederhana: digitalisasi evaluasi harus diikuti dengan pengujian kualitas instrumen. Dengan begitu, data yang dikumpulkan melalui Google Forms tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga lebih bermakna untuk memahami motivasi dan keterlibatan mahasiswa.

Profil Penulis

Putie Maharani Basa merupakan penulis artikel sekaligus dosen/akademisi yang berafiliasi dengan Universitas Bina Sarana Informatika. Artikel yang tercantum dalam jurnal menggunakan nama lengkap Putie Maharani Basa dan mencantumkan afiliasi Universitas Bina Sarana Informatika. Bidang kajian yang terlihat dari artikel ini mencakup evaluasi pembelajaran, analisis butir soal, motivasi belajar mahasiswa, pembelajaran online, dan pemanfaatan Google Forms dalam pendidikan.

Dokumen yang tersedia tidak mencantumkan gelar akademik Putie Maharani Basa secara eksplisit, sehingga gelar tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi informasi.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Item Analysis of the G-Form Questionnaire on Students’ Motivation for Online Learning
Penulis: Putie Maharani Basa
Afiliasi: Universitas Bina Sarana Informatika
Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)
Volume: 5, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 1513–1524

Posting Komentar

0 Komentar