Amplang Mamuju Punya Peluang Besar Menembus Pasar Lebih Luas Lewat Digitalisasi dan Pariwisata


Gambar dibuat oleh AI

MAMUJU, Sulawesi Barat — Produk amplang berbahan dasar ikan bandeng dari PT Ahar Sentosa di Kabupaten Mamuju memiliki peluang besar untuk memperluas pasar, terutama melalui pemasaran digital, penguatan citra produk lokal, serta pemanfaatan sektor pariwisata. Temuan tersebut disampaikan dalam penelitian Selvi, Femiliani Novitasari, dan Dewi Febriani Hamjan dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju yang diterbitkan pada 2026. Kajian tersebut menganalisis strategi pemasaran produk amplang PT Ahar Sentosa dan faktor yang dapat mendukung pengembangan usahanya.

Hasil analisis menempatkan PT Ahar Sentosa pada Kuadran I dalam analisis SWOT. Posisi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang cukup baik sekaligus menghadapi peluang pasar yang besar. Nilai IFAS sebesar 2,80 dan EFAS sebesar 2,80, dengan selisih masing-masing +1,40, menjadi dasar rekomendasi strategi pertumbuhan yang lebih agresif.

Amplang Menjadi Produk Olahan Bernilai Tambah

Potensi tersebut tidak terlepas dari kekayaan sumber daya perikanan Sulawesi Barat. Wilayah ini memiliki garis pantai sekitar 617,5 kilometer dan sumber daya perikanan yang cukup besar. Pengolahan ikan menjadi produk siap konsumsi seperti amplang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas perikanan sekaligus memperpanjang masa pemanfaatannya.

Amplang dikenal sebagai makanan ringan berbahan ikan yang diolah bersama tepung tapioka, telur, gula, minyak, dan berbagai bumbu. Produk tersebut tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan ringan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai oleh-oleh khas daerah.

PT Ahar Sentosa telah menjalankan usaha di Mamuju sejak 2012. Perusahaan tersebut mengembangkan amplang berbahan ikan bandeng sebagai salah satu produk unggulannya, selain keripik pisang, sambal penja, dan produk olahan lainnya.

Saat ini, amplang yang diproduksi tersedia dalam varian original dan balado, dengan varian original memiliki basis konsumen yang lebih besar. Produk tersebut juga telah menggunakan kemasan aluminium foil dan memiliki sertifikasi BPOM.

Kualitas Produk Menjadi Salah Satu Kekuatan Utama

Penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor internal menjadi modal penting bagi PT Ahar Sentosa dalam mengembangkan pemasaran produknya.

Beberapa kekuatan utama yang ditemukan antara lain:

  • Bahan baku segar dengan skor 0,60.
  • Sertifikasi BPOM dengan skor 0,60.
  • Kemasan modern dan higienis dengan skor 0,30.
  • Harga yang kompetitif dengan skor 0,30.
  • Pengalaman usaha dengan skor 0,30.

Ketersediaan ikan segar menjadi keuntungan tersendiri karena Mamuju merupakan wilayah pesisir dengan sumber daya perikanan. Sementara itu, sertifikasi BPOM dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.

Dari sisi kemasan, perusahaan telah melakukan perubahan dari penggunaan plastik konvensional menuju aluminium foil. Menurut hasil penelitian, kemasan tersebut membantu melindungi produk dari kelembapan dan kontaminasi sekaligus memberikan tampilan yang lebih menarik bagi konsumen.

Harga produk dimulai dari sekitar Rp15.000 per kemasan. Penetapan harga mempertimbangkan biaya produksi, kemasan, margin keuntungan, serta daya beli konsumen di wilayah Sulawesi Barat.

Pariwisata Bisa Menjadi Jalan Memperluas Pasar

Salah satu peluang terbesar yang ditemukan adalah perkembangan pasar pariwisata dan oleh-oleh.

Dalam analisis eksternal, terbatasnya jumlah pesaing produk amplang di Mamuju serta peluang pasar oleh-oleh sama-sama memperoleh skor 0,60. Pertumbuhan perdagangan elektronik, meningkatnya minat terhadap produk pangan lokal, dan keikutsertaan dalam pameran UMKM juga menjadi peluang bagi pengembangan usaha.

Temuan ini membuka peluang bagi amplang Mamuju untuk diposisikan bukan sekadar sebagai camilan, tetapi sebagai bagian dari identitas kuliner daerah.

Jika dikembangkan secara konsisten, produk amplang dapat ditempatkan di pusat oleh-oleh, lokasi wisata, maupun jaringan penjualan yang menyasar wisatawan dan konsumen dari luar daerah.

Pemasaran Digital Berpeluang Membawa Amplang Keluar Mamuju

PT Ahar Sentosa telah memanfaatkan Facebook dan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan konsumen dan mempromosikan produknya. Perusahaan juga menggunakan konten video singkat serta mengikuti berbagai kegiatan pameran UMKM.

Namun, penelitian menemukan bahwa jangkauan platform digital perusahaan masih dapat diperluas.

Peneliti merekomendasikan pemanfaatan platform perdagangan elektronik seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop agar amplang dapat menjangkau konsumen di luar Kabupaten Mamuju.

Strategi tersebut juga dapat dikombinasikan dengan konten video pendek yang menampilkan proses produksi, kemasan, tekstur, varian rasa, serta karakteristik produk.

Dengan pendekatan tersebut, pemasaran tidak lagi hanya bergantung pada konsumen yang datang langsung ke Mamuju.

Infrastruktur Distribusi Masih Menjadi Perhatian

Di balik berbagai peluang tersebut, penelitian juga menemukan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha.

Salah satu kelemahan internal yang teridentifikasi adalah infrastruktur jalan yang kurang baik, dengan skor 0,10. Kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya distribusi sekaligus meningkatkan risiko kerusakan produk selama pengiriman.

Amplang merupakan produk makanan yang membutuhkan penanganan dan pengemasan yang baik agar tetap dalam kondisi optimal selama proses distribusi.

Selain persoalan distribusi, perusahaan juga menghadapi perubahan harga bahan baku ikan, keterbatasan jangkauan pemasaran digital, serta pasar yang masih terkonsentrasi di Mamuju. Persaingan dengan produk makanan ringan dari daerah lain juga menjadi bagian dari kondisi eksternal yang perlu diperhatikan.

Strategi Pertumbuhan Menjadi Pilihan Utama

Berdasarkan hasil analisis SWOT, Selvi, Femiliani Novitasari, dan Dewi Febriani Hamjan dari Universitas Muhammadiyah Mamuju merekomendasikan strategi SO (Strengths-Opportunities). Strategi ini menekankan pemanfaatan kekuatan perusahaan untuk menangkap peluang pasar yang tersedia.

Beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi:

  1. Memanfaatkan bahan baku segar dan sertifikasi BPOM untuk memperkuat posisi produk di pasar oleh-oleh dan pariwisata.
  2. Mengembangkan pemasaran melalui platform e-commerce.
  3. Memperkuat identitas amplang sebagai produk khas Mamuju.
  4. Memperluas promosi melalui media sosial dan konten digital.
  5. Meningkatkan keikutsertaan dalam pameran UMKM.
  6. Mengembangkan jaringan penjualan melalui toko oleh-oleh dan lokasi wisata.
  7. Memperkuat sistem kemasan dan penyimpanan untuk mendukung distribusi jarak jauh.

Menurut analisis para peneliti, kombinasi kualitas produk, sertifikasi, kemasan, harga kompetitif, pemasaran digital, dan pasar pariwisata dapat menjadi fondasi pengembangan amplang Mamuju ke pasar yang lebih luas.

Dampak bagi UMKM Berbasis Perikanan

Temuan penelitian tidak hanya relevan bagi PT Ahar Sentosa. Strategi yang dihasilkan juga dapat menjadi gambaran bagi pelaku UMKM berbasis perikanan lainnya di Sulawesi Barat yang ingin meningkatkan daya saing produk olahan lokal.

Pengembangan produk perikanan lokal dapat memberikan nilai tambah pada hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui industri makanan, perdagangan digital, dan pariwisata.

Meski demikian, penelitian ini memiliki batasan. Kajian berfokus pada satu perusahaan dan melibatkan dua informan utama. Penelitian juga belum memasukkan data konsumen secara langsung, seperti preferensi pembelian, tingkat kepuasan, dan persepsi konsumen terhadap produk. Karena itu, hasil penelitian lebih tepat dipahami sebagai gambaran strategi PT Ahar Sentosa dan tidak secara otomatis berlaku untuk seluruh produsen amplang atau UMKM perikanan.

Profil Penulis

Selvi
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju. Kontribusinya dalam artikel berkaitan dengan analisis strategi pemasaran produk amplang PT Ahar Sentosa.

Femiliani Novitasari
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju. Tercatat sebagai penulis korespondensi dalam artikel.

Dewi Febriani Hamjan
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju. Kontribusinya berkaitan dengan analisis strategi pemasaran dan pengembangan produk hasil perikanan.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Analysis of The Marketing Strategy for Amplang Products at PT Ahar Sentosa in Mamuju Regency
Penulis: Selvi, Femiliani Novitasari, dan Dewi Febriani Hamjan
Afiliasi: Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju
Jurnal: International Journal of Finance and Business Management (IJFBM)
Tahun Publikasi: 2026
Volume: 4, Nomor 3
Jurnal Resmi: International Journal of Finance and Business Management (IJFBM)

Posting Komentar

0 Komentar